News Update :

Kekebalan Terhadap Sajam

Penulis : Unknown on Selasa, 30 April 2013 | 10.30

Selasa, 30 April 2013

Kebal dari senjata tajam ( anti bacok dan tusuk). Lakunya : puasa 7 hari mutih ( malamnya hanya berbuka nasi dan air putih saja) Do’a dibawah dibaca sehabis sholat lima waktu, sehabis sholat subuh dibaca 100 kali, sedangkan sehabis sholat dhuhur, ashar, maghrib dan isya’ dibaca 21 kali. Setelah selesai puasa lakukan khataman dengan mengadakan syukuran yang sesajinya terdiri darai buah- buahan. ” WALAQAD AATAINA DAAWUDA MINNA FADLAH. YA JIBAALU AWWIBI MA’HUUWATH THAIRA WA ALANNAALAHUL HADID”.
komentar (1) | | Read More...

Meraga Sukma

Raga sukma adalah sebuah fenomena spiritual di mana jiwa atau tubuh astral manusia melakukan perjalanan dalam keadaan sadar setelah terbebas atau keluar dari tubuh fisik.

Dalam artikel terdahulu CARA MERAGA SUKMA, disebutkan bahwa sebelum kita melakukan perjalanan keluar dari tubuh untuk berkelana kemanapun yang kita inginkan kita hendaknya mengenali bagian yang paling hakiki, paling inti pada diri kita yaitu roh. Roh ini memiki kesadaran yaitu kesadaran roh. Kesadaran ruh yang pertama kali adalah pengakuan bahwa bahwa pada diri manusia ini ada sesuatu yang sejati, yang disebut dengan AKU SEJATI. Jadi bisa dikatakan bahwa aku sejati manusia itu adalah ruh kita sendiri.

Jadi pada diri manusia itu ada tiga lapis kesadaran yaitu: KESADARAN FISIK, KESADARAN JIWA, dan KESADARAN RUH. Kesadaran fisik muncul akibat aktivitas otak biologis, kesadaran jiwa adalah kesadaran yang lebih tinggi dari kesadaran otak akibat komunikasi intensif antara ruh dan otak. Sementara kesadaran ruh adalah kesadaran yang murni terbebas dari pengaruh otak. Jadi ini adalah kesadaran spiritual tertinggi.

TIDAK ADA CARA LAIN UNTUK RAGA SUKMA KECUALI diam, meneng dalam posisi duduk atau berbaring. Disebut juga MEDITASI. Cara meditasi beragam, silahkan dipilih yang paling disukai. Dalam semua tradisi mistik esoterik, meditasi memiliki istilah tata cara syariat yang beragam. Prinsipnya bahwa dalam meditasi Anda akan mengalami LONCATAN KESADARAN dari kesadaran FISIK menuju kesadaran JIWA. Untuk itu, tahap RAGA SUKMA adalah: diam dalam jangka waktu dengan kata-kata sugesti (mantra) yang Anda yakini mampu mengadakan perpindahan dari kesadaran fisik menuju kesadaran jiwa. Hingga tubuh Anda benar-benar mampu tidur namun jiwa Anda melayang dengan kontrol sadar dari ruhani.

Raga sukma adalah perjalanan kesadaran jiwa menuju ke semua tempat secara sadar. Sehingga untuk meraga sukma harus dihindari perjalanan jiwa yang tidak disadari dan tidak dikontrol oleh kesadaran ruh. Apa ada perjalanan yang tidak disadari ruh? Jawabnya Ada. Yaitu saat seseorang mengalami trance atau kesurupan. Inilah tahap dimana perjalanan jiwa tidak dikontrol sehingga kacau bahkan jiwa bisa tersesat. Inilah bahayanya kalau perjalanan jiwa tidak dikontrol, maka seseorang itu akan mengalami kegilaan permanen.

Kegilaan permanen ini sebenarnya bisa disembuhkan bila kita bisa menemukan kembali kemana jiwa tersebut pergi. Namun sangat sulit menemukan kemana lepasnya jiwa. Sangat sedikit orang waskita yang bisa menemukan jiwa yang tersesat ini agar kembali ke tubuh dan kesadaran fisik seseorang. Celakanya, kadang setelah kita menemukan kembali jiwa dan membawa masuk ke tubuh seseorang sayangnya dia telah mengalami kerusakan jaringan syaraf pusat otaknya.

Jiwa biasanya pergi karena berbagai hal, yaitu masalah cinta asmara, masalah hutang piutang, masalah lain sehingga jiwanya kacau dan tidak dikontrol oleh kesadaran ruhnya. Akibatnya, seseorang tersebut bisa jadi bunuh diri! Sesuatu hal yang harusnya dihindari oleh kita semua. Hanya dengan dekat kepada Tuhan Sang Pencipta, kita semua memohon agar dihindari dari kesulitan dan persoalan yang tidak ditemukan jalan keluarnya.

Salah satu cara memulai raga sukma adalah melalui mimpi saat tubuh kita tertidur. Kenapa melalui mimpi? Sebab mimpi adalah rasionalisasi pengalaman astral atau pengembaraan pikiran seseorang keluar dari tubuh fisiknya dan tidak ada pemeriksaan ulang terhadap proses mental dari kesadaran fisik. Melalui mimpi akan terasa bagaimana jiwa adalah PENGEMUDI sementara tubuh fisik kita adalah KENDARAANNYA.

Jadi sebenarnya, manusia itu mengalami RAGA SUKMA saat fisiknya tertidur. Jadi 90 persen manusia melakukan raga sukma saat tertidur. Sayangnya, dalam raga sukma mimpi kebanyakan orang tidak terkontrol oleh kesadaran ruh sehingga perjalanannya cenderung kesana kemari sehingga tidak mampu dimaknai secara benar.

Dalam raga sukma, tubuh fisik kita masih hidup. Kenapa masih hidup padahal jiwa dan ruh kita sudah pergi meninggalkan tubuh? Ini karena pada diri manusia masih ada TALI JIWA (SURATMA) yang menghubungkan antara ruh dengan jasadnya. Saat seseorang meninggal dunia dan dikubur, mayatnya mulai membusuk maka badan astral atau halus tidak ikut mati. Badan astral ini oleh orang jawa disebut dengan WETHALA. Dalam waktu tujuh hari setelah kematiannya, WETHALA ini kemudian baru pergi dari tubuh mayat yang telah membusuk.WETHALA badan astral dan jiwanya akan tetap terikat pada mayat oleh kekuatan SURATMA selama mayat belum hilang sama sekali. Suratma inilah yang menjaga mayat tidak cepat busuk.

Tali Jiwa atau Suratma ini berwarna perak. Saat Anda sedang berada di luar tubuh fisik, Anda bisa melihat tali perak ini satu ujungnya menempel di tubuh halus dan ujung yang lainnya menempel di tubuh fisik Anda. Tali ini tampak merentang dari kelamin hingga otak. YANG PERLU DIPERHATIKAN SAAT MERAGA SUKMA: JANGAN PERNAH MEMUTUSKAN TALI INI KARENA BERAKIBAT ANDA MENINGGAL DUNIA. BILA ANDA TIDAK BERNIAT MEMUTUSKANNYA, MAKA TALI INI JUGA TIDAK AKAN PUTUS.

Apabila Anda sudah berada di luar tubuh fisik Anda, berarti Anda mampu mengontrol rasa takut. Tidak ada lagi rasa takut, khawatir maupun was-was. Sebab rasa takut hanya ada di kesadaran fisik (otak) yaitu kesadaran manusia yang paling rendah. Bagaimana bila dalam perjalanan astral meraga sukma nantinya akan bertemu dengan makhluk halus? Anda tidak akan ketakutan lagi. Pada prakteknya, saat kita sudah berada di luar tubuh fisik maka kita tidak terlalu sering (jarang) bertemu tubuh halus yang lain. Bisa jadi kita juga bertemu dengan tubuh halus lain namun bisa jadi dia tidak melakukan raga sukma secara sadar. Bisa jadi dia dalam posisi tidur maupun santai yang dia sendiri tidak menyadarinya.

Karena masih dalam taraf belajar, ada baiknya kita membatasi diri dengan tidak neko-neko dan aneh-aneh. Dalam tarafa belajar tidak perlu mengunjungi: SESEORANG YANG TELAH MENINGGAL ATAU TEMPAT YANG TIDAK KITA KENAL SEBELUMNYA. (Ini agar jiwa kita tidak tersesat atau disesatkan. Jangan sampai kita mau untuk diajak ruh orang yang telah meninggal dunia menuju alam kelanggengan dan kita krasan tinggal di sana. Ini nanti akan membuat tubuh fisik kita sekarat atau semaput). Karena kontrol kita masih terbatas, maka berputar-putar dan nikmati bumi saja sesuai keinginan. Kalau Anda belum pernah berkunjung ke London, pergilah ke sana dan nikmati apa yang Anda temui dalam sekejap mata. Tidak usah mengunjungi TOKOH-TOKOH SAKTI baik yang sudah meninggal atau masih hidup. Mereka bisa saja melontarkan tubuh halus Anda ke tubuh fisik Anda sehingga membuat Anda ngos-ngosan gelagapan. Bisa berakibat fatal, Anda tidak akan terbangun dalam jangka waktu lama. Kalau Anda memiliki riwayat sakit jantung, maka bisa jadi Anda meninggal mendadak.

Kalau pada saat Anda meraga sukma kebetulan bertemu dengan tubuh halus lain, biasanya Anda melihat mereka ini tidak berwarna, tidak bercahaya dan pucat. Tubuh halus melayang atau berada di mana saja mampu menembus benda-benda fisik seperti asap atau bayangan. Saat kita menyentuh tubuh fisik seseorang maka kita hanya bisa menembusnya. Mereka tidak akan menyadari sedang kita sentuh. KECUALI ORANG-ORANG YANG MEMILIKI KEMAMPUAN CLAIRVOYANT (kemampuan melihat energi halus) dan KEMAMPUAN CLAIRAUDIENCE (kemampuan mendengar suara dari dimensi lain).

Apabila dalam meraga sukma Anda kebetulan (ini jarang terjadi) bertemu dengan tubuh halus lain. Misalnya MAKHLUK HALUS yang berniat buruk dan jahat maka berlarilah ke lapisan dimensi halus yang lain. Yang perlu Anda cermati, di dimensi gaib ini kita mengenal tujuh dimensi yang menempel pada tubuh halus manusia. Saat makhluk halus mengejar kita, maka kita bisa berlari secepat kedipan mata memasuki dimensi lain hingga dimensi kelima. Hanya pada dimensi keempatlah, makhuk jahat itu mampu mengejar jiwa manusia.

Makhluk halus sebenarnya bisa dikendalikan oleh pikiran dan kemauan manusia. Manusia yang bisa mengendalikan mereka, maka manusia tersebut memiliki kekuatan dahsyat. Mereka mampu kebal senjata apapun, mampu mengendalikan cuaca menghentikan hujan dan mengendalikan petir, mampu pula menjangkau apa yang tidak bisa dilakukan oleh manusia biasa. Mereka inilah manusia linuwih dan sakti karena mampu mengendalikan makhuk halus yang berasal dari unsur bumi, unsur air, unsur udara dan api.

Dalam perjalanan astral tingkat tinggi kita bisa menganalisa bahwa semua mahluk halus yang berasal dari alam mempunyai bentuk tubuh mirip manusia dengan ukuran yang berbeda-beda. Mereka memiliki mata, telinga, kaki, tangan, tubuh meskipun bentuknya berlainan. Mereka memiliki kemampuan mengubah dirinya menjadi bentuk lain sesuai dengan keinginan mereka. Makhluk halus ini menempati dimensi astral dan dunia nyata kita. Dari segi jenis, di dunia ini setidaknya kita mengenal 350.000 jenis makhluk halus.

Berbeda dengan manusia yang terdiri dari unsur fisik dan metafisik, makhluk halus tidak diberi Tuhan badan fisik. Jadi mereka melulu bersifat metafisik (gaib). Mereka berdiam diri di bumi tanpa halangan, bergerak cepat di udara. Hidup dengan makanan zat eterik yang ada di bumi. Menyukai bau-bau harum, namun mereka tidak menyukai bau manusia. Oleh karena itu, mereka tidak menyukai hidup di rumah-rumah manusia. Mereka berusia rata-rata hampir sama dengan manusia. Bila mati, mereka lahir kembali melalui proses pembusukan astral. Wallahu a’lam.
komentar | | Read More...

Pukulan Penghantar Petir

Penulis : Unknown on Senin, 29 April 2013 | 21.15

Senin, 29 April 2013

KI RABATAKA
jeth_z@plasa.com

TABITI TABILA USRI USRO TUMPU TANAH SARI BAGINDA ALI HAK

Efek Ilmu : pukulan kita seperti petir yg menyambar setiap yg kena pukulan akan gosong / atau menyebabkan luka dalam, bekas pukulan akan berwarna biru kehitaman….. ilmu sangat berbahaya walau kena angin saja sudah bisa menyebabkan luka seperti kena silet

Amalkan selama 7 hari berturut-turut dimulai pada malam jumat. Caranya : Baca mantranya 7x kemudian ambil cahaya yg ada dimata menggunakan tangan kanan dan gosok2kan kedua tapak tangan sampai terasa panas stelah itu kepalkan tangan kanan (jika anda org kidal /tangan kiri lakukan sebaliknya ) gosok2kan tinju anda ke tapak sebelah kiri seperti mengasah pisau…gosok sampai terasa panas.

Cara pemakaian baca 1 x sambila tarik nafas dan pada saat melepaskan pukulan keluarkan bersama suara HA (dihentak)
komentar | | Read More...

Ilmu Guntingan

Sangat ampuh untuk melumpuhkan lawan. puasa tujuh hari tujuh malam, hanya makan nasi putih dan minum air putih. Mantra ini harus dibaca setiap jam 12 malam. ” YA HU SIKIRING SABARANG, SIJOKO KEMTURU TANGIO, BESET KULITE, PEGAT OTOTE, PREK LIMPREK SARANDU AWAKMU KABEH. 777 X “.
komentar | | Read More...

Anti Sihir, Pelet, Santet, dan Tenung

Zerozeroseven05@yahoo.com

Ass .. Allah mnyruh kita iktiar dlm menghdapi segla cobaan Nya krn dblik cbaan ada obt dan hikmhnya. sya mint ijin nya bwt sdulur wong alus tk brbgi ilmunya allah .. Krna printah Nya brng siapa pnya stu ilmu tdk dsebrkan untk manfaat orng lain mk di buat rantai dari api lah kelak d akhrt dan d kalungkn k lehernya .. tk yng trkna pnyakt tdk swjarnya seprti guna2, pelet dan tdk swjarnya ..Cblah iktiar dngn cara ini:

“BISMILLAHIRROHMANNIRROHIM YAA FATTAHU ( YAA MUHIITHU 3X ) YAA SULTONU
(YA LAILAHA ILLALLOHU MUHAMMADUR ROSULULLOHI 3X)
SALABBTU (ISI NAMA YG TRKENA BIN NM ORTU NYA)
JAMII’AL MUDLDLORRI
KAIFIAHNYA
Lakukan slm 7 hri tiap tngh mlm bca doanya 7x tiupkn k air slama 7 hari jg dn klo sudh minumkn k yg trkna guna2 insa allah smbuh .. Jngn lpa tawasul sprti biasa tmbh man ajzani Ustadz Asep Jaeni Cisandaan “
komentar | | Read More...

