News Update :
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan

Ruwatan

Penulis : Unknown on Rabu, 20 Januari 2016 | 21.18

Rabu, 20 Januari 2016

Demi waktu, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran (QS 103; 3)
Kenapa orang Jawa menggelar acara ruwatan dan apa falsafah di balik upacara ruwatan yang bagi sebagian kalangan dianggap berbau klenik dan ditafsirkan negatif itu? Marilah kita bersama-sama menelusuri hakikat di balik tradisi ruwatan. Awalnya, kita perlu tahu siapa saja yang harus diruwat karena mengandung unsur negatif/kesalahan/bencana. Menurut kepustakaan “Pakem Ruwatan Murwa Kala” yang bersumber dari Serat Centhini (Sri Paku Buwana V) orang yang harus diruwat ada 60 jenis yaitu:
1. ONTANG-ANTING, yaitu anak tunggal laki-laki atau perempuan.
2. UGER-UGER LAWANG, yaitu dua orang anak yang kedua-duanya laki-laki dengan catatan tidak anak yang meninggal.
3. SENDHANG KAPIT PANCURAN, yaitu 3 orang anak, yang sulung dan yang bungsu laki-laki sedang anak yang ke 2 perempuan.
4. PANCURAN KAPIT SENDHANG, yaitu 3 orang anak, yang sulung dan yang bungsu perempuan sedang anak yang ke 2 laki-laki.
5. ANAK BUNGKUS, yaitu anak yang ketika lahirnya masih terbungkus oleh selaput pembungkus bayi (placenta).
6. ANAK KEMBAR, yaitu dua orang kembar putra atau kembar putri atau kembar “dampit” yaitu seorang laki-laki dan seorang perempuan (yang lahir pada saat bersamaan).
7. KEMBANG SEPASANG, yaitu sepasang bunga yaitu dua orang anak yang kedua-duanya perempuan.
8. KENDHANA-KENDHINI, yaitu dua orang anak sekandung terdiri dari seorang laki-laki dan seorang perempuan.
9. SARAMBA, yaitu 4 orang anak yang semuanya laki-laki.
10. SRIMPI, yaitu 4 orang anak yang semuanya perempuan.
11. MANCALAPUTRA atau Pandawa, yaitu 5 orang anak yang semuanya laki-laki.
12. MANCALAPUTRI, yaitu 5 orang anak yang semuanya perempuan.
13. PIPILAN, yaitu 5 orang anak yang terdiri dari 4 orang anak perempuan dan 1 orang anak laki-laki.
14. PADANGAN, yaitu 5 orang anak yang terdiri dari 4 orang laki-laki dan 1 orang anak perempuan.
15. JULUNG PUJUD, yaitu anak yang lahir saat matahari terbenam.
16. JULUNG WANGI, yaitu anak yang lahir bersamaan dengan terbitnya matahari.
17. JULUNG SUNGSANG, yaitu anak yang lahir tepat jam 12 siang.
18. TIBA UNGKER, yaitu anak yang lahir, kemudian meninggal.
19. JEMPINA, yaitu anak yang baru berumur 7 bulan dalam kandungan sudah lahir.
20. TIBA SAMPIR, yaitu anak yang lahir berkalung usus.
21. MARGANA, yaitu anak yang lahir dalam perjalanan.
22. WAHANA, yaitu anak yang lahir dihalaman atau pekarangan rumah.
23. SIWAH ATAU SALEWAH, yaitu anak yang dilahirkan dengan memiliki kulit dua macam warna, misalnya hitam dan putih.
24. BULE, yaitu anak yang dilahirkan berkulit dan berambut putih “bule”
25. Kresna, yaitu anak yang dilahirkan memiliki kulit hitam.
26. WALIKA, yaitu anak yang dilahirkan berwujud bajang atau kerdil.
27. WUNGKUK, yaitu anak yang dilahirkan dengan punggung bengkok.
28. DENGKAK, yaitu anak yang dilahirkan dengan punggung menonjol, seperti punggung onta.
29. WUJIL, yaitu anak yang lahir dengan badan cebol atau pendek.
30. LAWANG MENGA, yaitu anak yang dilahirkan bersamaan keluarnya “Candikala” yaitu ketika warna langit merah kekuning-kuningan.
31. MADE, yaitu anak yang lahir tanpa alas (tikar).
32. Orang yang ketika menanak nasi, merobohkan “Dandhang” (tempat menanak nasi).
33. Memecahkan “Pipisan” dan mematahkan “Gandik” (alat landasan dan batu penggiling untuk menghaluskan ramu-ramuan obat tradisional).
34. Orang yang bertempat tinggal di dalam rumah yang tak ada “tutup keyongnya”.
35. Orang tidur di atas kasur tanpa sprei (penutup kasur).
36. Orang yang membuat pepajangan atau dekorasi tanpa samir atau daun pisang.
37. Orang yang memiliki lumbung atau gudang tempat penyimpanan padi dan kopra tanpa diberi alas dan atap.
38. Orang yang menempatkan barang di suatu tempat (dandhang – misalnya) tanpa ada tutupnya.
39. Orang yang membuat kutu masih hidup.
40. Orang yang berdiri ditengah-tengah pintu.
41. Orang yang duduk didepan (ambang) pintu.
42. Orang yang selalu bertopang dagu.
43. Orang yang gemar membakar kulit bawang.
44. Orang yang mengadu suatu wadah/tempat (misalnya dandhang diadu dengan dandhang).
45. Orang yang senang membakar rambut.
46. Orang yang senang membakar tikar dengan bambu (galar).
47. Orang yang senang membakar kayu pohon “kelor”.
48. Orang yang senang membakar tulang.
49. Orang yang senang menyapu sampah tanpa dibuang atau dibakar sekaligus.
50. Orang yang suka membuang garam.
51. Orang yang senang membuang sampah lewat jendela.
52. Orang yang senang membuang sampah atau kotoran dibawah (dikolong) tempat tidur.
53. Orang yang tidur pada waktu matahari terbit.
54. Orang yang tidur pada waktu matahari terbenam (wayah surup).
55. Orang yang memanjat pohon disiang hari bolong atau jam 12 siang (wayah bedhug).
56. Orang yang tidur diwaktu siang hari bolong jam 12 siang.
57. Orang yang menanak nasi, kemuadian ditinggal pergi ketetangga.
58. Orang yang suka mengaku hak orang lain.
59. Orang yang suka meninggalkan beras di dalam “lesung” (tempat penumbuk nasi).
60. Orang yang lengah, sehingga merobohkan jemuran “wijen” (biji-bijian).
Mereka adalah jenis-jenis orang yang di dalam kisah perwayangan disarankan oleh Batara Guru agar dijadikan santapan atau makanan Batara Kala. Dalam Pustaka Raja Purwa karya Ranggawarsito bahkan disebutkan ada 136 macam Sukerta. Menurut kepercayaan Jawa, orang-orang yang tergolong di dalam kriteria tersebut dapat menghindarkan diri dari malapetaka (disimbolkan menjadi makanan Betara Kala) jika ia mengadakan acara ruwatan dengan menggelar wayang dengan lakon Murwakala, Baratayuda, Sudamala, atau Kunjarakarna. Selain Ruwatan Sukerta, terdapat juga “Ruwat Sengkala atau Sang Kala” yang artinya menjadi mangsa “kala” atau “waktu.”
Sebagaimana diketahui dalam kitab Suci bahwa siapa yang tidak bisa memanfaatkan waktu dengan beramal sholeh maka dia termasuk orang-orang yang merugi. Demi waktu, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran (QS 103; 3)
Apalagi bila jalan kehidupan orang tersebut terbelenggu materi yang akhirnya nyrimpeti “laku”. Dia akan merasa penuh kesulitan karena tidak bisa sejalan harmonis dengan dengan alur hukum alam (ruang dan waktu). Kesalahan-kesalahan perbuatan atau tingkah laku dia sendiri atau orang lain (leluhur masa lalu) jelas memiliki akibat di masa sekarang. Saya menduga, para leluhur kita di Jawa telah ‘niteni’ siapa saja orang-orang yang hidupnya diliputi dengan kesulitan =karena susah memenej dan mengkoordinasi dirinya sehingga muncul kesulitan atau bencana. Yaitu 60 jenis orang yang telah disebutkan di atas, sehingga upacara ruwatan adalah momentum untuk ngelingke (mengingatkan) mereka agar kembali ke jalan yang lurus.
Kenapa dalam ruwatan digelar wayang? Kok tidak ndangdutan, disko, tari tayub/ledhek atau kesenian yang lain? Wayang adalah pertunjukan yang sarat dengan tuntunan ajaran filsafat hidup. Berbeda dengan seni-seni lain yang mudah diapresiasi/ dinikmati dan murni hiburan/entertainment, penonton pergelaran wayang membutuhkan perenungan yang sangat mendalam karena di dalamnya bermuatan ajaran-ajaran hidup bijaksana. Wayang adalah perpaduan berbagai sebagai seni pertunjukan yang merangkum bermacam-macam unsur lambang simbolis, bahasa gerak, suara, warna dan rupa.
Di dalam unsur simbolis ini tercermin pengalaman religius atau perjalanan spiritual sebagaimana yang diperankan tokoh-tokoh wayang tersebut. Pertunjukan wayang idealnya diwariskan secara turun temurun agar menjadi tetenger eksistensi budaya Jawa. Wayang adalah sarana efektif penyampaian ajaran filsafat hidup yang menuntun bagaimana harus bertingkah laku secara bijaksana antar individu maupun individu di dalam masyarakat dan hubungan dengan Gusti. Individu juga diajarkan mengenali hakikat diri sejati dan perjalanan-perjalanan yang harus dilakoninya sebagai kewajiban hidup.
Benarkah mereka yang telah diruwat akan berbebas dari dosa dan kesalahan? Jawaban anak kecil barangkali ya. Namun saat kesadaran kita telah beranjak dewasa, maka tidak mungkin hanya dengan ucapara ruwatan bisa menebus kesalahan dan kesucian orang. Tentu saja, ajaran Jawa yang dianggap klenik semacam ini harus diluruskan sesuai dengan hakikatnya. Hakikat dari upacara (syariat) harus diteruskan untuk mengenali upasana dan upadinya. (hakikatnya sebagai pembelajaran agar terjadi penyadaran).
Selain itu, upacara adalah sebuah tindakan simbolis yang merupakan relasi penghubung antara komunikasi human kosmis dan komunikasi lahir batin dengan Gusti Kang Akaryo Jagad. Tindakan simbolis dalam upacara nerupakan bagian yang sangat penting dan tidak mungkin dibuang begitu saja, karena manusia harus bertindak dan berbuat yang melambangkan sebuah hubungan khusus dengan Tuhan.
Substansi lakon Murwakala pada tradisi ruwatan adalah pembebasan. Pembebasan manusia dari “mangsa” Batara Kala (kala=waktu). Tokoh Batara Kala adalah anak Batara Guru yang lahir karena nafsu yang tidak bisa dikendalikannya atas diri Dewi Uma, yang kemudian spermanya jatuh ketengah laut dan menjelma menjadi raksasa: “Kama salah kendang gumulung”. Ketika Batara Kala menghadap sang ayah Batara Guru untuk meminta makan, oleh Batara Guru diberitahukan agar memakan manusia yang berdosa atau sukerta.
Dalam ruwatan, selain digelar wayang kulit dengan lakon Murwakala diperlukan sesajen beraneka makanan yang merupakan simbol yang harus ditafsirkan. Sarana sesajen ini juga sebagai cara pembelajaran. Berbeda dengan menggunakan buku-buku, penyampaian ajaran hidup yang memakai cara “sesajen” ini pasti mudah diingat dalam waktu lama dan antar generasi.
Menurut Ki Soedarsono sesajen dalam ruwatan adalah:
1. Tuwuhan, yang terdiri dari pisang raja setudun, yang sudah matang dan baik, yang ditebang dengan batangnya disertai cengkir gading (kelapa muda), pohon tebu dengan daunnya, daun beringin, daun elo, daun dadap serep, daun apa-apa, daun alang-alang, daun meja, daun kara, dan daun kluwih yang semuanya itu diikat berdiri pada tiang pintu depan sekaligus juga berfungsi sebagai hiasan/pajangan dan permohonan.
2. Dua kembang mayang yang telah dihias diletakkan dibelakang kelir (layar) kanan kiri, bunga setaman dalam bokor di tempat di muka dalang, yang akan digunakan untuk memandikan Batara Kala, orang yang diruwat dan lain-lainnya.
3. Api (batu arang) di dalam anglo, kipas beserta kemenyan (ratus wangi) yang akan dipergunakan Ki Dalang selama pertunjukan. Kain mori putih kurang lebih panjangnya 3 meter, direntangkan dibawah debog (batang pisang) panggungan dari muka layar (kelir) sampai di belakang layar dan ditaburi bunga mawar dimuka kelir sebagai alas duduk Ki Dalang, sedangkan di belakang layar sebagai tempat duduk orang yang diruwat dengan memakai selimut kain mori putih.
4. Gawangan kelir bagian atas (kayu bambu yang merentang diatas layar) dihias dengan kain batik yang baru 5 (lima) buah, diantaranya kain sindur, kain bango tulak dan dilengkapi dengan padi segedeng (4 ikat pada sebelah menyebelah).
5. Nasi golong dengan perlengkapannya, goreng-gorengan, pindang kluwih, pecel ayam, sayur menir, dsb. Nasi wuduk dilengkapi dengan ikan lembaran, lalaban, mentimun, cabe besar merah dan hijau brambang, dan kedele hitam. Nasi kuning dengan perlengkapan telur ayam yang didadar tiga biji. Srundeng asmaradana.
6. Jenang (bubur) yaitu: jenang merah, putih, jenang kaleh, jenang baro-baro (aneka bubur).
7. Jajan pasar (buah-buahan yang bermacam-macam) seperti : pisang raja, jambu, salak, sirih yang diberi uang, gula jawa, kelapa, makanan kecil berupa blingo yang diberi warna merah, kemenyan bunga, air yang ditempatkan pada cupu, jarum dan benang hitam-putih, kaca kecil, kendi yang berisi air, empluk (periuk yang berisi kacang hijau, kedele, kluwak, kemiri, ikan asin, telur ayam dan uang satu sen).
8. Benang lawe, minyak kelapa dipergunakan untuk lampu blencong, sebab walaupun siang tetap memakai lampu blencong. Yang berupa hewan seperti burung dara satu pasang ayam jawa sepasang, bebek sepasang.
Berupa sesajen antara lain:
1. Rujak ditempatkan pada bumbung, rujak edan (rujak dari pisang klutuk ang dicampur dengan air tanpa garam), bambu gading lima ros. Kesemuanya itu diletakan ditampah yang berisi nasi tumpeng, dengan lauk pauknya seperti kuluban panggang telur ayam yang direbus, sambel gepeng, ikan sungai/laut dimasak anpa garam dan ditempatkan di belakang layar tepat pada muka Kyai Dalang.
2. Sajen buangan yang “ditunjukkan” kepada dahyang (makhluk halus penghuni suatu tempat) yang berupa takir besar atau kroso yang berisi nasi tumpeng kecil dengan lauk-pauk, jajan pasar (berupa buah-buahan mentah serta uang satu sen). Sajen itu diletakkan di tempat dahyang.
3. Sumur atau sendang diambil airnya dan dimasuki kelapa. Kamar mandi yang untuk mandi orang yang diruwat diletakkan kelapa utuh. Selesai upacara ruwat bambu gading yang berjumlah lima ros ditanam pada kempat ujung rumah disertai empluk (tempayan kecil) yang berisi kacang hijau, kedelai hitam, ikan asin, kluwak, kemiri, telur ayam dan uang dan berdoa mohon tercapai apa yang diharapkan.
komentar (7) | | Read More...