Tingkat Penglihatan Batin

Penulis : Unknown on Sabtu, 27 April 2013 | 20.09

Sabtu, 27 April 2013

Pengelihatan dikategorikan menjadi dua berdasarkan pancaindera yang digunakan. Yaitu pengelihatan mata dan pengelihatan batin. Pengelihatan Batin pun dibagi menjadi lima tingkat.

Beberapa saat yang lalu ada sebuah email yang masuk ke inbox si X, yang isinya meminta bantuan karena kehilangan barang berharga. Setelah membaca email tersebut,  X memutuskan untuk membantu dengan doa agar barang tersebut kembali ke pemiliknya. X tidak mengenal dan melihat barang yang hilang itu maupun si pemilik sebelumnya. Ketika X mendoakan agar barang yang hilang itu kembali ke pemiliknya, suatu mujizat terjadi. X dapat menyaksikan terjadinya pencurian itu disamping juga melihat bagaimana pencuri menyembunyikan barang itu kamarnya.

Tiga hari setelah X berdoa pada Tuhan Yang Maha Mengetahui, sang pemilik barang tersebut mengirim X email lagi. Dia menjelaskan bahwa barang yang hilang tersebut sudah ada di depan rumahnya. Rupanya, si pencuri itu merasa diperintahkan agar mengembalikan barang yang telah dicurinya.

Pada umumnya, orang kejadian ini menganggapnya aneh. Bahkan mungkin menganggapnya sebagai kebetulan. Padahal, ini sebagai sebuah bukti dari keberadaan ‘penglihatan batin’. Sebuah kejadian yang sering terjadi pada pendahulu kita dulu yang gemar olah batin sehingga mempunyai kemampuan batiniah.

Bagaimana fenomena ini dijelaskan? Ketika X berdoa untuk barang yang hilang itu, X mengirim sebuah ‘gelombang energi doa’ yang menyebar di angkasa. Berapa kuat gelombang doa tersebut dan berapa luas penyebarannya tergantung kemampuan dari batin masing-masing orang.

Barang itu juga mengirimkan gelombang gelombang. Ketika kedua gelombang bertemu, terjadilah resonansi (komunikasi). Penjelasannya adalah sebagai berikut: X itu seperti sebuah televisi. Pikiran X adalah seperti monitor televisi. Memfokuskan pikiran itu sama seperti memilih saluran televisi tertentu. Sementara barang yang hilang itu seperti menara pemancar yang mengirimkan frekwensi.

Ketika keduanya saling berhubungan, layar pikiran mengulang kembali berbagai kejadian yang telah terjadi sebelum dan sesudah pencurian. Pengulangan (replay) seperti ini merupakan penggambaran yang tepat tentang apa yang sesungguhnya terjadi. Lagipula, barang itu kemungkinan terus mengusik batin pencuri tersebut. Itu sebabnya dalam gambaran batin X, barang yang hilang, termasuk dibawa kemana barang tersebut setelah dicuri dapat terekam dengan jelas.

Gelombang Otak akan memancarkan ke gelombang otak lain. Bila X mengkonsentrasikan pikiran maka yang terjadi adalah mengirim dan juga dapat menerima gelombang otak dari si pencuri. Tingkat kemampuan batin orang bervariasi. ‘Gelombang doa’ sebagian orang dapat menembus dan mencapai tingkat tingkat yang lebih tinggi dan berkomunikasi dengan makhluk-makhluk disana. Sebagian orang kebatinan dapat mengirim gelombang vibrasi yang dapat membungkus seluruh bumi. Sebagian orang kebatinan mempunyai gelombang yang lebih lemah yang menyebabkan hambatan hambatan dalam komunikasi dan ketidaktepatan dalam hasil.

Disamping itu, ada berbagai metode dalam mengembangkan kemampuan batin. Sebagian orang mengandalkan kekuatan dengan mengandalkan metode keagamaan seperti dzikir dan sebagainya. Sebagian mengandalkan upaya ilmu parapsikologi dengan menggunakan hipnosis dan konsentrasi pikiran. Sebagian menggunakan obat-obatan dan ilmu perdukunan. Ada pula yang memang terlahir mempunyai kemampuan ini.

Menurut pendapat X, penglihatan batin itu bisa dikategorikan dalam 5 tingkat. X membagi tingkatan itu menjadi: Mata Syahadat, Mata Sholat, Mata Zakat, Mata Puasa, dan Mata Haji. Mata Syahadat adalah tingkat tertinggi dan juga disebut “Penglihatan Sejati”. Mata Haji adalah tingkat terendah dan juga disebut Penglihatan Ilusi. Orang bisa mencapai tingkatan-tingkatan itu bila sudah menjalani proses masing-masing tingkat dengan penuh kesungguhan dan menyelami hakikatnya dengan sempurna.

Disamping mengandalkan latihan kerohanian, orang juga bisa mendapatkan mata batin dengan cara berkonsentrasi pikiran atau bermeditasi dengan berbagai cara-cara yang sesuai dengan tradisi dimana dia berada. Bahkan ada yang menggunakan hipnosis, gendam dan obat-obatan. Namun, penglihatan batin seperti ini masih berada dalam katagori ‘penglihatan ilusi’. Hal ini bukanlah hal sederhana yang dapat dijelaskan dengan beberapa baris kalimat saja.

Ya, sudah waktunya kini bagi kita semua untuk meyakini bahwa dunia ruh(ani) itu benar benar ada sehingga di dalam hidup yang singkat di dunia ini tidak boleh hanya mengandalkan otak yang cenderung terbiasa memanipulasi fakta dan puas dengan kebohongan-kebohongan.
komentar | | Read More...

Rambu Rambu Indra Batin

Penulis : Unknown on Jumat, 26 April 2013 | 11.07

Jumat, 26 April 2013

Ki Maghrobi
yuhandrepane@yahoo.com
Assalamualaikum wr.wb, ijinkan saya para sedulur semua untuk menuliskan catatan kecil, yang saya rangkum dari berbagai kitab ilmu hikmah yang saya pelajari selama ini untuk bahan perenungan bukan untuk diperdebatkan …. terima kasih…..selamat mengikuti……. Dalam satu hikayat, seorang santri suatu hari meminta ilmu kepada Kiyainya yaitu untuk mampu melihat setan. Setelah menjalani laku batin (tirakat yang cukup berat) santri tadi benar benar bisa melihat apa yang diinginkanya. Suatu saat dia bertemu dengan raja Iblis, karena Raja iblis tadi hendak mencelakainya,maka dilayangkannya tinjunya, maka raja iblis pun terjungkal, selanjutnya raja iblis marah marah lalu berkata sombong amat kamu mentang2 umur kamu tinggal 3o tahun lagi ya???. Al kisah, setelah mendengar perkatan raja iblis tersebut, santri timbul keyakinanya bahwa umurnya memang tinggal 30 tahun lagi, lalu ia mengkalkulasikan “kalau begitu yg 20 thn untk buat maksiat dan yg 10 tahun lagi untuk bertobat” katanya dalam hati…. Selanjutnya santri keluar dari pesantren dan memasuki dunia hitam. Namun baru memasuki tahun ke 3 ajal udah menjemputnya. Ia mati dengan Su’ul khotimah Naudzzubillah….! Itulah gambaran betapa liciknya setan dan iblis menggoda manusia. Bisa melalui wisik (bisikan gaib) atau berbagai cara lain.Sebagaimana dituturkan oleh Imam Al Ghazali bahwa setan memiliki 1001 cara untuk menyesatkan manusia diantaranya… 1. Manusia di cegah untuk ibadah 2. Apabila manusia dapat melintasinya atau melaluinya ditanamkan sifat ragu2 dalam beribadah 3. Bila berhasil yang ke2 dilaksanakan setan berusaha agar ibadat dilakukan dengan cepat 4. Jika 3 jebakan itu dapat dilalui ia biarkan penyempurnaan ibadahnya namun padanya ditanamkan sifat riya. 5. Jika tidak berhasil mulailah diseludupkan sifat ujub (menganggap ibadahnya semata mata karena dirinya bukan karena karunia ALLAH SWT. 6. Apabila pintu ujub tertutup maka akan dibukakan pintu ibadah pada Khalayak ramai sehingga mau tidak mau timbullah sifat riyanya.. 7. Apabila manusia tersebut tidak mau mengikuti kehendaknya maka setan berusaha membiskkan bahwa ia termasuk orang yang bahagia dan juga tidak ada pengaruhnya kalau Allah SWT telah mentakdirkan ia termasuk orang celaka.Maka apabila manusia dapat mengatasinya barulah ia selamat dari bujukan godaan dan rayuannya. Berdasarkan atas pengamatan saya , bahwa orang yang memiliki kewaskitaan dan ketajaman mata batin, maka ia memiliki keberhasilan dalam hidupnya. Logikanya, ia akan mampu menangkap apakah suatu pekerjaan yg dilakukannya nanti menimbulkan kebaikan atau keburukan. Namun apabila ketajaman mata batin sudah mapan, justru banyak sekali godaannya diantaranya akan tumbuh sikap pamer atau show, mabuk pujian dan lain sebagainya.Untuk itu ketajaman mata batin tersebut harus diimbangin dngn kerendahan hati kita serta Kesadaran Agama yang tinggi. Saya pernah mengesan nasehat seorang Alim yang Kasaf. ketika ada seorang paranormal yang berinisial x, yg saya nilai keterlaluan shownya, beliau berkomentar bahwa sebenarnya paranormal x, itu juga mendapat isarah dari Allah tentang hal tsb. Bedanya paranormal x itu mulutnya digas oleh nafsunya sedangkan para Ahli kasaf mulutnya justru direm oleh kerendahan hatinya. Kesimpulannya diam bukan berarti tidak tahu sedangkan cuap-cuappun belum tentu menghetahui yang sebenarnya. Pendek kata ada hal-hal yang harus dipatuhi jangan sampai kewaskitaan tersebut justru akan menyeret seseorang memiliki sifat riya. seseorang yang sudah diyakini org lain sebagai pribadi yg memiliki ketajaman indra batin berarti ia berada dalam ambang batas antara rendah hati dan riya atau pamer, Maka dari itu pandai-pandailah membawa kemampuan tsb. Rambu-rambu tsb jauh-jauh abad sudah ditancapkan oleh Nabi Muhammad SAW karena dalam haditsnya beliau sudah mengkhawatirkan pada akhir zaman nanti umatnya memiliki rasa ketergantungan terhadap ilmu ramal-meramal bukan ilmu kasaf. Sehingga banyak hadist memberikan upaya pencegahan seperti disebutkan : bahwa mendatangi tukang ramal menanyakan sesuatu yang gaib kepadanya kemudian apa yang diucapkan diyakininya maka sangsinya sholatnya 40 hari 40 malam tidak di terima oleh Allah SWT . Demikianlan catatan kecil ini saya buat untuk mengingatkan saya dan para sedulur semua untuk memiliki kerendahan hati dan selalu waspada terhadap tipu daya setan dan antek-anteknya yang berhusaha menjerumuskan manusia menuju jurang kesesatan. Wassallam.
komentar | | Read More...

Menemukan Guru Sejati

Dengan Guru Sejati, kita mampu membaca secara mendalam dan menyeluruh apa hakikat segala sesuatu termasuk bencana alam.

Hari Kedua, Jumat Malam: Saya bertemu dengan Ki Sabda Langit di Gedung Hotel Orchids Garden, Batu Malang. Jam menunjuk pukul 19.00 Wib. Sejak pagi saya bersama dia berkoordinasi tentang persiapan-persiapan yang diperlukan untuk perhelatan pelatihan yang akan dibuka oleh Bupati Sidoarjo. Malam yang mendebarkan itu pun datang. Acara pelatihan Pengembangan Motivasi Spiritual dibuka dengan sambutan Drs. H. Win Hendrarso M.Si. Sambutan Bupati menggarisbawahi pentingnya manajemen stress dan pentingnya hidup dalam keseimbangan jasmani dan ruhani.

Selanjutnya, pelatihan dimulai dengan diputarkannya kaset sebuah serat kidung “Serat Wedhatama” dari Ki Narto Sabdo. Bulu kuduk saya berdiri mendengarkan suara magis yang dilantunkan. Bisik-bisik dengan Ki Sabda Langit, dia mengatakan bahwa saat itu Kanjeng Ratu Kidul juga hadir di tempat itu. Menurut Ki Sabda Langit, akal manusia sangat terbatas untuk memasuki pemahaman tentang hakikat segala yang ada. Manusia dikuasai oleh nafsu jasadnya sehingga susah untuk mengenali diri sejatinya. Kini, seseorang kebanyakan beribadah, namun belum mampu menembus hakikat ibadah tersebut. Pemahaman agamanya masih sebatas syariat. Oleh sebab itu, kita haruslah meneruskan proses syariat itu agar mencapai taraf hakikat dan bisa mencicipi makrifat.

Ki Sabda melanjutkan ada empat tingkat ibadah manusia untuk manembah dengan Gusti Allah SWT. Yang pertama adalah SEMBAH RAGA yaitu tapaning badan jasad kita. Yang kedua SEMBAH CIPTA, di Islam dinamai Tarekat, sembahnya hati yang luhur. Yang ketiga SEMBAH JIWA. di Islam dinamai Hakekat. Kalau sudah bisa melaksanakan sembah cipta baru bisa melaksanakan sembah jiwa. Artinya: rasakan dengan menggunakan rasa “kasukman” yang bisa ditemui dalam eneng, ening dan eling tadi. Tandanya adalah semua sembah, panembah batin yang tulus tidak tercampuri oleh rasa lahir sama sekali. Yang keempat adalah SEMBAH RASA, di Islam dinamai Makrifat. Sembah rasa itu adalah mengalami Rasa Sejati. Rasa sejati adalah apa yang dirasakan diri sejati dan diri sejati yang merupakan wahana Tuhan bersemayam di dalam diri manusia. Maka, pada tingkat makrifat ini, segala perilaku kita akan dituntun oleh Guru Sejati.

Hari Ketiga, Sabtu pagi: Saya mengontak Ki Sabda Langit agar bersiap senam pagi dilanjutkan dengan latihan meditasi olah pernafasan tenaga dalam dan meditasi samadhi. Bertempat di alam terbuka, sebelah kolam renang lobby Hotel Orchids Garden, Batu Malang. Awalnya, peserta diajak berjalan mengelilingi hotel. Selanjutnya peserta berkumpul dan dilakukan peregangan otot sambil menarik nafas dari hidung dan mengeluarkannya melalui mulut. Untuk meditasi samadhi, peserta bersila dalam posisi meditasi. Tangan berada di atas pangkuan menengadah ke atas dengan jempol disatukan dengan jari telunjuk. Selanjutnya tarik nafas dan mengeluarkan melalui mulut. “Konsentrasi pada satu hal saja. Misalnya pada Tuhan, saat menarik nafas kita bilang hu… saat mengeluarkan nafas, kita bilang Allah.. Inlah sholat Daim.” Ujar Ki Sabda.