Hidayah Iman

Penulis : Unknown on Kamis, 26 Februari 2015 | 19.30

Kamis, 26 Februari 2015

Iman secara sederhana diartikan sebagai percaya adanya Allah SWT, Malaikat-Nya, Rasul-Nya, Kitab Suci-Nya, Hari Akhir (kiamat) dan takdir-Nya. Ada orang yang tidak beriman. Ada orang yang beriman. Ada yang kadang-kadang beriman namun kadang-kadang tidak. Mana yang lebih banyak apakah orang beriman atau tidak beriman, tidak ada data statistik yang akurat. Kecuali mungkin para malaikat yang setiap hari sibuk meraba-raba isi dada seseorang. Orang yang beriman dan tidak beriman susah dikenali tanda-tanda dari luar. Tidak ada tanda-tanda spesifik misalnya celananya harus pendek dibawah lutut berbaju gamis, jenggot gondrong, atau dahi hitam yang menandakan seseorang itu beriman atau tidak.

Iman ada dalam qalbu seseorang. Qalbu bukanlah hati atau jantung biologis. Qalbu adalah hati metafisik yang mampu untuk merasakan sesuatu getaran hati metafisik yang lain. Orang yang cinta dan sayang kepada sesuatu hal yang bergerak adalah qalbunya, rasanya, hatinya, jiwanya. Begitu juga dengan iman.

Iman adalah manifestasi spiritualitas seseorang yang berhubungan dengan sesuatu yang transenden (transcendere: mengatasi dirinya), adikodrati, dan mistik. Iman berhubungan dengan penghayatan diri terhadap nilai-nilai absolut yang diyakini berada di dalam diri manusia (immanere: berada di dalam) karena yang transenden mampu mendatangkan sesuatu yang lebih berkuasa dari dirinya.

Iman lebih dari sekedar percaya akan adanya sesuatu. Iman selain percaya, juga menuntut seseorang untuk ikhlas mengabdikan diri ke sesuatu tersebut sekaligus juga menunaikan hak dan kewajiban-kewajiban berdasarkan atas konsensus keimanannya. Keimanan saya kepada Tuhan akhirnya membawa saya pada ketaatan pada kewajiban religius yang harus ditunaikan atau juga kewajiban menghindari larangan.

Iman berasal dari cahaya petunjuk Allah yang menyinari qalbu manusia. Cahaya petunjuk dalam bahasa agama disebut hidayah. Hidayah turun karena kehendak-Nya. Petunjuk Allah sudah ada di dalam diri maupun di luar diri manusia karena Allah memiliki sifat Ar Rahman (pemberi). Namun tanpa hidayah yang merupakan hak prerogratif-Nya maka petunjuk itu tidak mampu dibaca oleh manusia. Inilah buah dari sifat Ar Rahim (Penyayang).

Kepada siapa dia menyayangi seseorang maka dia memberikan hidayah berupa iman. Hidayah ini tidak diterima oleh sembarang orang. Hanya orang-orang yang dipilih-Nya saja, yang diberi hidayah berupa iman. Maka, logis bila seseorang yang beriman hendaknya bersyukur. Bersyukur atas iman membawa konsekuensi bahwa seseorang itu harus menjaga serta memupuk keimanannya dengan mengimplementasikan keimanannya itu untuk kemanfaatan ciptaan-ciptaan-Nya yang lain (terminologi agamanya: amal sholeh).

Semoga kita semua mampu bersyukur atas iman yang bercahaya di dada kita masing-masing dan bila belum mendapatkan hidayah iman, marilah memohon kepada-Nya agar dia secepatnya memberikan kita hidayah iman yang tidak ternilai harganya itu.
komentar (2) | | Read More...

Hidup itu Hanya Sementara

Penulis : Unknown on Rabu, 21 Januari 2015 | 21.39

Rabu, 21 Januari 2015

Spiritual Supranatural, wawasan - Hidup di dunia ini hanya sementara. Ungkapan ini terlalu sering kita baca dan kita dengar pada berbagai kesempatan. Biasanya kita pun tanpa berpikir secara jauh segera mengiyakan dan menyetujuinya. Meskipun hanya di dalam hati. Kita jarang bertanya, benarkah hidup ini hanya sementara?

Kata sementara berarti sesaat saja. Sekejap mata, sak kedipan netro. Begitu orang Jawa biasa menyebutkan sifat hidup yang tidak abadi ini. Konon, hidup di dunia laksana seorang musafir yang berjalan jauh menuju sebuah tujuan tertentu. Dia harus memiliki bekal agar tidak kelaparan dan kehausan. Bekal pun ditata, direncanakan sebaik-baiknya. Bekal itu biasanya kemudian dimiskinkan maknanya. Yaitu bekal materi saja.

Yang terjadi kemudian, agar kita sukses dalam mengarungi bahtera hidup maka kita perlu menumpuk materi sebanyak-banyaknya. Agar kita tidak mengalami kesengsaraan, kemiskinan, kenistaan. Sejak usia kanak-kanak hingga dewasa, kita terus-menerus dijejali dengan pemahaman semacam ini. Beruntung, kita bertemu dengan banyak orang, tetangga, teman yang memiliki pemahaman yang sama.

Hanya sesekali kita menyadari bahwa bekal hidup yang sejati sebenarnya tidak hanya harta benda. Yaitu ketika kita masuk ke tempat ibadah, di gereja, di masjid, di pura, di kelenteng. Atau saat kita menonton acara mimbar agama di televisi.

Para ulama, pendeta, biksu, dan pemuka agama saat di mimbar akan menyerukan seruan agar kita mempersiapkan bekal hidup yang tidak hanya harta benda kekayaan, pangkat dan jabatan, karier dan pendidikan saja. Tetapi harus dilengkapi dengan ibadah-ibadah yang sudah dituntunkan oleh agama. Kita tidak diperkenankan keluar jalur agama karena nanti bisa tersesat ke jalan yang tidak berpeta. Bukankah bila kita memasuki daerah tanpa peta (kini GPS), kita akan mengalami kebingungan dan akhirnya tersesat?

Selain saat khusus itu, kita terlalu banyak meluangkan waktu untuk menikmati hidup dengan berbagai sarana kebahagiaan yang menunjang kita untuk berperilaku serba cepat, instan dan mencari kemudahan-kemudahan. Hingga pada suatu ketika, kita disadarkan adanya kepastian yang paling tidak membahagiakan.

Satu persatu, orang-orang yang kita cintai pergi meninggalkan kita. Mulai dari buyut, kakek, nenek, ayah dan ibu. Kita juga mendapati ada satu dua tetangga yang meninggal. Bahkan akhirnya, kita melihat ada bencana alam dengan korban nyawa mencapai ribuan. Ya, kita akhirnya sepakat 100 persen bahwa kematian merupakan kepastian. Tak seorang pun dapat menghindar dan melepaskan diri dari cengkeramannya.

“Katakanlah: Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui yang gaib dan yang nyata.”

Kita pun akhirnya menyimpulkan bahwa hidup ini hanya sementara saja sehingga harus diisi dengan banyak melakukan ibadah kepada Tuhan. Benarkah hidup ini hanya sementara? Untuk menjawab ini marilah kita jalani penalaran sederhana dulu.

Manusia ini terdiri dari sesuatu yang lahir atau terlihat yaitu berupa (1) badan biologis/jasad/fisik namun juga sesuatu yang sifatnya tidak terlihat atau batiniah yaitu berupa (1) rasa, hati nurani, nafs, jiwa dan juga (2) ruh. Nah dari tiga hal yang dimiliki oleh substansi manusia ini, manakah yang hidupnya bersifat sementara dan mana yang tidak?

Ukuran hidup dan matinya badan biologis/jasad/ teramat jelas. Yaitu apabila nadi sudah tidak bergerak, gelombang otak sudah tidak terdeteksi dengan EEG, dan bila disapa sudah tidak mampu menjawab. Sehingga kita bisa langsung menyimpulkan bahwa tubuh si D harus secepatnya dimakamkan karena secara medis oleh dokter sudah dinyatakan meninggal. KESIMPULANNYA: BADAN BIOLOGIS HIDUPNYA HANYA SEMENTARA.

Yang kedua ini agak lebih sulit lagi. Apa ukuran hidup dan matinya jiwa, rasa, hati nurani? Kita akan mendapatkan jawaban yang kurang masuk akal bila matinya hati nurani ditandai dengan melemahnya fisik, tubuhnya yang kurus, rumahnya yang reyot. Kaum koruptor, politikus busuk, para maling kelas atas atau teroris umumnya berbadan sehat, tidak ada cacat akal, penalarannya logis.

Namun mereka dikatakan mengalami kematian rasa dan jiwa. Lantas apa ukurannya? Hingga sekarang, tidak ada satupun alat hasil temuan ilmu pengetahuan yang mampu benar-benar mendeteksi secara pasti kematian rasa, batin, jiwa ini. Ilmu psikologi biasanya hanya untuk mengukur kesehatan jiwa saja. Bukan hidup dan matinya jiwa. Bila kita sepakat (sebagaimana yang dipaparkan oleh para psikolog bahwa eksistensi jiwa melekat dalam tubuh) maka kita bisa menyimpulkan bahwa: JIWA HIDUPNYA HANYA SEMENTARA.

Yang ketiga inilah yang paling sulit. Yaitu soal ruh. Kita percaya bahwa ruh itu ada. Ada di mana? Apakah ruh itu melekat di tubuh sebagaimana jiwa/rasa/batin kita? Ataukah adanya di dalam tubuh kita dan sesekali pada kesempatan tertentu ruh bisa terbang ke mana-mana sesuai dengan yang dikehendaki? Pelu dipahami bahwa tidaklah tepat kita memetakan ruh ini dalam konteks bereksistensi di dalam ruang dan waktu. Kitab suci juga memberikan arahan bahwa “Ruh adalah urusan tuhan dan kita hanya diberitahu sedikit.

” Nah, kata “sedikit” ini pasti tidak berarti “dilarang”. Sehingga kita pun tetap diperbolehkan untuk membicarakan dan membeberkannya di khalayak publik. Tentu saja publik yang memiliki kepekaan untuk meraba kebenaran. Bukan publik yang emosional, dogmatis dan menganggap bahwa keyakinan adalah sesuatu yang sudah baku dan tidak boleh dikritisi. Publik yang seperti ini malah jauh dari kebenaran yang merupakan jalan Tuhan memberikan petunjuk kepada manusia.

Siapa menyuruh kita menjadi dogmatis? Tuhan saja bilang pada kita: La ikraha fiddin… Tiada paksaan dalam agama. Memaksakan keyakinan agama dengan paksaan berarti tidak toleran kepada kepercayaan yang lain. Ini justeru sangat dikutuk Tuhan.

Kembali ke ruh. Untuk mendapatkan pengetahuan tentang ruh ini, kita mendapatkannya melalui cara yang berbeda yang biasa ditempuh apabila kita ingin menggali sebuah fenomena alam. Kenapa? Sebab ruh ini adalah substansi yang berdiri sendiri dan ada di dalam dirinya sendiri. Substansi adalah hakikat sesuatu dan hakikat jelas dilekati oleh berbagai aksidensi khusus. Musalnya berada di dalam ruang dan waktu, jenis, sifat, jumlah, kualitas dan sebagainya.

Sementara ruh-nya sendiri adalah sesuatu yang abstrak yang bisa ditangkap dengan kesadaran yang paling jelas dan nyata. Bila memahami fenomena alam kita menggunakan akal dan penalaran menggunakan metode ilmiah, maka mengenal eksistensi ruh ini kita menggunakan akal khusus yaitu akal budi.

Apa itu akal budi? Akal budi adalah daya pencipta pengertian-pengertian murni yang tidak diberikan oleh pengalaman. Akal budi tidak memiliki nilai konstitutif bagi daya pengenalan manusia. Artinya tidak ikut menyusun pengenalan manusia, dan tidak memberi gagasan tentang kenyataan-kenyataan yang ada dan tidak berada sebagai benda. Akal budi oleh karena itu merupakan sumber hidup manusia yang sesungguhnya. Sebab manusia pada dasarnya sudah diinstal secara lengkap untuk mengenali jati dirinya yang paling sejati.

Setidaknya, manusia sudah diinstal tiga software pokok. Software pertama pengetahuan tentang ruh, software kedua pengetahuan tentang dunia hakikat dan software ketiga pengetahuan tentang Tuhan. Ketiga software ini tidak perlu pembuktian teoritis karena sudah merupakan postulat dasar yang apabila dibuktikan justeru akan mengalami sesat pikir. Bila tidak perlu dibuktikan keberadaannya, maka idealnya manusia perlu mengalami ruh itu sebagai entitas yang tersendiri dan obyektif. Sehingga manusia tetap yakin bahwa ruh benar-benar ada dan tidak hanya sebatas wacana. Toh, tidak haram untuk merasakan adanya ruh.

Pengalaman manusia yang paling memungkinkan untuk menggali kekayaan ruh adalah MENGALAMI PERJALANAN HIDUP DI DALAM RUANG DAN WAKTU, dan kemudian mengalami kejadian-kejadian khusus sehingga dia yakin. Pernahkah Anda mendengar ada orang mati kemudian hidup kembali? Atau orang-orang yang koma? Apa yang diceriterakan oleh mereka yang sudah mengalami NEAR DEATH EXPERIENCE ini akan memberikan banyak pengetahuan tentang ruh.

Ada seorang teman saya, inisial NZ menceritakan saat-saat genting ketika dia mengalami kecelakaan parah saat sepeda motor yang ditumpanginya disenggol truk tronton. NZ terjatuh, kepalanya terbentur ban tronton yang berputar cepat. Kepala NZ nyaris terlindas dan akhirnya sepeda motornya yang menjadi korban. Hancur tidak berbentuk. Dia koma beberapa minggu sebelum akhirnya sadar sekitar satu bulan setelah kecelakaan yang nyaris merenggut nyawanya.