Peregangan, meditasi olah pernafasan tenaga dalam dan meditasi samadhi dilaksanakan sekitar satu jam. Peserta merasakan banyak manfaat mengikuti sesi pagi ini. Banyak yang mengaku awalnya sakit dan capek-capek justeru menjadi bugar setelah mengikuti meditasi pernafasan tahap awal ini. Acara selanjutnya adalah pemberian materi. Dipaparkan Ki Sabda bahwa ada beberapa tahap sebelum pikiran benar-benar bisa merasakan titik yang paling hening tempat kesadaran diri sejati berada. Dimulai saat gelombang otak kita memasuki fase gelombang gamma, alta, teta, delta… dan akhirnya aktivitas biolistrik di otak benar-benar bergelombang paling rendah. Saat di gelombang terendah itulah “kita ini seperti tidur namun kita sebenarnya sadar penuh. Kita bisa mendengar dengkuran sendiri. Kita bisa melihat diri sejati kita yang sama persis dengan kita.” Ujar Ki sabda.

Masih banyak materi pelatihan yang menarik namun tidak bisa dipaparkan di kesempatan kali ini. Seperti, kunci agar doa bisa dikabulkan Tuhan. “Kita berdoa tidak seperti kita pesan makanan di restoran fastfood. Pesan langsung diantar. Ini doa yang sok tahu, sebab apa kita tahu bahwa keinginan kita ini lebih bagus dari keinginan Tuhan pada kita. Kita perlu pahami bahwa Tuhan bekerja dengan cara-cara yang misterius…” Acara disela dengan coffre break, sambil menunggu peserta yang ada di luar, peserta mendapatkan terapi pengobatan tenaga dalam dari K Sabda Langit. Banyak peserta mendapatkan penanganan langsung dari sang master. Sementara Nyai Untari melayani konsultasi nasib, peruntungan dan lain-lain. Nyai Untari sejak kecil memiliki bakat khusus dan talenta. “Saya ini tergolong indigo sejak anak-anak. Sejak kecil bisa melihat makhluk halus, dan peruntuntan nasib seseorang. Ini kemampuan dari Tuhan jadi harus saya syukuri agar bermanfaat untuk orang lain,” ungkap Nyai Untari. Acara dilanjutkan.

Ki Sabda mengatakan bahwa kita harusnya memperbanyak rasa sukur pada Gusti yang Maha Welas Asih. “Perbanyaklah bersyukur. Apa kita bisa menghitung pemberian Tuhan perdetik saja yang begitu banyak… Otak kita, udara, nafas, denyut nadi, tubuh semuanya bekerja normal. Belum lagi keluarga, saudara, teman yang sehat, silaturahim dan lain-lain… Perdetik ini… coba hitung berapa banyak pemberian-Nya?” Ki Sabda mengingatkan untuk mencapai keluhuran hidup dan kejayaan pasti ada tebusannya. Tidak ada yang gratis di dunia ini. “Laku prihatin harus dilakukan agar kita bisa mencapai kejayaan. Kini bangsa kita sedang krisis di segala bidang. Bencana ada dimana-mana. Inilah hakikat bencana, yaitu momentum laku prihatin yang nanti pasti ada tebusannya. Yaitu kejayaan bangsa,” ujar Ki Sabda Langit optimis.

Akhirnya, Sabtu siang pukul 12.00 WIB acara diakhiri. Peserta dan panitia sudah mendapatkan banyak ilmu dari dua trainer yang waskita dari Yogyakarta ini. Kami pun berpamitan. Saya pulang ke Sidoarjo bersama rombongan keluarga besar Pemkab Sioarjo dan Ki Sabda Langit-Nyai Untari pamit pulang ke Yogya melewati Kediri. Terima kasih Ki dan Nyai, selamat jalan dan dari panjenengan berdua kami mendapatkan input yang berharga untuk mengenali diri sejati yang merupakan guru sejati masing-masing.
komentar | | Read More...

Pasang Susuk Islami

Penulis : Unknown on Rabu, 24 April 2013 | 15.15

Rabu, 24 April 2013

Susuk ini bukan seperti susuk yg anda kenali dengan memasukan benda
seperti emas, berlian, intan atau selainya. Susuk ini hanya menggunakan medium air dan susuk ini boleh di uji coba dengan foto aura selepas mengamalkanya.

-CARANYA:
sediakan air putih secukupnya untuk buat basuh muka.

-BACAKAN:
bismilahirahmanirahim 313x.
Ya qowwiyu ya mattin 313x
ya rohman ya rohiim 313x
artaghfirullohal adzim 99x
allohumma sholli ala muhammad wa alaa ali muhammad 33x.

-SESUDAH SELESAY:
berdoalah dengan hajad anda seperti mau di pandang cantik oleh orang
sekian-sekian dan sebagainya.

-KEMUDIAN:
tiup ke air satu kali, minum air tersebut dan sapu pada muka sampay
habis air nya.

**Sumber: (Ilmu ini saya dapat ijazah dari (saya ngga tau namanya) karna saya telah membeli buku ebook nya)
komentar | | Read More...

Ngilmun Khidir

Agung KS
masagungks@gmail.com
Bismillahirohmanirrohim, Assalamu’alaikum wr wb. Ijinkan saya yang dhoif ini berbagi pengetahuan dan pengalaman yang tak berharga ini,sebagai bahan pertimbangan dan gambaran dalam mengamalkan ilmu. Maka sebelumnya saya haturkan sembah bakti dan mohon restu serta ijinnya, untuk memposting pengalaman ini.
Dalam tradisi keluarga kami ini disebut Ngilmun Khidir, apakah ini juga termasuk Asma’ Rajeh saya tidak tau, yang jelas Ngilmun Khidir ini ada tiga tingkat dan SAYA TIDAK TAU APA KEGUNAANNYA karena Orang Tua saya hanya mengatakan untuk melanggengkan / melestarikan Ngilmun Khidir ini, hanya tingkat dua yang ada cerita eyang Buyut Kibekal Wasih yang bisa memegang petir (gluduk) dimasukan ke “wuwu” kranjang kecil dari bambu untuk tempat ikan saat memancing. Adapun tiga tinggat Ngilmun Khidir itu:
1. Wit Ngilmun Khidir
2. Ngilmun Khidir Sinoca
3. Ngilmun Ratuning Khidir
Disini akan saya ceritakan tentang Wit Ngilmun Khidir. Namun sebelumnya jika ada kesalahan kata, penggambaran serta dianggap lancang saya mohon bimbingan serta kearifan dari poro pinih sepuh. Jika Sedulur minat untuk melakoninya, karena ini elmu yang bernasab waris dari garis ibu, maka sebelum melakoni Ngilmun Khidir ini hendaknya memohon ampunan kepada Ibu ( kedua Orang Tua ) kalau perlu sujud di kakinya (memohon dengan sungguh-sungguh) dan mohon restunya.
Pantangan:
1. Jangan meninggalkan solat jumat berjamaah
2. Menghindari Mo Limo
3. Tidak Boleh menampar, kalo terpaksa lebih baik memukul (mengepal)
4. Ujub & takabur
5. Jalankan Syareat dengan kuat
Sebelum saya menerima Ngilmun Khidir ini oleh Ibu saya disuruh nglakoni puasa sunnah 21 hari dan melanggengkan setiap solat Magrib (setelah doa) sebelum merubah posisi duduk baca QS. Yassin 1x, tapi di ayat 58 baca 11x untuk diri sendiri serta untuk ibu bapak, saudara yang telah meninggal, yang masih hidup juga muslim semua masing-masing 1; jadi 16x. Dan ba’da solat Isya’ baca QS. Al – Baqoroh. Serta setiap solat 5 waktu rokaat pertama setelah Al – Fatihah baca Alam Nasyroh / Al – Insyiroh, roka’at selanjutnya terserah kebiasaan.
Terus terang saya tidak tau apakah ini syarat mutlak untuk menguasai Ngilmun Khidir ini atau hanya untuk mengasah kesiapan dan ke – imanan batin saya.
Ini Sanad Wit Ngilmun Khidir
1. Kanjeng Nabi Khidir
2. Syekh Nurjati
3. Syekh Hindu Haji
4. Syekh Muji/Muja
5. Syekh Assufi
6. Buyut Ki Bekal Wasih
7. Mbah Kuwu Surodinato
8. Ibu Fatimah
9. Syekh Warsih Mangkurogo
10. Buyut Ahmad Kawangsih Nyukmorogo
11. Ibu Maddiri Ayuningrum
12. Saya
13. RA. Az Zahra Ikharry Nadien Ramadhanie
Ini bacaan Wit Ngilmun Khidir
Allohumma ya’sir ayal ma’sudati
Allohumma Fa’man ayal mambudahu
Inna Quwwati nakabannata Qita banata
Inna Quwwati nakatahtah Qitabanata
Inna Quwwati nakatabannata Qina nataba

Penyelarasan yang saya jalani waktu itu: Mencari Pertemuan Dua Sungai ( Saya di Sungai Watubelah ) yang airnya jernih dan mengalir, Ambil air wudu dengan Niat:
Bismillahirochmanirochim
Nawaitu robngal hadasi suharota wal kabirota Lillahi ta’ala
La ilaa ha illalloh Muhammadar rosululloh.

Lalu duduk sila di atas batu di tengah sungai menghadap arah aliran sungai (waktu itu alirannya pas menghadap kiblat). Pejamkan mata baca:
1. Ta’awud 1x
2. Basmallah 21x
3. Alfatihah 7x
4. Al Ikhlas Al Falaq An Nas 1x
5. Syahadatain 3x
6. Ijin dalam hati kepada penghuni sungai untuk melakukan penyelarasan dan jangan mengganggu (sesuaikan bahasa setempat)
7. Sholawat 3x
8. Assalamu’alaika ya ahlul (sambil menepuk permukaan air 3x)
Setelah selesai prosesi ijin kemudian lakukan Solat Tasbih 4rokaat, Solat Taubat 2 rokaat, Solat Mutlak 2 rokaat, Solat Witir 1 rokaat. Lalu lanjutkan membaca:
0. Tawasul kepada Kanjeng Nabi Muhammad, Kanjeng Nabi Khidir, Syekh Nurjati, Syekh Abdul Qodir Aljailani, Syekh Hindu Haji Minangka Kigede Gamel, Syekh Syarif Hidaytulloh, Sunan Kalijogo, Mbah Kuwu Cirebon, Syekh Muji, Syekh Asufi, Malikat papat, Buyut Kibekal Wasih, Mbah Kuwu Surodinato, Mbo’ Fatimah, Syekh Warsih Mangkurogo, Buyut Ahmad Kawangsih Nyukmorogo…( kalo perlu yang lain silahkan tambahkan)
1. Istighfar (astagfirullohal adzim) 313x
2. Subchanalloh walchamdulillah wala ilaha illalloh wallohu akbar wala chawla wala quwwata illa billahil ‘aliyil ‘adlim 313x
3. La ilaha illallohu wachdahu la syarikalahu Lahulmulku walahulhamdu wayuchyi wayumitu wahuwa ala kulli syay’in Qodir 313x
4. Lailaha illalloh ( kubro sampai mampu )
lalu pasrahkan semua kepada Alloh tanpa niat tanpa hasrat manggoneng suwung. Atur napas penuh dengan kepasrahan, penuh penghayatan nikmati gemericik air mengalir (waktu itu air yang membentur batu tempat duduk dirasa makin besar makin mengenai badan) selama 5 menit ( ± ).
Dengan Penuh penghayatan
Tarik Napas (Sambil baca) Inna Quwwati Nakatabannata Qina Nataba
Tahan Napas (sambil Baca) Allohumma Ya’sir Ayal ma’sudati
Allohumma Fa’man ayal mambudahu
Inna Quwwati Nakabannata Qitabanata
Buang Napas ( Sambil Baca )
Inna Quwwati nakatahtah Qitabannata
Lakukan 11x setelah itu weningkan 15 menit sambil menghayati alam dan sesuatu yang begejolak dalam tubuh (perut & dada terus menjalar seluruh tubuh)
Setelah proses penyelarasan baca Asma’ Wit Ngilmun Khidir Ini 313x selama 7 hari setiap ba’da subuh dan Solat Maghrib, bisa (dianjurkan) juga malam harinya setelah sholatul lail. Setelah selesai baca setiap solat lima waktu 3x.
Inilah pengalaman saat saya menerima Wit Ngilmun Khidir, Saat penyelarasan saya rasakan ada arus energi dingin dan panas menjalar seluruh tubuh diawali perut dan dada. Untuk yang berminat silakan dengan terlebih dulu mohon ampunan dan restu dari ibu / orang tua dan jika bisa minta bimbingan Ajengan yang dianggap mumpuni dalam penyelarasannya. Pada saat penyelarasan harap dipantau / ditemani dari seberang sungai. Tapi saya tegaskan lagi, bahwa saya tidak tau fungsi dan kegunaan Ngilmun Khidir walau saya sudah tahap Ngilmun Ratuning Khidir.
komentar | | Read More...

Ngudi Kaweruh Kasunyatan

Penulis : Unknown on Selasa, 23 April 2013 | 09.14

Selasa, 23 April 2013

Ajaran hidup menuju kesempurnaan hidup lahir batin harus terus dijalani untuk mencari kemudian menemukan pengetahuan sejati tentang kenyataan mutlak (NGUDI KAWRUH KASUNYATAN). KAWRUH KASUNYATAN itu kemudian hendaknya dihayati dalam satu kesatuan sistem pemahaman sehingga pemahaman kita tidak bercerai berai…

Apakah hakikat menuntut ilmu? Apakah hanya bermakna membolak balik dan ‘menthelengi’ buku-buku, membaca kitab-kitab (baik garing maupun teles), merenungkan fakta demi fakta yang kita alami saja? Kalau jawabannya “iya” berarti kita pikiran kita masih seperti pikirannya anak-anak.

Pikiran yang lebih maju dan lebih lengkap pasti tidak seperti itu. Harusnya kita melanjutkan pemahaman-pemahaman mitologis yang terpelihara di dalam gudang data pengetahuan di kepala kita dengan cara lebih kritis lagi.

Setelah kita membaca atau merenung harus diteruskan dengan mengolah diri. Bila membaca bersifat pasif: menerima bahan-bahan ajaran, maka mengolah diri bersifat aktif: membuktikan apakah ajaran yang disampaikan para cerdik cendekia itu memang mengandung kebenaran-kebenaran atau justeru mengandung kesalahan. Berarti seorang pencari ilmu harus berani untuk ‘nglakoni’ atau ‘memulai perjalanan laku.’

Di JAwa ada istilah GURU BAKAL dan GURU DADI. Bila GURU BAKAL menunjuk pada pelajaran-pelajaran, buku-buku, ceramah-ceramah atau data-data mentah. Maka GURU DADI-nya adalah MULATSARA DIRI (mengolah diri).

Sudah banyak dipaparkan bagaimana ajaran cara mengolah diri agar kita mampu untuk menjalani hidup ‘sangkan paraning dumadi’ mulai dari bayi, masa kanak-kanak, dewasa, masa tua. Bahkan saat menuju ajal datang pun ada ajarannya. Bahkan sudah terlalu banyak kita dijejali oleh berbagai ajaran hidup menuju kesempurnaan, tinggal apakah kita siap untuk ‘Mulatsara Diri’.

Ajaran hidup menuju kesempurnaan hidup lahir batin harus terus dijalani untuk mencari kemudian menemukan pengetahuan sejati tentang kenyataan mutlak (NGUDI KAWRUH KASUNYATAN). KAWRUH KASUNYATAN itu kemudian hendaknya dihayati dalam satu kesatuan sistem pemahaman sehingga pemahaman kita tidak bercerai berai. Kita hendaknya bisa menyusun fakta demi fakta yang kita alami dalam hidup dengan hati-hati. Ini memerlukan KEHALUSAN PERASAAN, INTENSITAS KEMAUAN dan TINGKATAN-TINGKATAN OLAH RASA.

Dalam SERAT MADU RASA karangan Ki Soedjonoredjo, ada dua tingkat olah rasa.

Tingkat pertama, MADU BASA yang meliputi sopan santun, tata cara, adat istiadat. Intinya adalah bagaimana kita menyusun pengetahuan-pengetahuan lahir atau tata ‘bahasa’ agar mendapatkan ‘kemanisan madu’

Tingkat kedua, MADU RASA yang meliputi tepa sarira, tepa palupi, unggah ungguh, eguh-tangguh, tuju-panuju, empan-papan, kala-mangsa, duga-prayuga, lambe-ati. Kemanisan rasa yang dialami pada tingkat kedua ini lebih mendalam, lebih asyik dan berlangsung dalam waktu yang lebih lama dari tingkatan kedua dan sangat-sangat menyenangkan.

Menurut Ki Soedjonoredjo, ada 13 macam ‘kesenangan’ untuk NGUDI KAWRUH yaitu:

1. Dalam hal mencari keterangan, tanda-tanda atau urusan, kesenangan yang diperolehnya sepanjang jalan seperti kesenangan agen ‘telik sandi’ yang yang mencari ‘SISIK MELIK’.
2. Terpeliharanya DAYA RASA seperti petani yang memelihara tanaman dengan penuh kegembiraan namun belum menemukan hasilnya, yaitu WATAK.
3. Dalam hal melatih PANCA INDERA, kesenangan yang kita peroleh seperti kesenangan joki saat melatih kuda atau seperti pawang melatih gajah, atau kesenangan guru mendidik anak didiknya.
4. MENABUNG DAYA GAIB; kesenangan yang diperolehnya seperti menabung uang, atau pada waktu ditemukannya pedoman-pedoman tertentu sama seperti tukang kayu memperoleh tatah, bur, jangka, penggaris.
5. MENGURAI DAN MENYUSUN DAYA BATIN. Apabila diperoleh rasa dan daya baru, rasa baru itu diolah lagi dan diperhalus lagi. Misalnya untaian ratna. Kesenangan seperti itu sama sekali tidak terhingga, kecuali oleh yang sudah mengalami.
6. MEMBAGI, MENGATUR, MENYUSUN PIKIRAN DAN DISELARASKAN DENGAN RASA dan bisa menghasilkan karya yang indah.
7. MENJUMBUHKAN RASA YANG BERMACAM-MACAM, diatur menurut urutan tingkatan, diselaraskan sehingga tercapai rasa yang indah. Seperti juru masak yang ahli meracik masakan. “Rasa kang sumingit ana layang kikidungan anggitane para linuwih apa dene kang ana ing candi, wayang, gamelan, pakem lan liya-liyane, kabeh wujud gugubahan utawa oncen-oncen (anyar) kang banget endahe. Rasa kang digubah pada maujud ana ing kaalusan, dadi rerenggan sajroning gaib, kang ora kena kinaya ngapa endahe”
8. Orang yang sedang NGELMU dengan penuh ketekunan akan merasakan dan memperhatikan kemajuan yang dicapai, selalu MENDAPAT PETUNJUK DARI PRIBADINYA SENDIRI. Kesenangannya seperti anak sekolah, rasa dan budinya seperti guru, alam semesta ini sebagai pelajaran. “Kabeh pada aweh pitutur marang kang ahli sasmita: kaya-kaya sarupaning kang tumuwuh pada muni dewe-dewe, sarta unine laras kaya gending kang banget kepenake”
9. Penuntut ngelmu akan gemar berbuat baik kepada sesama. Tumbuh niatnya seperti itu dari kehendak yang luhur dan niat itu akan memperbesar DAYA KELUHURAN. Hasilnya langsung akan mengenai diri pribadinya juga; yaitu lenyapnya penyakit watak dan tumbuhnya perasaan dan budi yang luhur.
10. Penuntut ngelmu mempunyai kesenangan seperti pengadu ayam, jangkrik, permainan. Sebab setiap hari selalu menghayati PERANGNYA ANASIR-ANASIR BAIK BURUK. Apabila yang buruk dikalahkan yang baik, kepuasannya melebihi pengadu ayam sebab ia memperoleh ganjaran berupa: DAYA HALUS. Sedangkan pemain ayam asuan hanya memperoleh uang.
11. Penuntut ngelmu yang gentur/gigih mempelajari RAHASIA KEHIDUPAN juga memiliki kesenangan yang sama dengan kesenangan raja yang berperang menaklukkan negara lain. Yaitu bila kekuatan “setan” dikalahkan oleh unsur ILAHIAH pada pribadi kita.
12. Orang yang ngelmu pelajaran kebijaksanaan hidup juga mempunyai kepuasan dan rasa bebas seperti orang yang berhasil melenyapkan KLILIP atau kotoran di pelupuk mata, atau belenggu yang mengganggu perjalanan hidup. Dia terbebas dari ikatan KECANDUAN DUNIA dan RASA BEBAS DARI KEKANGAN. Seperti anak yang tidak lagi menangis karena disapih.
13. Ahli ngelmu mengerti dengan jelas bahwa berbuat baik sangat besar manfaatnya untuk dijalankan. Misalnya kita kehilagan 2 sen dan dapat ganti 100 rupiah, menanam satu biji kelapa dapat hasil banyak dan terus-terusan bagi orang yang AHLI RASA. Mengerti saja sudah senang seperti memperoleh keuntungan yang besar, sebab kenyataannya tidak banyak orang yang menghayati kalimat-kalimat ‘mandes’ hingga ke lubuk hati: “KANG AKEH MUNG KUMAMBANG DIANGGO KEMBANG LAMBE, ORA BISA YAKIN SAJRONING ATI. APA MANEH PANGERTI BAB RASA TRESNA MARANG DAT, DADI WOT MARANG SEGARA RAHMAT. MANUNGSA KANG BISA NGREGANI MARANG PANGERTI KANG SAMAR IKU NGRASA NEMU KANUGRAHAN GEDE, SUKA SUKURE NGUNGKULI KANG NEMU EMAS”
komentar | | Read More...

Manfaat Al Falaq Dan An Nas

A: “Kenapa lelaki ini?”
B: “Disihir orang”
A: “Siapa yang menyihir?”
B: “Labid bin Aksam, Yahudi”
A: “Dengan apa disihir?”
B: “Dengan sisir dan gigi sisir
A: “Di mana?”
B: “Dalam buntalan daun tamar di bawah batu di telaga zarwan”

Itulah dialog dua malaikat saat melihat Rasulullah terbaring sakit yang merupakan Azbabun Nuzul (sebab-sebab turunnya) Surat Al Falaq dan An Nas. Dua surat ini diturunkan saat Rasulullah Muhammad SAW pulang dari Hudaibiyah di bulan Zulhijjah tahun ke tujuh hijriah. Diriwayatkan setelah selesai perang Khaibar maka para pemimpin Yahudi berniat untuk terus menghabisi gerakan dan ajaran yang dibawa Muhammad SAW dengan berbagai cara.

Salah satu cara itu adalah cara-cara mistik yaitu menggunakan ilmu sihir. Diutuslah seorang pimpinan Yahudi untuk menemui dukun sihir Yahudi, Labid bin Aksam. Labid sang dukun sihir meminta syarat yaitu benda-benda pribadi milik Rasulullah. Singkatnya, dengan kerja sama dari seorang pendamping Rasulullah ditemukanlah sisir rambut nabi.

Ritual magis ilmu hitam pun dilakukan pada suatu malam oleh Labid bin Aksam. Sebuah lilin dibentuk menjadi seperti boneka kecil menyerupai tubuh manusia. Di dunia sihir, teknik ini fungsinya adalah visualisasi dan representasi tubuh yang akan disihir. Sebuah teknik universal yang sudah jamak dilaksanakan oleh kalangan tukang sihir ilmu hitam di belahan dunia barat dan timur. Boneka lilin itu kemudian diikat dengan sebelas ikatan dan kemudian ditusuk dengan sebelas jarum dan diletakkan di sebuah tempat.

Maka saat itu Rasullah diiriwayatkan terkena sihir selama 40 hari. Tubuhnya panas dingin dan penuh kesakitan, meskipun tidak sampai membuat tewas sang kekasih Allah ini. Kesadarannya timbul dan kadang tenggelam hingga tidak mampu mengingat siapa dirinya.

Hingga akhirnya, pertolongan Allah SWT datang. DIA  mengutus dua malaikat untuk mendatangi Rasulullah dari dua arah. Seorang malaikat datang di arah kepala (A) dan seorang malaikat datang di arah kaki (B). Terjadilah dialog antara dua malaikat sebagaimana yang telah ditulis di awal artikel tadi.

Rasulullah kemudian dibuka kesadarannya oleh dua malaikat tersebut dan terbangun. Si Rasulullah kemudian menyuruh Sayidina Ali, Sayidina Zubir dan Omar bin Yasir untuk pergi ke telaga Zarwan. Di bawah sebuah batu, ditemukan buntalan daun tamar. Di dalam buntalan tersebut terdapat sisir rambut, gigi sisir  dan boneka lilin yang diikat sebelas simpul dan sebelas jarum yang ditusukkan. Boneka tersebut kemudian dibawa ke Rasulullah SAW.

Selanjutnya, turunlah dua surat yaitu SURAT AL FALAQ DAN AN NAS. Apabila di baca satu ayat, maka terurailah satu ikatan, sehingga akhirnya semua ikatan gaib di tubuh Rasulullah terlepas. Rasulullah SAW akhirnya terbebaskan dari pengaruh semua sihir. Satu persatu jarum di boneka dicabut sambil membaca satu ayat, hingga akhirnya rasa sakit di seluruh tubuh Rasulullah menghilang.


Diriwayatkan dari ‘Aisyah (R.a) bahwa usai kejadian tersebut pada setiap malam apabila akan tidur, Rasulullah membaca SURAT IKHLAS, SURAT AL FALAQ DAN SURAT AN NAS. Kemudian ditiupkan pada kedua tapak tangan dam disapukan ke seluruh tubuh dan kepala.

Sayidina Ali (RA) memaparkan pernah Rasulullah diggiit kala jengking, kemudian beliau mengambil air garam, dibacakan surah Al Falaq dan An Nas lalu disapukan ke anggota tubuh yang digit kala jengking. Di riwayat lain yang disampaikan oleh Uqbah bin Amir: ketika aku sesat dalam perjalanan bersama dengan Rasulullah ia membaca surah Al Falaq dan An Nas dan aku pun disuruh membacanya.

Itulah sedikit sejarah Rasulullah SAW di masa silam. Sehingga kita juga bisa meneladani perilakunya menyembuhkan berbagai godaan ilmu hitam maupun godaan fisik lain dengan obat mujarab yaitu surah Al Falaq dan An Nas. Dua ayat ini memang terbukti efektif untuk membentengi diri dari kejahatan gaib. Bila dibaca sebanyak 41 kali, selama 3 hari, 5 atau 7 hari berturut-turut maka kejahatan setan dan manusia akan hancur. Bila menghadapi penguasa yang kejam dan lalim, maka kita disarankan membaca surat Al Falaq dan surat An Nas masing-masing sebanyak 100 kali.
komentar | | Read More...

Ilmu Hikmah Rombak Jasad

Penulis : Unknown on Senin, 22 April 2013 | 17.22

Senin, 22 April 2013

Amalan ini berguna untuk memperbaiki kondisi tubuh kita, sesuay dengan
apa yg kita harapkan/inginkan, seperti untuk menambah tinggi badan,
menumbuhkan gigi baru, menggemukan badan, menghilangkan bekas luka,
menyambung tulang yg patah, melebatkan rambut, memperkuat sahwat dll,

-CARANYA:
puasa sunah selam 9 hari. Selama puasa, setiap selesay shalat fardhu
amalanya di baca sebanyak 21x, dan 313x pada malam harinya sehabis
shalat hajad/tahajud. Setelah selesay membaca semua amalanya, maka
tiupkan nafas anda sebanyak 3x pada telapak tangan kanan, kemudian
diusapkan sebanyak 3x pada seluruh tubuh atau bagian tubuh yg di
inginkan di perbaiki.

-AMALANYA:
bismilahirahmanirahim alladzii kholaqoka fasawwaaka fa’adalaka, fii
ayyi shuurotin maa syaa-a rokkabaka. Robbi innii as’aluka(….)bini’matim minalloohu.
(titik-tithk di isi dengan tujuan misalkan ingin tinggi badan sampai 2 meter.)

-INSYA ALLAH:
setelah 100 hari selesay mengmalkan ilmu ini, tubuh anda yg ingin di
perbaiki tersebut akan berubah seperti yg anda inginkan.

**Sumber: (Ilmu ini saya dapat ijazah dari (saya ngga tau namanya) karna saya telah membeli buku ebook nya)
komentar (2) | | Read More...

Cerita Rumah Eyang Subur Dianggap Keramat - BeritaSatu

Jakarta - Saat mengadu ke Komnas HAM, Jumat (19/4), terkait perseteruannya dengan Adi Bing Slamet, terungkap jika sebenarnya bukan Eyang Subur yang mengundang banyak orang untuk datang ke rumahnya. Sebab, di hadapan para staf Komnas HAM, Eyang Subur mengaku tidak pernah mengiklankan apapun tentang dirinya.

Menurut Eyang Subur, awalnya terjadi kebakaran hebat di wilayah kediamannya, kawasan Jakarta Barat tahun 1991. Namun anehnya, saat itu, hanya rumah Eyang Subur saja yang terlepas dari si jago merah. Sementara ribuan rumah di wilayahnya terkena kobaran api.

"Bahkan warga banyak yang mengungsi ke rumah Eyang," ujar Eyang Subur yang didampingi kuasa hukumnya.

Saat itu, menurut Eyang Subur, ia sebenarnya pasrah dengan kondisi kebakaran yang menimpa wilayah sekitarnya. Namun dengan penuh keyakinan, ia pun memanjatkan doa.

"Saya waktu itu yakin sama Alloh dan nabinya. Alhamdulillah selamat," terang Eyang Subur.

Kebakaran saat itu terjadi dari siang hingga malam hari. Selama itu pula sejumlah warga mengungsi ke rumah Eyang Subur.

"Sejak itu, entah kenapa rumah saya dikeramatkan oleh warga. Banyak tamu yang datang dan tersebar dari mulut ke mulut. Ada yang datang minta nasihat, saya bilang harus ini dan itu, Alhamdulillah berhasil jadi semakin banyak yang datang," beber lelaki berusia 70 tahun tersebut.

http://www.beritasatu.com/hiburan/109126-cerita-rumah-eyang-subur-dianggap-keramat.html

komentar | | Read More...

Pemrogaman Bahasa Otak

Alam semesta (makrokosmos) memang sangat-sangat luar biasa. Dia hidup, memiliki prinsip dan kinerja yang maha ikhlas sehingga selalu bersih dan bebas dari residu.

Manusia adalah mikrokosmos, replika alam semesta yang juga memiliki gambaran kesempurnaan yang sama. Kajilah bermilyar-milyar sel-sel syaraf yang ada di otak yang sama jumlahnya dengan bintang-bintang di langit, maka Anda memiliki pengelihatan tentang alam semesta secara utuh.