“Saat saya jatuh dari motor, saya sadar. Bahkan ketika roda tronton itu mengenai kepala saya. Saya tidak merasakan sakit. Setelah itu, saya tahu saat itu saya pingsan dan dibawa ke rumah sakit dan disana saya menunggu tubuh saya yang tidak bergerak lagi. Saya tahu para sohib yang datang menjenguk. Ada yang nangis. Saya tahu mereka tapi saya tidak tahu harus berbuat apa… Saya cuma menunggu saja…”

Kisah ini lain dialami tetangga desa yang memiliki pengalaman luar biasa. Sebut saja Pak S. Dia sudah dinyatakan meninggal dunia karena berusia lanjut. Orang desa pun memakamkannya. Beberapa hari kemudian, kuburannya terbuka dan dia bangun dari kematiannya. Gemparlah desa tersebut. Si mayat yang hidup kembali itu konon sudah dialaminya yang keempat kali. Yaitu mengalami kejadian yang sama: hidup lagi setelah dianggap meninggal dunia. Nah, dia akhirnya benar-benar mengalami kematian dan tidak hidup lagi setelah kematiannya yang kelima.

Saya tidak sempat mewawancarainya dan yang sempat mewawancarainya adalah teman karib saya. Pak S menceriterakan dia saat dinyatakan meninggal dan dikubur tersebut, dia mengetahui kejadian itu namun tidak bisa berbuat apa-apa. Tubuh fisik dan akalnya sudah tidak berdaya. Tapi dia tahu kejadian-kejadian yang menimpanya.

Banyaknya kejadian orang yang mengalami NEAR DEATH EXPERIENCE atau pengalaman saat mengalami kematian sementara ini membuktikan satu keyakinan: bahwa ada “sesuatu” yang hidup, buktinya mereka mengetahui proses saat akan mengalami kematian hingga proses lanjutan saat dia pingsan. “Sesuatu” yang menyadari, mengetahui, dan bisa menceriterakan kembali kejadian-kejadian runtut itulah akhirnya bisa disimpulkan bahwa ada satu entitas metafisis dalam diri manusia. Entitas itu kemudian disebut dengan RUH.

Terserah, apa sebutan lain bagi RUH ini. Yang jelas ruh ini tidak akan tersentuh kematian, ruh juga tidak tersentuh rasa sakit fisik. Ruh tidak mengalami saat-saat kejadian dalam ruang dan waktu tertentu. Dengan demikian RUH BERSIFAT ABADI. RUH SELALU DALAM KEADAAN HIDUP SAMPAI KAPANPUN DAN DIMANAPUN. RUH SELALU SADAR DAN TIDAK MENGENAL TIDUR. RUH ADALAH TUHAN DALAM DIRI MANUSIA.

Makanya, tidak salah bila dalam kitab suci dikatakan untuk mengenal Tuhan maka kita tidak perlu jauh-jauh mencari ke negeri Arab, tidak perlu jauh-jauh ke Betlehem, tidak perlu jauh-jauh ke India namun kita hanya diminta mengenal diri sendiri. Mengenali apa yang sesungguhnya paling sejati di dalam diri manusia. “Kenalilah dirimu sendiri, maka kau akan mengenal Tuhanmu.”

Ya, di dalam diri manusia ada “kitab teles”, ada “kitab basah” yaitu “kitab yang benar-benar kitab” yaitu menunjuk langsung pada KENYATAAN, bahwa Dzat Tuhan ada di dalam diri manusia. Tidak ada dualitas karena sesungguhnya RUH MANUSIA DAN DZAT TUHAN TIDAK BERBEDA. KEDUANYA SESUNGGUHNYA SATU KESATUAN.

Terakhir, bila kita sudah beranjak untuk memahami hakikat keberadaan segala sesuatu bahwa hanya ada satu Dzat Tuhan saja, maka kita perlu waspada dengan segala klaim pengetahuan akal yang sudah kita miliki tentang Tuhan. Sebab: “Sejatine kabeh kui ora ono. Sing Ono Kui Dudu…”
komentar (1) | | Read More...

Penglarisan

Penulis : Unknown on Minggu, 04 Januari 2015 | 22.18

Minggu, 04 Januari 2015

Gudang ilmu ajian, Ilmu Penglarisan biasanya diamalkan para pedagang, atau pebisnis sektor informal. (Pedagang kakilima, pemilik warung, bengkel, salon, rental, laundry, warung makan, restoran, mini market, dll) agar apa yang digelar diminati oleh masyarakat. Amalan lelaku untuk dapat menguasai Ilmu Penglarisan tersebut adalah:
Puasa Mutih 7 hari
Tapa pati geni 2 malam
Rapalan Ilmu Penglarisan (dibaca sebanyak 3x sambil menahan nafas), saat membuka dan mengawali tempat usaha. Bila sudah ada tempat usaha atau usaha sudah berjalan, maka amalan ini juga bisa dilakukan dengan niat melakukan usaha baru yang lebih barokah atas ijin Tuhan Yang Maha Esa.
Rapalnya sebagai berikut:

Bismillahirrohmanirrohiim,
Dzat Sir Jasmani, Sami Jasmani
Ingsun Rohilapi, Tut Kathut Kumalikut Dening Aku Kabeh
Wong Sabuwono Kabeh
Lanang lan Wadhon, Gedhe lan Cilik
Soko Kersaning Allah


Amat bagus bila ditambah dengan wirid yang namanya wirid Antarobbi sebagai berikut:

Bismillahirrohmanirrohim, Allohuma antarobbi, Lailahaila antaqolagtani – Wa anna abduha, wa anna ahlika, Wa wadika mastathohna – Audzubika min syariima shonatu, Abi ’ulaika, Binikmatika Wayya Abduhu bighombi, Waisfirli Fainnahu, Layaghfirudzunuba illa anta.

Wirid ini dibaca sekali usai menunaikan sholat lima waktu.
komentar (4) | | Read More...

Ilmu Huruf Dan Rahasianya

Penulis : Unknown on Selasa, 09 Desember 2014 | 21.39

Selasa, 09 Desember 2014


ki hongmankim (hongmankim@yahoo.com)
Di nukhilkan di dari kitab Syumusul Anwar, syamsul ma’arif. kitab Syarah Doa Jawsyan Kabir Berikut terceritakan betapa sulitnya beliau mendapatkan do’a ini. “Ketahuilah wahai saudaraku yang membaca dan menghapalkan setiap malaikat asma, maka apabila mati tubuhnya akan terjaga dari kerusakan”…Sesungguhnya ilmu ini penuh dengan keberkahan dan mustajab. Aku mencarinya do’a, teknik dan ijazah ini selama 5 tahun yang akhirnya kudapatkan do’a ini dari seorang Syeikh yang berasal dari Iraq tepatnya di kota Baghdad, kondisi rumah Syeikh ini secara fisik sangatlah dibawah minim namun keikhlasan dan ibadahnya kepaada ALLAH sangatlah luarbiasa, dan banyak sekali mengerjakan pekerjaan Khowariqul ‘Adah (Adat diluar kebiasaan Manusia ) Aku bertemu dengan Syeikh ini setelah aku ber Riyadhoh yang sangat panjang dan membahas didalam masalah ilmu dan berbagai macam ke ajaiban-ajaiban dan ke anehan yang muskyil terjadi.