Sebagai susunan syaraf pusat, otak adalah pengendali seluruh sistem kinerja tubuh. Di otak pula, semua elemen pengetahuan yang dalam ranah psikologi biasa disebut kognitif afektif konatif manusia itu ada. Ketika orang merasa sedih, bahagia, khusyuk, maka di bagian-bagian tertentu di otaklah yang sebenarnya bekerja. Rasa sakit di tubuh sumbernya di otak pula. Sebaliknya, sukses, sehat, bahagia, sejahtera dan kaya sumbernya juga dari otak.

Artikel ini berupaya untuk memberikan petunjuk sederhana tentang bagaimana cara menstimulasi otak dengan sebuah teknik canggih yang dikenal di dunia neuroscience sebagai Neuro-linguistic Programming. Meski sederhana, semoga kehadirannya memberi arti dan manfaat yang nyata bagi Pembaca Blog yang Budiman.
1. PROLOG

“Bila Anda mengubah keyakinan Anda,
Anda mengubah harapan Anda,
Bila Anda mengubah harapan Anda,
Anda mengubah sikap Anda,
Kalau Anda mengubah sikap Anda,
Anda mengubah tingkah laku Anda,
Bila Anda mengubah tingkah laku Anda,
Anda mengubah kerja Anda,
Bila Anda mengubah kerja Anda,
Anda mengubah hidup Anda”

Neuro-linguistic Programming disingkat NLP adalah satu metode pengembangan pribadi menuju sukses. NLP juga kerap disebut sebagai perangkat lunak atau “software” dari otak yang mengijinkan apapun pengalaman yang ingin dilakukan seseorang. NLP bermanfaat bagi setiap pribadi yang ingin sukses di berbagai bidang yaitu akan mempertajam kemampuan berkomunikasi sehingga bermanfaat bagi mereka yang berkecimpung di bidang pendidikan, kedokteran, konseling, motivator, konsultan, jajaran manajemen, negosiator, juga amat bermanfaat bagi orang tua, pembicara publik, olahragawan dan banyak bidang lainnya.

Seseorang yang telah memperoleh pelatihan NLP memiliki kemampuan untuk mengubah masa lalunya, menjadi pribadi yang optimis dan bersemangat mencapai tujuan yang ingin diraih. Metode pengajaran NLP secara mendasar adalah metode terapi dengan penerapannya yang luas. Yaitu memberikan pengajaran bagaimana orang menggunakan otaknya. Dipelajari proses otak bekerja sehingga ketika seseorang mengetahui apa yang bisa dilakukannya, maka sangat dimungkinkan untuk menggunakannya secara optimal untuk mendapatkan keuntungan yang lebih luas.
Berbeda dengan pelatihan yang lain, pelatihan NLP melibatkan perasaan, feeling dan emosi. NLP membantu untuk mentransformasikan perasaan-perasaan lemah menjadi perasaan yang penuh kekuatan. Membantu mengubah ingatan usang tentang citra diri yang gagal menjadi citra baru yang positif.

Ada beberapa pola pelatihan NLP yang bisa dirasakan manfaatnya secara langsung. Yaitu mengubah perasaan, belajar berpikir dengan strategi dan pendekatan yang baru, mengubah kebiasaan-kebiasaan buruk dan memotivasi diri untuk maju. Pola pelatihan lainnya bermanfaat untuk bidang lainnya.

Neuro Linguistic Programming (NLP), bisa dikatakan seperangkat teknik-teknik canggih untuk menggunakan pikiran, mental, dan fisik yang memberikan kemampuan Anda untuk mengubah, mengadopsi, atau menghapuskan perilaku-perilaku sesuai keinginan Anda, dan memberikan kemampuan untuk memilih sendiri kondisi mental, emosional, dan kondisi fisik.

Teknik-teknik ini telah terbukti memberikan hasil, aplikasinya hampir tidak terbatas. Saat ini bahkan sudah diterapkan di berbagai perusahaan kelas dunia (Fortune 500), dunia pemasaran, manajemen, komunikasi, pelatihan, pendidikan, olahraga, ilmu pengobatan, dan pengembangan pribadi.
Berbagai sistem lain diluar NLP juga sangat baik dalam menemukan permasalahan tapi tidak memberikan tools yang dapat digunakan secara pribadi, tanpa rasa sakit, dan menjanjikan perubahan yang lebih cepat yang tersedia bagi anda untuk meningkatkan hidup, kesehatan, hubungan, karier dan keuangan. Penelitian membuktikan bahwa teknik-teknik NLP ini adalah lebih baik dalam menciptakan perubahan yang lebih cepat dalam kehidupan, dengan cara yang menyenangkan. ***

II. DETAIL NLP

Amerika Serikat awal tahun 1970, tepatnya di University of California. Berkumpullah satu tim untuk bekerjasama dalam usaha menjelaskan proses berpikir, pola-pola bahasa dan pengaruhnya pada pola-pola kebiasaan manusia. Tim terdiri dari John Grinder (profesor linguistik di University of California di Santa Cruz), Richard Bandler (peneliti psikologi dan matematika di Santa Cruz), Fritz Perls (pendiri terapi Gestalt), Virginia Satir (psychotherapis), Milton Erickson MD (hypnotherapis yang inovatif) serta Gregory Bateson (antropolog dan penemu teori komunikasi). Tim ini akhirnya menemukan beragam kebiasaan dan elemen psikologi yang dialami individu yang tidak disadari dan tidak mampu dijelaskan sebelumnya.
NLP lantas dipopulerkan oleh Anthony Robbins hingga meluas di USA dan seluruh dunia, belakangan Anthony Robbins membuat merek sendiri, yakni NAC (Neuro Associations Conditioning). Barisan pelopor NLP lantas mulai mengibarkan sayapnya merambah dataran aplikasi di luar terapi. Ilmu ini dikembangluaskan untuk mencapai berbagai keunggulan manusia; antara lain untuk meraih keunggulan di bidang komunikator, olahraga, leadership, pengajar, bisnisman, karyawan, penyanyi, meditasi, dan berbagai sukses lainnya.

Modelling dalam NLP memungkinkan untuk mempelajari dan menduplikasi keahlian seseorang. Aplikasi modelling ini sungguh tak terbatas. Bila ada seseorang pernah melakukan sesuatu hal, maka dengan modelling kita juga dapat menduplikasi agar bisa melakukannya juga. Melalui NLP kita juga bisa melakukan coding suatu perilaku unggul manusia dan memetakannya dalam suatu pola-pola inti tertentu. Pola-pola inilah yang kemudian disusun ulang dengan urutan dan kombinasi tertentu akan menjadi model of excellence yang dengan mudah untuk diduplikasikan kepada orang lain.

Dengan menganalisa pola-pola berbicara, besar suara dan pilihan kata-kata, maka akan berpengaruh pada seperti gerakan tubuh (gestur) serta gerakan mata. Peneliti Grinder dan Bandler menunjukkan hubungan antara bahasa tubuh (body language) dan pola berbicara. Tim kemudian menghubungkan dengan proses berpikir internal dan didasari temuan awal ini Grinder dan Bandler melatih para klien yang memiliki preoblem emosi yang sulit.

Misalnya, yang klien ditanya tentang problemnya akan menampakkan gerakan mata, tubuh, suara dan pola-pola nafas akibat dari pola-pola yang tidak sadar (unconscious) dan bergantung pada situasi emosional. Pola unconscious ini kemudian diubah dengan pola yang baru.
Setiap yang kita alami direpresentasikan secara internal oleh sistem syaraf kita. Tanpa kita sadari kelima indra ini secara konstan menerima dan memproses informasi tentang dunia dan tentang kita. Oleh karena body and mind adalah suatu bagian dari sistem yang tak terpisahkan, maka apapun yang terjadi pada salah satu bagian akan memiliki efek pada bagian yang lain.

Misalkan, kita tidak dapat berpikir tentang sesuatu hal tanpa diikuti oleh respon fisik tertentu, demikian juga sebaliknya. Terkadang kita tidak mendengar apa yang tidak kita ingin dengar, inilah yang kita sebut sebagai filter, disinilah terjadinya perbedaan antara mendengar dan mendengarkan. Karena filter visual, maka kita juga tidak melihat apa yang tidak kita ingin lihat, inilah perbedaan antara melihat dan memperhatikan.

Ada lima rep system dan yang yang menonjol hanya tiga, yaitu V (Visual), A (Auditorial) dan K (Kinestetik), sementara karena O dan G sangat jarang digunakan. Sehingga kita memasukkan O dan G kedalam kategori K. Inilah yang disebut sebagai konsep VAK dalam NLP, konsep ini sangat terkenal, bahkan banyak orang mengira NLP hanyalah VAK ini.

Menariknya, dalam berkomunikasi seseorang akan menggunakan sejenis kode-kode rep system pilihan mereka. Ada orang tertentu yang lebih suka menggunakan indera mata dalam memahami sekitar, mengingat informasi dan mengambil keputusan. Dengan demikian rep-system-nya akan lebih cenderung didominasi oleh hal-hal yang sifatnya Visual.

Dalam bahasa NLP, orang ini akan disebut sebagai orang dengan preferensi visual (Visually Preferred System). Jadi jika dicermati, dalam berkomunikasi kita akan temui beberapa preferensi, orang dengan preferensi V (Visual), orang dengan preferensi A (Auditorial), dan orang dengan preferensi K (Kinestetik). Dan orang dengan berpreferensi V tetaplah memiliki rep system A ataupun K dalam cara ia memahami dunia, mengingat memori dan mengambil keputusan. Hanya saja ia lebih suka (prefer) untuk menggunakan rep-system V dibandingkan dengan yang lainnya.

Dalam upaya mengenali apakah pref-system sesorang, kita dapat melihat dari pilihan kata yang dipergunakan, dan bahasa tubuh khususnya gerakan mata. Sebagai contoh, orang-orang yang pref-system-nya V, akan cenderung menggunakan kata-kata dengan predikat V seperti (kelihatannya, nampaknya, pengamatanku, dll). Demikian pula ia juga akan suka mengunakan berbagai kata yang mencerminkan penggunaan mata, seperti: indah, terang, cerah dan sebagainya. Untuk orang berpreferensi A, akan banyak menggunakan kata-kata berpredikat A (kedengarannya, perkataan mu) dan kata-kata yang mencerminkan penggunaan telinga.

Sedangkan untuk orang berpreferensi K akan banyak menggunakan predikat K (perasaanku, rasanya, dll) dan kata-kata yang mencerminkan penggunaan rasa. Jika Anda dapat mengenali kode preferred system lawan bicara Anda, maka Anda dapat berkomunikasi dengan sangat lancar dengannya. Caranya adalah dengan melakukan penyelarasan (pacing) dari kata-kata dan bahasa tubuh Anda sesuai dengan cara lawan bicara Anda.

Saat Anda menyelaraskan kode verbal seseorang dengan menggunakan kata-kata dari rep system yang mereka pilih, maka mereka tidak usah meng-uncode untuk membuatnya bisa dimengerti. Inilah dasar dari rapport, yakni menggunakan rep system yang sama yang dipakai orang lain yang berkomunikasi dengan mereka. Sehingga fokus pelatihan Neuro-linguistic Programming (NLP) adalah bagaimana seseorang itu belajar berkomunikasi, mengubah keyakinan, tumbuh berkembang dan menyembuhkan dirinya.

Dari asal katanya, kata “Neuro” mengacu pada cara bekerjanya otak dan bagaimana manusia berpikir secara konsisten dan serta pola-polanya yang tetap. Kata “Linguistic” mengacu pada pengungkapan pola-pola kerja otak melalui bahasa untuk berpikir baik verbal dan nonverbal. Sementara kata “Programming” adalam memasukkan suatu gagasan atau konsep ke otak. Ini mengacu pada bagaimana pola-pola ini dipahami dan diketahui oleh pikiran dan bagaimana melampauinya sehingga seseorang akan bisa membuat pilihan yang lebih baik bagi kebiasaan dan kesehatannya.

Orang yang memiliki kesulitan untuk menyembuhkan sakit fisik hampir selalu memiliki keyakinan negatif penyakitnya, apakah dia bisa sembuh atau tidak. Mereka beepndapat tentang tidak adanya bantuan dan tiadanya pertolongan, hilangnya harapan, bahkan akan mengatakan “Saya tidak bisa sembuh.”

Tujuan lain NLP dengan begitu adalah menggerakkan seseorang untuk mengubah keyakinan-keyakinan yang negatif dan kontraproduktif tersebut. Mereka akan dibantu untuk memprogram ulang keyakinannya tentang kesehatan dan lain-lain. Pelatihan NLP menerangjelaskan tentang bagaimana seseorang menemukan identitas dirinya, ketakinan pribadi, filsafat hidup serta tujuan-tujuan hidupnya.

Berbagai penelitian medis menunjukkan bagaimana pengaruh keyakinan itu perubahan tubuh seperti kulit, kelembaban bibir, mata atau respon fisiologis lain. Dan keyakinan itu dimulai pada proses pemberian informasi dan selanjutnya diterima sebagai sugesti.

Menurut Janet Konefal, Ph.D., dari Miami, Florida, identitas adalah komponen utama dari cara seseorang bernegosiasi dengan kondisi kesehatannya, khususnya seseorang yang sedang menderita sakit kronis. “Terlalu sering orang cenderung menjustifikasi dan sok tahu tentang penyakitnya. Jarang orang mengatakan saya John yang sedang dalam kondisi diabetes. Dia cenderung mengatakan saya sakit diabetes. Contoh lain, seorang tidak biasa mengatakan dia sedang terkena virus HIV, namun biasanya mengatakan saya sakit AIDS. Padahal, dengan mengatakan saya sakit diabetes, saya sakit AIDS ini, penyakit dalam tubuhnya langsung bergerak dan segera menekan tubuhnya,” kata Dr. Konefal

Satu dari prioritas pertama pelatihan NLP adalah memisahkan identifikasi yang negatif dan salah dan selanjutnya membangun kembali identitas diri yang lebih baik. Perubahan ini akan memberikan keuntungan dalam beragam aspek individual bahkan sosial seperti keluarga, rekan-rekan kerja yang seimbang, bahkan juga sistem internal individu tersebut: pemikiran, strategi, kelakuan, kapabilitas, nilai-nilai dan keyakinannya.

Setelah pelatihan NLP, biasanya dilakukan pengecekan antara sebelum dan setelah mengikuti pelatihan. Melalui pertanyaan dan jawaban yang jujur dalam satu forum khusus terbatas. Langkah selanjutnya instruktur akan menanyakan pada klien untuk melihat dirinya sendiri dan kondisi kesehatannya. Dengan kehati-hatian, hasilnya bisa dilihat dari proses kesembuhannya yang membaik. Respon otak yang alamiah adalam meniru apapun gambaran serta keyakinan yang baik. Otak kemudian memicu dan menggerakkan sistem kekebalan tubuh untuk membimbing tubuh agar sehat dan lebih baik.

Di dalam pelatihan NLP, digunakan berbagai gerak untuk memperkuat efek visualisasi dalam otak. Para ahli otak menamakannya dengan sebuah jangkar (anchor) yang bermanfaat untuk memegang kondisi positif melalui sistem syaraf klien. Jangkar itu juga bisa diciptakan melalui metode pendengaran dan visual, ini bergantung pada kebutuhan klien.

Dengan mengidentifikasi dan menggerakkan kembali batas-batas keyakinan seseorang tentang kondisinya, maka NLP memberikan keuntungan yang besar bagi kesehatan fisik maupun mental. Sistem kekebalan tubuh pun akan bekerja lebih baik.