HUDHURI WAL ISYRAQ (pengenalan tingkat rasa).
Dari Ibrahim bin Khuttab, dari Ahmad bin Khalid, dari Salamah bin Al Fadl, dari Abdullah bin Najiyah, dari Ahmad bin Badil Al Ayyamy, dari Amr bin Hamid hakim kota ad Dainur, dari Farat bin as Saib dari Maimun bin Mahran, dari Ibnu Abbas dan sanadnya Rosulullah SAW, ia berkata: “Segala sesuatu ada penjelasan (tafsir)nya yang diketahui oleh orang yang mengetahuinya dan tidak diketahui oleh orang yang tidak mengetahuinya”.

Pertama: Bertitik dan tidak bertitik, menggambarkan nathiq (bicara) dan shamit (diam).
Kedua: Mengandung empat unsur, yaitu:
Unsur api: alif, haa’, tha’, shad, mim, fa’, syin.
Unsur udara: ba’, wawu, ya’, nun, shat, ta’, dha’.
Unsur air: jim, za’, kaf, sin, qaf, tsa’, zha’.
Unsur tanah: ha’, lam, ‘ain, ra’, kha’, ghain.

Ketiga: Dari segi kesendirian dan tidaknya, terbagi menjadi: mufradah, matsani dan matsalis. Mufradah adalah huruf-huruf Muqaththa’ah (yang terdapat di awal surat Al-Qur’an) seperti huruf alif, kaf, dan lam. Matsani seperti dal, dzal, sampai fa’ dan qaf. Matsalis seperti ba’ sampai kha’ dalam susunan Abatatsa. Dari sisi nuqthah (titik): ada yang satu, dua, dan yang tiga.

Keempat: Malfuzhi, masruri, dan malbubi. Malfuzhi adalah huruf yang dalam pelafazhan atau pengucapannya tidak sama antara huruf pertama dan huruf terakhir, misalnya alif dan jim.Masruri adalah huruf yang dalam pengucapannya sama antara huruf pertama dan huruf terakhir, misalnya mim, nun, dan wawu. Malbubi adalah huruf yang pengucapannya terdiri dari dua huruf, misalnya ba, ta; huruf ini juga disebut huruf ‘illiyyah.

Kelima: Mufashshalah dan Muwashshalah. Mufashshalah adalah huruf yang hanya bisa disambung dengan huruf sebelumnya, yaitu alif, wawu, dzal, ra’, za’, dan dal. Muwashshalah adalah huruf yang bisa disambung dengan huruf sebelum dan sesudahnya.
Keenam: Huruf cahaya dan huruf kegelapan. Huruf cahaya adalah: shat, ra’, alif, tha’, ‘ain, lam, ya’, ha’, qaf, nun, mim, sin, kaf, ha’. Yang semuanya terhimpun dalam kalimat:
Ketujuh: Huruf mudghamah (tersembunyi) dan muzhharah (nampak). Masing-masing berjumlah 14 sama dengan pembagian jumlah manzilah bulan. Yang nampak selalu berada di atas bumi, dan yang tersembunyi selalu berada di bawah bumi.
Huruf Mudghamah adalah huruf yang bila diawali (Al) bunyi Al-nya tidak nampak, misalnya Ra’ dan Dal. Huruf Muzhharah adalah huruf yang bila diawali (Al) bunyi Al-nya nampak, misalnya ba’, jim.
Resume:
• ABU JAD (aba adamu at ta’ah / Adam enggan taat dan bersikukuh untuk memakan buah pohon larangan),
• HAWAZUN (zalla fa hua minas samai wal ardl/ tereliminasi dari langit dan bumi),
• HATHIYYUN (hutthath ‘anhu khatayahu / Adam diampuni kesalahannya),
• KALAMUN (akalaminas syajarah wa munna `alaihi bit taubah/ memakan buah dari pohon larangan dan dianugerahi ampunan),
• SHA’AFADHUN (asha fa akhraja minan na’im ilan nakdy / ia berbuat maksiat sehingga Allah mengeluarkannya dari kenikmatan (surga) menuju kepayahan (dunia),
• QURAISIYAT (aqarra bidz dzanbi fa amanal ‘uqubah/ ia mengakui kesalahan- nya dan akhirnya selamat dari siksa).

Nilai hisab Huruf Arabic:
ﺍ:1; ﺏ:2 ;ﺕ:400 ; ﺙ:500; ﺝ:3; ﺡ:8; ﺥ:600; ﺩ:4; ﺫ:700; ﺭ:200; ﺯ:7 ;ﺱ:60;ﺵ:300; ﺹ:90; ﺾ:800; ﻁ:9; ﻅ:900; ﻉ:70; ﻍ:1000; ﻑ:80; ﻕ:100; ﻙ:20; ﻝ:30; ﻡ:40; ﻥ:50; ﻫ:5; ﻮ:6; ﻱ:10;

SANDI PEMBUKA HURUF KHODAM HURUF dan ASMA
Berikut adalah khodam malaikat huruf dan a’wannya serta khasiat yang berbeda-beda

SANDI PEMBUKA HURUF
BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
AYYUHARRUHANI ALMUWAKKALI BIHARFIL ……( Titik di isi Huruf Yg anda inginkan ) SAALTUKA BIL LADZI KHOLAQOKA FA SAWWAKA FA ‘ADALAKA FI AYYI SUROTIN MA SYA A ROKABAKA AYYUHAS SAYYIDUL KAMILUL MUGTAROFU MIN BIHARI MA’ADINI JAWAHIRIL ASRORI WA YUNABI’U MALAKUTU JABARUTIL ANWARI ILLA MA AJABTANI WA ROFA’TAL HIJABA BAYNI WA BAYNAKA HATTA ANDZUROKA BI BASHORI WA ANTA TUKHOTIBUNI WA SAKHHIR LI A’WANAKA ……….
( Titik titik diisi nama MALAIKAT HURUF & A’wan ( Khodam pembantu Malaikat huruf ) Qosam ini berlaku bagi semua Huruf Hijaiyah)


ASMA MALAIKATUL HARFITS WA A’WANUL HARFITS
1. HURUF ALIF, MALAIKAT HURUF: HATHMAHTHOLQIYAAIL
A’WANNYA:
– HADHAYUNIN
– SYALHAMIDIN
– TOMKHOLASHIN
– BUKHLAYLAKHIN
2. HURUF BA, MALAIKAT HURUF: JAROMHAYAIL
A’WANNYA:
– KASYAMSYAKHIN
– HAYLAKHIN
– MAHALSYATHIN
3. HURUF JIM, MALAIKAT HURUF: TOLAQTOYAIL wa TOLQIYAIL
A’WANNYA:
– HADMAKHHALASYLAKHOKHIN
4. HURUF DAL, MALAIKAT HURUF: SAKAMHAYAIL
A’WANNYA:
– HALTOFIN
– MAHLALKHIN
– MAHLALKHIN
– SYAWIDIN
– SYASYALTOTIN
5 HURUF HA, MALAIKAT HURUF: AFROYAIL
A’WANNYA:
– DZABHATIN
– HAMKIKIN
– HASYTOYTO’IN
6 HURUF WAWU, MALAIKAT HURUF: TUNAYAIL
A’WANNYA:
– MAHDADUHIN
– SYALTAMUKHIN
– BAROKHIN
7. HURUF ZAY, MALAIKAT HURUF: ‘ALMASYYAIL
A’WANNYA:
– MA’ADROSYIN
– HATOTIMIN
– MAHATIN
8. HURUF HA, MALAIKAT HURUF: TOFYAIL
A’WANNYA:
– DAHLIKH
– KAMSYALAATOKHIN
9. HURUF THO, MALAIKAT HURUF: ASTOYAIL
A’WANNYA:
– SYAMHATIN
– MALSYAKHIN
– MALKHOSYIN
– TOMAHIN
10. HURUF YA, MALAIKAT HURUF: HARDAQIL
A’WANNYA:
– DAMGIGIN
– HALHAFIN
– SYAWIYADKHIN