David Paul, M.D., direktur Rumah Sakit Valley Medical Center di Colorado, menggunakan NLP secara rutin di rumah sakitnya. Seperti bagi para korban cedera bahu. Standard pelatihan medis NLP di sini meliputi induksi keyakinan dan relaksasi otot, yang diikuti oleh manipulasi menyandarkan bahu ke belakang.

Dr. Paul dan grupnya mengembangkan satu teknik yang menggunakan pola-pola bahasa yang berbasis NLP untuk membantu pasien agar berhasil relaksasi dan tidak memberi ruang bagi ketidaknyamanan dengan cara memanipulasi psikis pasien.

“Kita gunakan kata-kata seperti biarkan tanganmu serileks mungkin,” jelas Dr. Paul, dan “biarkan bahumu rileks; perhatikan di tanganmu saat ini sudah nyaman dan bebas dari ketidaknyamanan.” Semua sugesti yang diberikan bersifat positif, tidak ada yang negatif dan juga sangat spesifik. Sembilan puluh lima persen bahu pasien bisa sembuh dan kembali ke sedia kala dalam satu menit atau kurang tanpa menggunakan morphine, valium, atau obat-obatan lain,” tukas Dr. Paul. Menurut penelitian medis yang dikembangkan di dalam NLP, informasi di otak adalah sandi dari lima indera; pengelihatan, pendengaran, sentuhan, rasa dan bau. Masing-masing indera juga dinamakan modalitas dan manusia juga memiliki subperangkat kualitas yang dinamakan submodalitas, yang berfungsi sama dengan remote control di perangkat televisi.

Informasi itu dimunculkan kembali oleh otak melalui ingatan, submodalitasnya menentukan ketajaman memori yaitu kontras, warna dan volumenya. Contohnya, ketika mengingat seseorang di masa lampau, submodalitas akan menentukan di pikiran jauh dekatnya orang tersebut, apakah dia terlihat jelas warnanya, atau sebaliknya berwarna hitam dan putih dan seterusnya. Di dalam pelatihan NLP, oleh karena itu dilatih bagaimana submodalitas ini dikembangkan melalui berbagai latihan. Jalan lain mengubah batas-batas keyakinan adalah menggunakan teknik yang dinamakan menerbitkan kembali cetakan ingatan. Ingatan (memori) dicetak sejak usia kita masih muda. Ingatan positif bersifat memberdayakan/menguatkan sementara yang negatif berdampak pada trauma atau kebingungan yang kemudian dilupakan. Namun ini bergantung pada batas-batas keyakinan.

Menurut trainer NLP Tim Hallbom, “Satu cetakan ingatan negatif yang dibangun dari keyakinan negatif bisa menciptakan problem serius ketika otak menduplikasi pesan ini dan mengirimkannya lagi ke tubuh. Sistem kekebalan tubuh akan segera longgar dan memerintahklan kondisi kesehatan tubuh untuk memburuk. Banyak respon kekebalan tubuh melemah akibat diciptakannya batas-batas keyakinan melalui trauma dan kebingungan”
Instruktur NLP akan membantu mengidentifikasi batas-batas keyakinan yang dibentuk selama pembentukan cetakan keyakinan dan berusaha mencetak kembali atau menempatkan kembali memori di otak secara lebih proporsional dan positif. ***

III. PERANGKAT KERAS
Otak manusia diakui sebagai struktur biologi yang paling canggih yang dikenal di manapun di bumi. Terletak di dalam tengkorak, otak merupakan organ terlindung paling baik di seluruh tubuh Anda dan menikmati prioritas tertinggi dalam hal pembagian darah, oksigen, dan zat-zat hara. Otak ini melayang dalam medium zat cair yang bersirkulasi dan betul-betul mengapung di dalam sebuah cangkang tahan guncang.

Paul Thomas dalam Advanced Psycho Cybernetics and Psychofeedback menjelaskan bahwa otak manusia sangat padat. Beratnya hanya sekitar 1400 gram untuk pria dewasa dan 1275 untuk wanita. Otak hanya membutuhkan 1/10 volt listrik untuk dapat bekerja efisien, namun otak terdiri dari puluhan miliar sel saraf.

Otak membuat komputer paling canggih pun jauh ketinggalan dalam hal kemampuannya yang betul-betul menakjubkan. Jaringan interkoneksi (yang disebut sinaps-sinaps) antara milyaran sel-sel saraf (neuron) di otak secara potensial sanggup memproses kepingan informasi dengan cara-cara yang jumlahnya setara dengan 2 sampai 10 pangkat 13. Ini merupakan angka yang jauh lebih besar daripada jumlah seluruh atom di alam semesta.

Namun otak manusia demikian rapi susunannya sehingga bahkan untuk mendekati kemampuan semacam itu, sebuah komputer modern sekurang-kurangnya harus 10.000 kali lebih besar daripada rata-rata otak.
Fungsi utama otak adalah mengendalikan semua kerja tubuh dan merancang tubuh itu sendiri. Bagian bawah struktur, dikenal sebagai batang otak, bersatu dengan sumsum tulang belakang untuk membentuk sistem saraf pusat, yang berhubungan dengan semua bagian tubuh. Maka setiap kegiatan otak akan mempengaruhi setiap sel dalam tubuh baik langsung maupun tidak langsung, melalui jaringan syaraf luas yang ada di seluruh jaringan tubuh

Dari sudut pandang NLP, yang perlu diketengahkan adalah pembangian otak menjadi dua yaitu bagian sadar dan bagian tidak sadar. Bagian otak sadar adalah kemampuan rasional, obyektif, membeda-bedakan. Perannya ialah menampung informasi dari pengamalan sehari-hari. Menentukan apakah informasi itu bermakna atau tidak, dan mengambil keputusan. Bagian yang sadar selalu membuat keputusan menerima atau menolak informasi yang datang. Masing-masing informasi yang diterima bagian sadar selanjutnya diterima bagian tidak sadar pula sebagai sesuatu yang diyakini benar, sebagai fakta dan kenyataan.

Maka bila Anda menerima gagasan bahwa Anda gagal, maka bagian tidak sadar akan menyetujui keyakinan tersebut dan bertindak mewujudkannya.
Bagian tidak sadar ini mirip database di komputer. Yang berfungsi menyimpan dan mengambil lagi data yang berkaitan dengan setiap pengalaman, gagasan, gambaran atau ide yang pernah Anda hadapi. Bagian tidak sadar selalu bekerja untuk membuat setiap perkataan dan tindakan Anda sesuai dengan sebuah pola yang konsisten dengan pemrograman sadar Anda sebelumnya.

Bagian tidak sadar menjamin agar Anda tetap setia kepada citra yang Anda miliki tentang diri Anda (cara berjalan, berbicara, berpikir, bertindak) dengan cara yang konsisten dengan informasi yang telah diterima oleh bagian sadar sebagai hal yang mewakili Anda sesungguhnya.
Kunci sukses terletak pada pengendalian apa yang Anda pikirkan, sebab Anda selalu akan memperoleh apa yang terus menerus Anda katakan kepada pikiran Anda bahwa Anda menginginkannya. Bila Anda membuat pikiran sadar Anda terpancang pada apa yang Anda inginkan dan bukan pada apa yang Anda hindari, maka ini akan berkembang dalam pengalaman.

Sukses oleh karena itu hanya terjadi kalau Anda secara sistematis mengendalikan pikiran-pikiran yang Anda bolehkan mengisi pikiran sadar Anda dari detik ke detik. Sukses akan berhasil diraih bila Anda memusatkan perhatian pada pikiran-pikiran positif serta menggunakan kata-kata dan tindakan untuk mengungkapkannya.

Proses pikiran sadar mencakup empat langkah (1) pencerapan indera (2) asosiasi (3) evaluasi dan (4) keputusan. Semua proses ini berlangsung dalam sepersekian detik. Yang perlu dicatat dalam proses ini, tingkah laku Anda bukanlah sekedar fungsi dari apa yang sedang berlangsung. Tingkah laku bergantung pada (1) Rancangan yang dibiarkan memasuki kesadaran Anda, dan (2) database di ingatan. Bila sebuah pengalaman serupa di masa lalu menimbulkan keputusan tertentu, maka Anda akan menanggapi dengan cara yang sama saat pengalaman itu muncul lagi saat ini.

Kumpulan data masa lalu itu disebut sistem keyakinan yang berfungsi sebagai kerangka berpikir Anda sewaktu mengalami hal-hal baru dalam hidup dan merupakan keseluruhan program yang harus dijalani otak. Sistem keyakinan ini pada umumnya tidak lengkap dan tidak dapat diandalkan. Maka, diperlukan kegigihan untuk mencari peluang untuk membetulkan keyakinan-keyakinan dengan memutakhirkan kenyataan model mental mereka. Sebab yang kita lihat hanyalah interpretasi otak kita terhadap apa yang sesungguhnya terjadi. Memang, kita tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi!

Di dalam NLP, diupayakan secara sadar untuk membangun kreativitas dengan membayangkan suatu peristiwa dalam pikiran Anda secara mendetail dan peristiwa tersebut secara otomatis menjadi profil ingatan Anda. Otak tidak dapat membedakan antara pengalaman nyata dengan pengalaman buatan yang dilamunkan secara hidup dan mendetail. Bahkan, pengalaman nyata dan pengalaman buatan memiliki jejak neurologi yang sama.

Dasar teori NLP sebagai berikut. Bahwa tubuh dan pikiran memiliki korelasi/koneksi. Apa yang dipikirkan seseorang akan terlihat di dalam bahasa tubuhnya dan sebaliknya bahasa tubuh seseorang akan mempengaruhi pikirannya. Seseorang yang tangannya menggaruk-garuk seputar mata artinya adalah begini, dan seseorang yang bersandar sambil tangannya membentuk semacam piramida artinya demikian. Apakah tanda-tanda seperti ini berlaku universal? Bagaimana jika lawan bicara memiliki kebiasaan bahasa tubuh tertentu?

Menjawab pertanyaan diatas NLP mengembangkan disiplin yang disebut callibration (kalibrasi). Idenya adalah mengukur secara langsung bahasa tubuh seseorang, dengan terutama memperhatikan micro behavior. Yang dimaksud dengan micro behavior adalah bahasa tubuh yang cenderung subtle (nyaris tidak observable). Sejumlah di antaranya adalah yang disebut sebagai involuntary muscle movement (gerakan otot tak sadar).
Dalam bermain kartu, misalnya, kita tidak boleh begitu saja percaya pada kata-kata lawan main mengenai kondisi kartunya. Kemampuan verbal adalah kemampuan yang biasanya paling berkembang selaras dengan usia seseorang. Bahasa hanyalah salah satu doorway bagi seorang manusia dalam mengemukakan apa yang ada di benak pikiran atau perasaannya. Ada pintu-pintu lain yang akan me-release keluar apa-apa yang kita pikir atau rasakan, yakni bahasa non verbal dan khususnya involuntary muscle movement tadi.
Jadi sesungguhnya dalam setiap saat, seluruh tubuh kita mengirimkan sinyal-sinyal informasi. Kalibrasi adalah pengukuran mengenai fisiologis seseorang sehingga kita bisa tahu mengenai “state” nya.

Cara mengkalibrasi seseorang adalah dengan cara senantiasa mengamati tanda-tanda tertentu yang selalu muncul saat lawan main sedang senang, sedang netral dan sedang susah. Misalnya, pengukuran awal yang dilakukan sebelum main kartu, supaya lawan main tidak memanipulasi fisiologisnya. Ajak mengobrol lawan Anda sebelum main, tanyakan situasi-situasi yang akan membangkitkan perasaan senang dari lawan main. Misalkan : “Minggu lalu katanya kamu menang main lawan si Jane, bagimana ceritanya?”.

Ditanya demikian, maka ia akan mengakses memorinya, dengan demikian emosi memori itu akan terakses pula. Teraksesnya emosi itu akan membawanya pada kondisi fisiologis tertentu yang harus Anda amati dan dicatat baik-baik dalam kepala Anda. Ingat, Anda juga harus menanyakan suatu situasi yang menyedihkan, seperti saat ia kalah main, atau saat ia sedang sial dan sebagainya. Tentunya Anda kemudian juga memiliki pembanding fisiologisnya saat sedang netral saja.

Dari ketiga kondisi itu diulang beberapa kali secara halus, maka kita bisa mengukur (mengkalibrasi) fisiologis seseorang ketika senang, dan tidak senang dan netral. Sekali lagi, jangan tertipu dengan bahasa verbalnya, karena bahasa verbal adalah proses terakhir dalam komunikasi seseorang, yang pertama adalah non verbalnya (dalam hitungan detik) dan seseorang belum bisa berbohong saat berbahasa non verbal. Inilah dasar kalibrasi.

Apa yang dikalibrasi? Yang dikalibrasi adalah “Nafas” terutama dimana lokasi nafas, kecepatan dan jeda. Termasuk juga perubahan suara: kecepatan, penggunaan VAK (representational system), volume, gerakan akses mata ke otak (Eye Accessing Cues). Penebalan atu penipisan bibir bawah. Perubahan postur, perubahan tegangan otot (leher, dekat mata, dll), perubahan besarnya pupil mata, perubahan ekspresi muka, perubahan warna kulit. Dan lain-lan.

Maksud dari mengkalibrasi gerakan akses mata ke otak (eye accessing cues) adalah, jika seseorang sedang mengingat suatu peristiwa, fakta, berfikir kritis, maka manusia pada umumnya akan melirik ke kiri atas atau kiri samping. Sedangkan, pada saat ia mengimajina-sikan sesuatu (sedang meng-create suatu gambaran/suara) biasanya akan melirik ke kanan. Jika sedang melakukan self talk, maka ia akan melirik ke kiri bawah. Jadi amati bagaimana orang lain saat senang secara spesifik akan bernafas dengan cara tertentu, posturnya bagaimana, ketebalan bibir bawah, tegangan otot tertentu, perubahan warna kulitnya, gerakan mata dan seterusnya.

Catat dalam hati, lakukan juga saat lawan bicara sedang tidak senang, dan tentunya saat ia sedang netral. Demikianlah, kejelian dan frekuensi dalam anda berlatih akan membuat anda menjadi mind-reader (pembaca pikiran). Bukan sekedar membaca bahasa tubuh yang sifatnya universal, bahkan anda bisa melakukannya secara spesifik pada setiap orang. Karena setiap orang memiliki micro behavior yang berbeda, jadi harus dikalibrasi tersendiri.

NLP tentunya memiliki manfaat besar, misalnya dalam membina hubungan dengan seseorang, keluarga, bisnis, sales. Bahkan kepolisian USA menggunakan eye accesing cues untuk mengetahui kebohongan seseorang pada saat di interogasi. Inilah yang disebut dengan ketrampilan dalam reading people mind like a reading book.

IV. FREKUENSI OTAK
Pemrograman bawah sadar otak lebih sukses bila Anda berada dalam suasana dan kondisi yang tepat. Yaitu saat otak berada dalam gelombang yang tepat.

Memahami frekuensi atau gelombang Otak dalam dunia medis diperiksa, dimonitor dengan mempergunakan peralatan, yang disebut EEG atau electroencephalogram dan juga Brain Mapping. Perbedaannya adalah bahwa Brain Mapping hanya memeriksa secara fisik gangguan, kerusakan atau kecacatan otak (pusat syaraf) tersebut, misalkan tumor (kanker) otak, pecahnya pembulu darah otak (struck), benturan pada kepala dan seterusnya.

Sedangkan EEG (electroencephalogram) , yang diperiksa, dimonitor dan direkam adalah gearan, frekwensi, sinyal atau GELOMBANG otaknya, yang kemudian di-“klasifikasi” kan kedalam beberapa kondisi kesadaran, bawah sadar, keadaan tidur atau mimpi dan seterusnya

Getaran atau frekwensi adalah jumlah pulsa (impuls) perdetik dengan satuan hz (khz atau Mhz). Berdasarkan riset, getaran/frekwensi otak berbeda untuk setiap fase (sadar, tidur ringan, tidur lelap/nyenyak, panik, konsentrasi tinggi dan seterusnya), sehingga pakar dalam bidang kejiwaan/psikiater (neurophysiologic) dan ahli syaraf membuat suatu sebagai berikut :
Getaran/Frekwensi :
1. •Gamma 16 Hz ~ 100 Hz
2. • Beta > 12 Hz
3. • SMR (SensoriMotor Rhythm) 12 Hz ~ 16 Hz
4. • Alpha ( Berger ‘s wave) 8 Hz ~ 12 Hz
5. • Theta 4 Hz ~ 8 Hz
6. • Delta 0.5 Hz ~ 4 Hz
Keseluruhan frekwensi tersebut bergabung secara acak (berinterferensi), namun dengan EEG, frekwensi gelombang ini dapat dianalisa dan diuraikan satu persatu dengan catatan bahwa pada saat diukur, frekwensi mana yang paling dominan, serta memiliki amplitudo tertinggi, itulah yang dianggap dan berada pada fase tersebut, apakah fase Beta, Alpha, Theta atau Delta dan seterusnya. Amplitudonya diukur dan berkisar antara 1 ~ 50 uVolt (microVolt), sedangkan arus listriknya tidak diperhitungkan.

GAMMA wave ( 16 hz ~ 100 hz )
Adalah frekuensi otak yang terjadi pada saat seseorang mengalami “aktifitas mental yang sangat tinggi”, misalnya sedang berada di arena pertandingan, perebutan kejuaraan, tampil dimuka umum, sangat panik, ketakutan, “nerveus”, kondisi ini dalam kesadaran penuh.

Gamma wave – EEG scan

Berdasarkan penyelidikan Dr. Jeffrey. D. Thompson. D.C.B.F.A (Center for acoustic research) di atas gamma sebenarnya masih ada lagi yaitu gelombang Hypergamma (tepat 100 Hz) dan gelombang Lambda (tepat 200 Hz).

BETA wave ( diatas 12 hz atau dari 12 hz s/d 19 hz )
Adalah getaran otak yang terjadi pada saat seseorang mengalami aktifitas mental yang sadar penuh dan normal aktif, konsentrasi penuh dan dapat dibagi pula menjadi 3 kelompok, yaitu highbeta ( 19 Hz + ) yang overlap/transisi dengan getaran gamma , lalu getaran beta ( 15 hz ~ 18 hz ), juga overlap/transisi dengan getaran gamma, selanjutnya lowbeta (12 hz ~ 15 hz).

Beta wave – EEG scan

SMR wave atau SensoriMotor Rhytm ( 12 hz ~ 16 hz )
SMR sebenarnya masih masuk kelompok getaran lowbeta, namun mendapatkan perhatian khusus dan juga baru dipelajari secara mendalam akhir2 ini oleh para ahli, karena penderita epilepsy , ADHD ( Attention Deficit and Hyperactivity Disorder juga disebut ADD-Attention Deficit Disorder) dan autism tidak memiliki dan tidak mampu ber-“konsentrasi penuh” atau “fokus” pada suatu hal yang dianggap penting, dengan perkataan lain otak (pusat syaraf) sedikit bahkan tidak sama sekali menghasilkan getaran SMR . Sehingga setiap pengobatan, baik jiwa maupun fisiknya, ditujukan agar merespon getaran SMR tersebut, biasanya diaktifkan dengan biofeedback/neurofeedback .

SMR / SensoriMotor Rhytm – EEG scan

ALPHA wave ( 8 hz ~ 12 hz )
Adalah gelombang pusat syaraf (otak) yang terjadi pada saat seseorang yang mengalami “releksasi” atau mulai istirahat dengan tanda2 mata mulai menutup atau mulai mengantuk, atau suatu fase dari keadaan sadar menjadi tak sadar (atau bawah sadar), namun tetap sadar (walaupun kelopak mata tertutup). Pada tahap awal MEDITASI (meditasi ringan) juga memasuki fase gelombang alpha. Inilah saat yang tepat untuk melakukan pemrograman otak (baca bab selanjutnya tentang Bentuk-Bentuk Pemrograman).

Alpha wave – EEG scan
Frekwensi alpha 8 ~ 12 hz, merupakan frekwensi pengendali, penghubung dan melakukan aktifitas yang berpusat di sel-sel thalamic otak. Frekwensi alpha, 8 hz merupakan fase dan pintu masuk (gate-away) dari keadaan sadar menjadi tak sadar (bawah sadar) dan pintu masuk ke fase gelombang Theta (4 hz ~ 8 hz ). Biasanya kondisi di tingkatan ini tidak berlangsung lama dibanding dengan tingkatan lainnya ( gamma, beta, theta dan delta wave), namun merupakan bagian penting terutama bagi penderita ADHD , pada saat melakukan latihan-latihan dan pengobatan neurotherapy atau neurofeedback.

THETA wave ( 4 hz ~ 8 hz )
Adalah getaran otak yang terjadi pada saat seseorang yang mengalami keadaan tidak sadar atau tidur sangat mengantuk. Nafas melambat, dalam dan panjang, dibandingkan biasanya. Jika dalam keadaan sadar (tidak tidur), kondisi ini masuk ke fase atau dibawah pengaruh hipnosis, MEDITASI DALAM, atau sedang menjalani ritual2 agama, atau mengalirnya tenaga psikologi (Prana/Yoga, Reiki, Chi, Chi Kung).

Dalam kondisi yang sadar (tidak tidur dan tidak dibawah pengaruh hipnotis, kesurupan atau epilepsi), seorang anak yang normal ( < 12 th) masih dapat memiliki getaran frekwensi theta, akan hilang sedikit demi sedikit setelah menjelang dewasa (kecuali pada saat menjelang tidur)
Theta wave – EEG scan

Seorang anak (terutama bayi dan balita), rata-rata tidur lebih dari 12 jam setiap harinya, sehingga pada pusat syarafnya (otak) lebih banyak masuk dalam fase gelombang theta dan gelombang delta daripada gelombang beta dan alpha, sehingga dalam kehidupan nyata sehari-harinya, lebih banyak cara berpikir yang dianggap tidak masuk akal (berkhayal seperti bermimpi walaupun dalam kondisi sadar) dan sedikit demi sedikit akan berubah setelah menjelang remaja/dewasa. Anak INDIGO ( anak super cerdas dan memiliki indra ke-enam / ESP /Extra sensory perception), juga termasuk yang mudah memasuki fase gelombang theta yang cukup lama dan dapat permanen.

Oleh sebagian peneliti, di dalam otak ada bagian yang disebut GOD SPOT. Bagian inilah yang bereaksi ketika kita beromunikasi dengan Tuhan. Komunikasi ini, konon terjadi apabila sebagai manusia biasa dapat memasuki fase gelombang theta (batas alpha – theta), misalnya pada saat kita berdoa, meditasi, melakukan ritual agama sadar atau tidak sadar. Apabila getaran otaknya diukur dengan EEG, maka dapat dipastikan bahwa pada saat itu sedang masuk difase gelombang theta (batas alpha-theta).
Sedangkan dalam kondisi tidur normal, seseorang akan memasuki fase gelombang theta, walaupun hanya sebentar terutama secara periodik akan berpindah/bergeser ke-gelombang delta dan kembali ke theta berkali-kali diikuti getaran pelopak mata yang dikenal dengan REM ( rapid eyes movement ) dan Non REM atau NREM ( non rapid eyes movement ) selama tidur normal 7 ~ 8 jam perhari (lihat grafik dibawah), pada stage 1 dan 2 .

Schumann Resonance ( 7.83 Hz)
Schumann Resonance adalah getaran otak pada frekwensi 7.83 Hz dan masuk dalam kelompok gelombang theta. Kondisi mental seseorang dalam gelombang otak ini adalah ESP-extra sensory perception, hipnotis, telepati serta aktifitas mental lainnya. Sedangkan Schumann resonance serta frekwensi diatasnya masuk kelompok frekwensi ELF (extremely low frequency pada bandwith 3 ~ 30 hz dan frekwensi infrasonic.

DELTA wave ( 0.5 hz ~ 4 hz )
Adalah getaran otak yang memiliki amplitudo yang besar dan frekwensi yang rendah, biasanya < 3 hz, yang terjadi pada saat seseorang yang mengalami “ keadaan tidur sangat lelap” atau anak dibawah usia 13 th ketika dalam keadaan sadar penuh. Dalam keadaan normal, seorang dewasa yang sedang tidur pada malam hari, pada stage 3 dan 4 , NREM bukan pada stage 1 dan 2.

Delta wave – EEG scan
Orang yang menderita atau gangguan otak (fisik, benturan otak, pendarahan otak dan koma), maka fase getaran yang terjadi akan didominasi oleh gelombang delta.
Penemuan baru dibidang frekwensi dan gelombang otak manusia oleh Dr. Jeffrey D. Thompson, D.C., B.F.A . ,dari Neuroacoustic research, bahwa masih ada gelombang dan frekwensi lain dibawah delta, atau dibawah 0.5 hz, yaitu frekwensi EPSILON, yang juga sangat mempengaruhi aktifitas mental seseorang seperti pada gelombang theta diatas.

IV. BENTUK-BENTUK PEMROGRAMAN

Memprogram ulang pikiran adalah upaya mengubah apa yang telah dimasukkan ke dalam ingatan yang dilakukan dengan menggunakan pembiasaan otogenik. (Otogenik: dibangkitkan sendiri). Pembiasaan otogenik adalah terus menerus mengulangi sebuah pernyataan positif (afirmasi/induksi) saat berada dalam keadaan relaksasi progresif saat otak berada dalam gelombang alpha. Teknik ini memadukan dengan visualisasi yang berhubungan, yaitu representasi apa yang ingin Anda inginkan.
Setidaknya ada tiga unsur pokok yang perlu dipenuhi dalam NLP yaitu mengatakan (afirmasi), mengkhayalkan (visualisasi) dan merasakan. Untuk memperkuat afirmnasi, digunakan jangkar khusus, misalnya dengan kepalan dan mengulangi kata “SAYA BISA!!!” terus menerus dengan cara yang tegas dan mantap.
Perhatikan contoh afirmasi berikut: “SAAT INI SAYA SUKSES,”
Perhatikan tiga hal mengenai pernyataan ini:

(1). Menggunakan kata ganti pertama “Saya”

(2). Mengenai masa sekarang, sebab alam bawah sadar hanya dapat berhubungan dengan dengan saat sekarang dan

(3) pernyataan bersifat positif dan tidak negatif. Alam bawah sadar tidak bisa mengingat sebuah pesan negasi misalnya, “Saya tidak gagal.” Yang bisa diingat adalah kata “Saya sukses” atau “Saya gagal.”

Ada ratusan variasi pemrograman ulang pikiran dalam NLP. Berikut beberapa contoh yang berada dalam ruangan dan dalam posisi meditasi duduk.

I. PEMBENTUKAN KEYAKINAN
Posisi: Meditasi di ruangan yang tenang.
Visualisasi: Bayangkan Anda yang puas dengan diri Anda dan sekeliling Anda. Ini akan menjadi pengalaman tertinggi meraih kebahagiaan mental. Kenang peristiwa masa lalu saat Anda merasakan kebahagiaan puncak.
Kini bayangkan bagaimana Anda berdiri, bernafas dan tampil dalam kebahagiaan ini.
Sugesti: Kepalkan tangan dengan kuat dan tegas “SAYA BISA!!!” dengan suara meyakinkan. Dan sesaat renungkan seluruh tubuh Anda sewaktu berdiri dan alamiah seperti itu. Anda telah menanamkan keadaan mental yang positif dalam alam bawah sadar Anda dan Anda bisa mengingatnya kembali dalam keadaan genting seperti cemas, bingung dan sebagainya dengan mengepalkan tangan dan boleh dengan suara berbisik.
2. PEMBENTUKAN CITRA DIRI
Posisi: Meditasi di ruangan yang tenang. Kedua tangan 20 senti di depan wajah, telapak tangan menghadap Anda.
Visualisasi: Bayangkan tangan kiri Anda membingkai Anda yang lama peluh luka, borok, cacat fisik dan mental. Bayangkan pula Anda yang baru yang positif, bagus, indah, sukses, menyenangkan di tangan kanan Anda. Awalnya, pusatkan perhatian di tangan kiri dan berpindah ke tangan kanan dan posisikan tangan kanan di depan wajah menutupi tangan kiri.
Sugesti: teriakkan AKU JADI BARU!!! Beberapa kali sampai gambar aku yang lama hilang berganti aku yang baru.

3. MEMBACA PIKIRAN ORANG LAIN
Ini adalah variasi mengembangkan teknik NLP yang bermanfaat untuk berbagai keperluan yang positif.
Posisi: duduk berhadapan dengan orang lain. Minta orang lain di depan Anda menuliskan angka sesuai keinginannya di kertas.
Visualisasi: Bayangkan Anda adalah seorang yang memiliki kemampuan Extra Sensory Perception (ESP) yang mampu menebak apa yang dipikirkan orang lain. Selanjutnya visualisasikan Anda sedang bertanya angka berapa yang ingin ditulis orang tersebut, dan buka mata.. Lalu tebaklah angka berapa yang dia tulis.
Sugesti: teriakkan AKU SAKTI!!! Setiap kali Anda akan menebak angka. Sambil mengamati gerakan akses mata ke otak (eye accessing cues) orang tersebut.

4. MENGIRIMKAN PESAN PADA ORANG LAIN DI TEMPAT LAIN (TELEPATI)
Ini adalah variasi lain teknik NLP
Posisi: Meditasi atau duduk membelakangi orang lain. Jarak 2 meter.
Visualisasi: bayangkan Anda mengirimkan pesan pada orang lain di lain tempat. Selanjutnya masukkan pesan itu dalam sebuah bola kristal cinta kasih dan letakkan di otak orang lain yang hendak Anda kirim pesan. Lalu lupakanlah pesan Anda!. Selanjutnya, minta orang lain mengatakan pesan apa yang ingin Anda sampaikan tadi. Cek kebenarannya.
Sugesti: teriakkan SEMOGA SEMUA MAKHLUK BERBAHAGIA!!! Setiap kali Anda mengirimkan pesan.
Pemrograman ulang pikiran dalam NLP yang berada di luar ruangan dan dalam posisi berdiri.
5. MENCAPAI SASARAN HIDUP
Posisi: Ambil sebuah anak panah dan dalam posisi memanah.
Visualisasi: Bayangkan tangan kanan Anda yang sedang memegang anak panah itu diri Anda yang sekarang ingin meraih tujuan hidup. Lalu bidik sasaran dan lepaskan anak panah tersebut.
Sugesti: teriakkan AKU BISA!!! Setiap kali anak panah mencapai sasaran.
Ikuti dengan meditasi dan mengingat kembali kegiatan ini.
***
REFERENSI
Adolphs R, Tranel D, Damasio H, Damasio A (1994) Impaired recognition of emotion in facial expressions following bilateral damage to the human amygdala. Nature 372: 669-672.
Baddeley A (1992) Working memory. Science 255: 556-559.
Braun J, Julesz B (1997) Dividing attention at little cost. Percep & Psychophys, in press.
Britten KH, Shadlen MN, Newsome WT, Movshon JA (1992) The analysis of visual motion: a comparison of neuronal and psychophysical performance. J Neurosci 12:4745-4765.
Chalmers D (1995) The Conscious Mind: In Search of a Fundamental Theory. Oxford:Oxford University Press.
Crick F, Koch C (1990) Towards a neurobiological theory of consciousness. Sem Neurosci 2:263-275.
Crick F, Koch C (1995a) Are we aware of neural activity in primary visual cortex? Cumming BG, Parker AJ (1997) Responses of primary visual cortical neurons to binocular disparity without depth perception. Nature 389:280-283.
Doyl Staples, Walter (1991), Think Like Winner. Pelican Publishing.
Edelman G M (1989) The remembered present: a biological theory of consciousness. New York: Basic Books.
J. Weed, Joseph (1995) Wisdom of The Mystic Master, Dp publisher
Greenfield SA (1995) Journey to the centers of the mind. New York: WH Freeman.
Libet B (1993) Neurophysiology of consciousness: selected papers and new essays by Benjamin Libet. Boston: Birkhäuser.
Milner D, Goodale M (1995) The Visual Brain in Action. Oxford: Oxford University Press.
O’Regan JK (1992) Solving the “real” mysteries of visual perception: the world as an outside memory. Canadian J Psychol 46:461-488.
komentar | | Read More...