Untuk mengamalkan satu huruf saja memerlukan proses, doa yang panjang dan berat. Khasiat Huruf:
Alif: menghilangkan kebodohan, menguatkan daya tangkap pikiran, mendamaikan orang, mahabah, membuka peti, menjaga harta, halimunan,dll.
Ba:Kemudahan rezeki, menyembuhkan penyakit, mahabbah,dll
Taa:menghilangkan dan mendatangkan hayalan yang mengyengsarakan dan mimpiburuk,dll
Tsaa: menghilangkan sakit panas, mahabbah, mempersatukan/memisahkan orang, dll
Jim:Menaikan derajat dan kewibawaan, mengangkat berat, dll
Ha:menekan musuh, agar kuat berjalan,dll
Khoo:memisahkan orang yang bersatu dalam kejahatan, dll
Dal :sakit panas, memudahkan orang melahirkan, membuka peti harta,dll
Dzaal:mahabbah, meredakan kemarahan,dll
Roo:mahabbah, memudahkan rejeki dan menolak kefakiran,dll

SANDI PENGUASAAN MALAIKAT HURUF (LANJUTAN)

Contoh:
Huruf ALIF
Sandi Pemanggil :
AJLIBU LI AL AKHBARO MINAL AQTORI WAK SYIF LI AL HUJUBA WAR FA’ LI AL ASTARO ANIL MAKNUNI.

Syarat:
1. Baca sandi pembuka huruf doa sebagai pembuka dan penutup 33x
2. Huruf Dibaca 1000x atau dan ditulis di telapak tangannya sebanyak 1000x, Posisi huruf Alif ada di saat Bulan turun ke Manazil Nuthu ( 10 April- 25 April ) setelah selesai menulis, tangannya di hadapkan pada langit sambil membaca Qosam yang menguasai pada huruf-huruf HizaiyahUntuk menggunakan Huruf Alif, setelah membaca Qosam di atas selanjutnya membaca :
3. Ryadoh puasa 21 hari

HURUF BA
Sandi Pemanggil :
AJLIB LI AL AKHBARO MINAL AQTORI WAK SYIF LI AL HUJUBA WAR FA’ LI AL ASTARO ANIL KUNUZI ALLIMNI AYYUHAR RUHANI SUN’ATAL HIKMATI.

Syarat:
1. Dibaca dan ditulis pada kertas berwarna hijau dengan tinta merah 1000x., setiap 33x di hadapkan ke baca Kunci pemanggilnya, Posisi Khodam di Manazil BATIN (25 April- 13 Mei)
2. Ryadhoh puasa 9hari

Fadhilah: para Khodam akan memberi tahu kepada anda tentang gudang harta qorun dan mengajarkan kepada anda Amaliyah Ilmu Hikmah.

SANDI PEMBUKA HURUF KHODAM MALAIKAT ASMA
Disarikan dari manuskript kitab Syumusul Anwar dan syamsul ma’arif serta pengalaman pribadi

Contoh:
SANDI ASMA’ AL-HAYYU

Al-Hayyu merupakan salah satu Asmaul A’dzom dari Asmaul Husna yang Alloh S.W.T mewakilkan pada Asma’ Al-Hayyu seorang Khodam yang bernama DARDAYAIL A.S DAN HAHTHOYA’IL AS memimpin 4 pasukan malaikat dan setiap 1 malaikt memimpin 17500 pasukan dan keseluruhan terdiri 70.000 balatentara pasukan langit dari golongan Malaikat Ruhanny yang sangat di taati luar biasa oleh para Jin Ifrit yang kabur dari kekuasaan Nabi Sulaiman A.S. Adapun tata cara Dipercaya dan diberikan kelebihan dengan Asma tersebut oleh Khodam Malaikat Asma yang di beri kepercayaan pleh Allah ini sebagai berikut :
1. Berpuasa 48 hari dari makanan yg bernyawa
2. Memakai Wangi-Wangian Yg bagus (tidak di tentukan Jenisnya)
3. Senantiasa menjaga Wudhu
4. Membaca YA HAYYU tiap siang dan malam masing2 18000 x
5. Waktu kosongnya di isi dengan membaca Sholawat

SANDI PEMBUKA ASMA:
Yaa hayyu antaldzii bisathtalhayaata fiil afa qi wa akmalta asroo roanbiyaa’ika ’alaal ithlaqi wasamahaka ahlal mahabbati fii yaumit-talaqi wa ahyita hayaa, tath-thul-labi bihayaati ma’rifatika wa amlik nufuusal ’ushooti bigholabati sulthooni sathwatika wa aj rojat nabiy-yika wa alaitahu darojata’illiyyina waqqou tahu biakh dzi nawa shil’alamiina wakhoshoshtahu bismil hayyil fii amkanit-tamkiiin.

Setelah sempurna 48 hari maka akan nampak dengan jelas dihadapan anda satu pasukan dari bala tentara Jin Mu’min yang di pimpin oleh seorang Khodam Jin yang di kepalanya terlilit Ular yang sangat besar, kemudian Ular tersebut mengucapkan salam pada anda balaslah salamnya dan janganlah anda takut darinya karena dia hanyalah Jin, Setelah itu Bala tentara jin tersebut hilang lalu nampaklah dengan jelas di hadapan anda bala tentara dari golongan Ruhanny telah memenuhi Ufuq dan tempat anda berkholewat, bala tentara tersebut disertai rajanya yaitu Sayyid Dardayail A.S yang menunggangi se ekor Unta berwarna merah dengan berpakaian serba Hijau , Maka di tancapkanlah Kursi untuknya yang terbuat dari Emas kemudian duduk lalu mengucapkan salam kepada anda, maka balaslah salamnya, kemudian Dia bertanya pada anda ” Apa yang menjadi hajatmu “, Katakanlah padanya ” Aku menginginkan engkau membantuku di dalam hal Melipat Bumi ( Saefi Angin ), Terbang di udara, Berjalan di Atas Air, Menarik Makanan & Minuman, Menarik Uang, Maka Khodam tersebut memberikan sebuah batu ( di dalam kitab tidak disebutkan Warna dan Jenisnya ), Yang apabila anda dekatkan batu tersebut pada Api Maka wakil dari Khodam Sayyid Dardayail (Hahthoyail dengan wajah yang sama dengan sayyid Dardayail) akan hadir dan melaksanakan apa-apa yang menjadi hajat anda sesuai permintaan anda di atas.