M I T O S

Diskusi adalah salah satu aktivitas yang saya sukai. Dari diskusi, saya merasa mendapatkan banyak informasi baru mengenai berbagai hal dan biasanya bila fokus diskusi itu menarik, saya akan menyimpannya di gudang data memori saya untuk jangka waktu yang lama.

Sebagaimana diskusi yang berlangsung pada pagi hari tadi, Selasa, 29 September 2009. Saat baru masuk ruangan kantor, tiba-tiba bel handphone saya bersuara nyaring.

“Om, nggak ngopi ta?” Wah, ini ajakan yang dulu biasa saya dengar saat-saat pagi setelah kami masuk kantor pada pukul tujuh. Hampir setiap hari kami ngopi untuk menambah kebugaran tubuh sebelum memulai aktivitas kerja. Namun, karena berbagai fokus yang menyita perhatian ritual kami untuk ngopi bareng ini pun terlupakan. Jadi ajakan pagi ini pun adalah ajakan yang istimewa. Apalagi yang mengajak pun sahabat karib yang begitu istimewa. Nama samarannya di blog adalah “Mas Kumitir.”

Diskusi dengan mas Kumitir bagi saya pribadi adalah wahana untuk tukar kawruh. Kenapa tukar kawruh? Ya, antara saya dan Mas Kumitir—dan juga para pembaca—, sama-sama merasa seorang pejalan spiritual yang cubluk alias bodoh sehingga butuh interaksi dan komunikasi. Sekaligus untuk mempertanyakan pada diri masing-masing, sampai sejauh mana perjalanan yang telah ditempuh oleh masing-masing pribadi.

Mas Kumitir adalah pengasuh blog http://www.alangalngkumitir,wordpress.com. Awalnya, gagasan awal pendirian blog ini adalah dari kami berdua saat batin membutuhkan wahana menumpahkan gagasan, ide dan wacana. Sekaligus pengalaman dan pemahaman yang telah kita capai.

Kebetulan, saya mengenal dunia blog lebih awal dari dia, dan pengalaman teknis ini saya manfaatkan untuk sign in dan menata ruangan wadah blog. (Belakangan, saya malah kalah canggih dari dia soal mengutak atik wordpress ini hehe). Kerjasama pun kita teken (hehehe… kayak direktur saja). Mas Kumitir yang mengisi blog, dan saya yang kebagian menjawab pertanyaan-pertanyaan dari pembaca.

Terus terang awalnya, saya sedikit ragu apakah blog tersebut bisa eksis. Sebab yang kami sajikan adalah karya-karya leluhur Jawa atau berbagai wacana budaya Jawa yang terasa mulai luntur diminati oleh masyarakat. Dalam proses perjalanannya, tidak jarang Mas Kumitir putus asa karena saking sulitnya mendapatkan buku-buku untuk diketik ulang dan disuguhkan di blog tersebut.

Namun, keluhan mas Kumitir biasanya saya tanggapi dengan dingin. Sebab, saya tidak bisa berbuat banyak karena memang bukan kodrat saya untuk browsing atau surfing, berkelana ke situs-situs luar negeri yang kebetulan menyimpan karya-karya Jawa Kuno.

Apalagi saat itu, mas Kumitir belum begitu gigih untuk nyambangi pasar-pasar buku bekas loakan dan menjalin relasi dengan kantung-kantung budaya Jawa seperti sekarang sehingga kesulitan untuk mencari bahan sajian praktis menghadang. Namun, sukurlah… waktu ternyata membuktikan bahwa blog tersebut mampu untuk bertahan dan hingga kini usianya tercatat sudah satu tahun lebih dengan pembaca mencapai 700 ribu orang lebih. Data di statistik kunjungan pembaca, rata-rata perhari blog sederhana tersebut dikunjungi sekitar 2.500 hingga 3.500 pengunjung.

Saya yang kemudian tidak terlibat lagi dengan blog alangalangkumitir sangat berbahagia melihat kemajuan blog tersebut. Itu membuktikan bahwa dedikasi dan konsistensi Mas Kumitir untuk merawat dan menjaga bayi “alangalangkumitir” tidak diragukan lagi. Nah, kembali ke diskusi pagi tadi.

Diskusi lebih tepatnya disebut “Cangkruk” (bahasa Suroboyoan yang berarti duduk santai sambil menikmati makanan dan biasanya orang yang nyangkruk itu juga ngopi dan merokok) itu berlangsung informal di sebuah warung makan sekitar 25 meter dari kantor tersebut, ada “oleh-oleh” yang saya bawa pulang malam ini.

Oleh-oleh itu ingin saya sampaikan saat ini yaitu tentang tiga hal yang menjadi inti untuk memahami Serat Centini. Serat Centini sebagaimana sudah banyak diketahui adalah babon atau induknya kitab-kitab Jawa yang berisi banyak hal. Serat Centini yang sudah dibukukan edisi lengkapnya ada sekitar 12 buku yang diterbitkan Yayasan Centini. Tiga hal itu adalah BUDAYA, MITOS DAN SPIRITUAL.

Budaya adalah pernik-pernik manusia Jawa untuk memayu hayuning bawono disesuaikan dengan kebiasaan dan adat istiadat masyarakat setempat. Mitos adalah cerita/kisah-kisah yang dibikin untuk mempermudah seseorang dalam memahami isi yang ingin disampaikan, sementara Spiritual adalah substansi penghayatan hidup manusia berhadapan dengan Gustinya.

Setiap kebenaran yang disampaikan kepada umat/masyarakat luas juga sesungguhnya harus memiliki tiga hal itu agar bisa diserap dengan baik dan bijaksana. Tidak menimbulkan kebingungan dan kesulitan pemahaman yang nantinya justeru menyesatkan.

Budaya, misalnya. Setiap ajaran apapun harus kontekstual dengan lingkungan, adat istiadat dan kebiasaan yang berlaku di masyarakat. Ajaran yang disampaikan dengan tidak menghormati adat-istiadat masyarakat berarti ajaran yang kurang bijaksana. Bukankah sifat kebenaran adalah mampu untuk berasimilasi dan berosmosis dengan kebenaran yang lain? Itu sebabnya, penyebaran agama Islam di Jawa oleh wali sembilan dilaksanakan dengan sangat kreatif dan menyatu dengan budaya masyarakat Jawa.

Masyarakat Jawa yang sebelumnya sudah memeluk Budha dan Hindu pun akhirnya menerima dengan tangan terbuka kehadiran agama Islam. Tidak ada pertentangan antar agama di Jawa hingga kini membuktikan bahwa budaya Jawa yang mengutamakan olah rasa/batin adalah lahan yang sangat toleran sebagai tempat bersemainya agama dan keyakinan luar manapun juga.

Sementara MITOS juga sangat penting untuk menyampaikan kebenaran. Bila direnungkan, kenapa mitos tetap berkembang di masyarakat hingga sekarang? Saya memiliki ilustrasi yang sederhana untuk menjawab hal ini.

Saat kita membaca buku teks yang penuh dengan teori-teori, misalnya buku pelajaran Fisika, Matematika atau Kimia maka jidat kita langsung berkerut. Aktivitas otak kiri kita begitu meninggi dan sangat serius sehingga rasa lelah cepat datang. Daya konsentrasi tidak bertahan lama. Hal ini berbeda misalnya bila buku teks teori-teori itu dikemas dalam bentuk cerita yang enak dibaca dan mudah dipahami.

Otak kanan akan bereaksi karena ada sentuhan emosional atau rasa sehingga karena dua belah hemisfer (otak) kiri dan kanan akan bekerja seimbang sehingga teori-teori yang berat akan terasa ringan. Bila pelajaran fisika, matematika, atau kimia yang eksak-obyektif terasa berat disampaikan bila tanpa cerita-cerita apalagi bila yang disampaikan itu adalah ajaran-ajaran hidup dan kebenaran yang abstrak dan tidak eksak? Nah, disinilah mitos kemudian berperan.

Sepengetahuan kami, tidak ada satu pun ajaran agama yang tidak memiliki muatan mitos dalam arti “cerita” atau “kisah” di dalam ajarannya. Mitos bahkan terkadang lebih mendominasi aspek mental dari agama. Padahal, ajaran agama sebenarnya dipenuhi hal-hal yang sangat berat. Di situ ada ilmu hermeneutika/tafsir, ilmu kalam, ilmu mantiq/logika, hukum/syariat/fiqih, aqidah, filsafat, ilmu bahasa dan seterusnya.

Peradaban-perdaban dunia pun menciptakan mitosnya sendiri-sendiri. Mulai peradaban kuno di Mesir, Persia, India, Yunani hingga peradaban kita sekarang yang didominasi peradaban modern yang barat sentris ketimbang timur sentris, mitos memegang peranan yang penting untuk menyampaikan ajaran-ajaran spiritual.

Nah, ada kalanya mitos itu diciptakan begitu serius, namun ada kalanya dibuat dengan lebih santai. Misalnya, mitos yang diciptakan santai adalah mitos bahwa di setiap pohon yang ada mata airnya ditunggui makhluk halus. Ini mitos untuk menyampaikan ajaran bahwa menghargai lingkungan hidup mutlak diperlukan untuk kelestarian sumber air. Apalagi fungsi pohon adalah tempat pelindung air agar bumi tidak terlalu panas dan menguapkan air ke angkasa.

Para nenek moyang kita bukan orang bodoh. Kita lah yang terkadang secara sekilas beranggapan bahwa mereka terbelakang, tidak mengenal ilmu pengetahuan dan teknik modern. Apabila tuduhan belakangan ini dialamatkan kepada mereka, jawaban pastinya adalah “Ya pasti begitu”.. Mereka tidak mengenal blog, facebook, internet, komputer dan atribut-atribut teknis lain.

Namun, mereka lebih arif dan luas dalam memahami segala sesuatu. Itu artinya mereka lebih cerdas dari kita yang secara apriori beranggapan bahwa mitos adalah sesuatu yang tidak perlu dan bahkan secara frontal menuduh sebagai musyrik, bidah, khurofat, takhayul terhadap sebuah mitos.

Kenapa tuduhan ini terjadi? Baiklah kita akan merunut akar masalah keyakinan kenapa mitos dipandang rendah dari sudut pandang perkembangan ilmu pengetahuan. Kita ketahui bersama bahwa sejarah kelahiran ilmu pengetahuan modern dimulai dari filsafat Yunani.

Para filsuf Yunani awal ini merenung bahwa akal manusia harus dipakai untuk menemukan kebenaran. Para filsuf awal, seperti Thales, Anaximenes, Anaximander, dan seterusnya… memulai perenungan filsafatnya untuk mencari “arche” atau asas terdalam segala sesuatu. Akal tiba-tiba sangat dihargai sebagai cahaya baru menemukan kebenaran. Bila sebelumnya Yunani dipenuhi oleh mitos-mitos, maka kehadiran para filsuf ini lebih menggunakan logos/akal.

Mitos versus logos yang akhirnya dimenangkan oleh logos. Mitos kemudian dijauhkan dari wacana ilmu pengetahuan modern saat ini. Termasuk yang menyingkirkan peran mitos adalah berkembangnya penafsiran terhadap agama secara “modern.”

Padahal, akhirnya agama yang dipahami melulu dengan rasio atau akal justeru memiskinkan hakekat agama itu sendiri. Agama tidak lebih dipahami sebagai benda, yang bisa dianalisa, dipotret, dipotong-potong oleh pisau bedah ilmu dan kemudian hanya diletakkan di laboratorium-laboratorium universitas. Agama dalam pengertian seperti ini tidak akan berkembang sebagai jalan dan petunjuk hidup manusia yang bercahaya terang benderang yang menerangi eksistensi manusia. Agama pun mengalami reduksi makna besar-besaran.

Manusia modern, seperti saya dan banyak orang lain kini mengaku punya agama. Buktinya ada di Kartu Tanda Penduduk. Pengakuan ini apakah serta merta menjadikan kita memeluk agama? Apakah memeluk agama hanya dibuktikan dengan banyaknya kita menjalankan syariat atau hanya memakai dan menyukai idiom-idiom budaya Arab saja? Sementara para koruptor dan maling sistemik perbankan, politik yang penuh kepalsuan yang semakin memelihara kebusukan, ketidakberdayaan, kemiskinan, ketidakadilan masih kita yang mengaku punya agama ini membiarkan kejadian itu di depan mata?

Hmmm…. yang membuat kita semakin parah, bahwa kita yakin bahwa manusia adalah mikrokosmos di tengah makrokosmos. Sehingga kita merasa kecil di tengah alam semesta.

Pemahaman ini terbalik bung!

Harusnya, manusialah yang makrokosmos, si JAGAD GEDE di alam semesta yang JAGAD CILIK. Manusialah yang memaknai dan memberi besaran dan luasnya alam semesta ini. Sehingga manusia lebih besar secara makrifat dari alam semesta. Jadi manusialah yang harusnya berkuasa, bukan alam semesta…

Maka, perubahan sekecil apapun di hati kita hakikatnya adalah perubahan besar karena perubahan itu terjadi pada kita si makromosmos/ jagad gede itu. Logika terbalik ini, bukankah ilmu makrifat Bima masuk ke telinga Dewa Ruci? “Maka, bila kita tidak mampu melaksanakan perubahan struktural dan fungsional perabadan kita ke arah yang lebih baik dan justeru melanggengkan status quo, jangan mengaku sudah punya agama…”

Ya, saya telah melupakan bahwa agama adalah proses perjalanan laku atau perbuatan manusia yang sejatinya sudah dari sononya sudah berhakikat makhluk spiritual. Dan inilah hasil diskusi kecil pagi hari tadi dan saya akan menyimpannya di gudang data memori otak untuk jangka waktu yang lama….
komentar | | Read More...
SEO Stats powered by MyPagerank.Net Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free Trust Rank for ajianmu.blogspot.com - 0.00
 
Design Template by Poetra Ponorogo | Support by creating website | Powered by Blogger