SANDI ASMA YAA MUHAMMAD
Yaa Muhammad merupakan salah satu Asmaul dari Rosulullah SAW dan Allah mewakilkan pula asma ini kepada Khodam malaikat yang bernama DARDAYAIL A.S, terdiri dari 4 pasukan utama dan setaip kepala pasukan utama memimpin 70.000 balatentara pasukan langit dari golongan Malaikat Ruhannya. Tata caranya:
1. Berpuasa 70 hari dari makanan yg bernyawa
2. Memakai Wangi-Wangian Yg bagus (tidak di tentukan Jenisnya)Senantiasa menjaga Wudhu
3. Membaca YA MUHAMMAD tiap siang dan malam masing2 70-700-7000x
4. setiap 10 baca simpul pembuka khadamnya 1x
5. Waktu kosongnya di isi dengan membaca Sholawat

Berkit Doa Sandi Penguasaannya:
Asl’aluka yanuurul anwarila huutiyyati kablad-duhuuri wal ajmani alfaniyatil ja-wahiril fa’ali bila mtsalin alqudusu thohirul’aliiyul kahirulladzi bihi makanun wala yasytabihu ’alaihi jamanun biikuunil amkinati wal ajimani wal aukati tabarokta’anjauharil anwarillahuu tiyyati kablal ajaliyyatish-shamadiy yati tarob ba albisni minka hayatal arwakhir rru khaniyyatil mutash shifati bil kuwwatil ulyash shifatul lati lahaya khiiliku yaman yaroo wa ayuroo min adhmikudrotika falatu thiikul karubiyyuna tarfa’u wujuuhahum min hijbi nurika.
Allahumma ya adhimu bihaqqi lau anjalna hadzal qur’ana ’ala jabalin laro aitahu khasyi’an mutashaddi’an min khasyatillahi wa tilkal amtsalu nadhri buhannasi la’allahum yatakkauuna tar fa’dzikrii wa as aluka bi aw walid-daikuu miyyati bi ’adhimi qudrotil uluu luuhiyyati wabisathwatir-rubuu biyyati antukhallishani min bahri haadzihil khaliikatil faniyati watu thal-li’ini ’ala asroril khafiyyati’anil barroyatil mutasfash-shili biha’alaa ’ibadikal mardhiyatith thalibiina darol baka’it tarikina darol fana’il muja nisiina lilar wahith thairti.
Allahummashrif ’annil amridhal faniyata bibadii’i qudrotika wa’adhiimi syanika wanuuri wajmaifii quduusi anwarika wa afridnii ma’al afroni wa a’shimni min mukaro natil afrodi wa musya rokatil adh diwa ath lii’ni’alal latho’ifil khafiyyati ya man yaridu bil baqo’il wal kibri ya’i ya’aliin muta’ali wa awwalil awwaliina innaka ’alaakulii syai’in qodir, wahuwallahul khaikul barii’ul mushawwiru lahu asmaul khusna yusabbihu lahu mafiis samaawati wal ardhi wahuwal ajiijul hakiim

Setelah sempurna 70 hari maka akan nampak dengan jelas dihadapan anda satu pasukan dari bala tentara Jin Mu’min dari golongan Ruhanny telah memenuhi Ufuq timur sampai barat di tempat anda berkholewat, bala tentara tersebut disertai rajanya yaitu Sayyid Dardayail A.S yang menunggangi se ekor Unta berwarna merah dengan berpakaian serba Hijau , Maka di tancapkanlah Kursi untuknya yang terbuat dari Emas kemudian duduk lalu mengucapkan salam kepada anda, maka balaslah salamnya, kemudian Dia bertanya pada anda ” Apa yang menjadi hajatmu “, Katakanlah padanya ” Aku menginginkan engkau membantuku di dalam hal Melipat Bumi ( Saefi Angin ), Terbang di udara, Berjalan di Atas Air, Menarik Makanan & Minuman, Menarik Uang, Maka Khodam tersebut memberikan sebuah Cincin pasukan Khodam Sayyid Dardayail akan hadir dan melaksanakan apa-apa yang menjadi hajat anda sesuai permintaan anda di atas.
terimakasih atas kesediaan sadulur semua dan ki wongalus
@@@

HIRZUL YAMANI (menurut versi orang kebanyakan)

Berikut adalah petikan Hirzul Yaman versi kalangan pesantren di Indonesia, sedangkan berdasarkan versi aslinya ini adalah Hirz Ihtishom/Hisrar (penjagaan) setingkat dengan HIJIB HIFIZ namun fungsinya lebih kearah untuk perang, untuk semua Ilmu khususnya ilmu Saefi..dalam kata lain Hirz ini adalah sistem pola dan volume berat energi yang sangat kuat dan sehingga termasuk tataran tinggi.. Hirzul Yaman dan saefi Hirzul Yaman Bil alfi muubarokah sangat panjang sekali….


Fadilah/Keampuhannya:
1. Menjaga, menarik dan menghancurkan Jin jahat tingkat tinggi
2. Jin & Khodam Ilmu tinggi apapun terkecuali Saefi, pusaka beryoni tinggi akan luntur bila berhadapan dengan pemilik Hirz ini, oleh karena itu tisak dapat digunakan mengambil pusaka, karena Kodam penunggu dan pusaka tersebut akan menghindar dari pemilik Hirz ini (bukan terbakar namun sangat menghargai), terkecuali dipanggil
3. Mata setajam sembilu dan punya wibawa sangat tinggi
4. Tahan bacok, senjata api, di tahap pertengahan akan tahan:bom, racun, dilempar dari udara 1000m tetep hidup (pengamal sampai tahap pertengahan adalah sersan dari salah satu korps TNI-AD dan masih hidup hingga kini”dirahasiakan”)
5. Mencegah dan menghancurkan santet, gendam, hipnotis apapun (kebal Santet)
6. Pemilik Hirz terlindungi oleh ratusan khodam malaikat tingkat tinggi
7. Menghancurkan usaha pemilik pesugihan
8. Bila sudah tinggi/tahap puncak, sekali bentak orang disekitar muntah darah dari 9 lubang
9. Masih banyak lagil……..


VERSI PERSIA DAN SYAIKH ABDUL QODIR JAELANII (1) –
PARA ULAMA
sanadnya sampai SULAIMAN AS,
Rapalan:
Bismillahirohmannirohim.
‘Azamtu ‘alaikum yaa shhaabas sihri wal waswaasi wa’tashamtu bikaa (yaa Allahu 3x). Bihaqqil hadhiri wa-Ilyaasa, wabihaqqi (Kaahiijin 3x; Mahiijin 3x; Kaahai-kahjin 3x; Mahjuujin 3x; Marmahjuujin 3x; Matjuu-in 3x), wabihaqqi (Aijin 3x; jarin 3x), wabihaqqi (Haamuu-in 3x; Haajin 3x; Ajiirin 3x; Injaasin 3x; Mahmaahuu-in 3x; Wanuuhin 3x). Wa’tashamtu bika min syarril jini wal insi wahamazaatisy-syayaathiini wa-atbaa’ihim wa-a’udzubika min kulli balaa-in, wa bihaqqi Danil, Ali, wabihaqqi (Ayujin 3x; Darasin 3x, Wanawaarasin 3x), wabihaqqi (Ahyan 3x; Saraahiyan 3x Aduunaniyan 3x), ashbaa-ut wa bihaqqi azhamatikal jaliilati (ya allahu 3x) ihfazhnii min jamii’il balaa-I wal aafaati bihaqqi ‘Isa, wa Muusaa wa bihaqqi Idriisa wa Syiits wa bihaqqi Sayyidina Muhammadin SAW. Yaman la bidaayata walaa nihaayaata. Wa’tashamtu bika min syarril jinni wal insi bisrri qiraa-atis saiki fastajib du’aa-ii ya ghiyaatsul mustghitsiin. (Aghitsnii 3x) yaa man laisa kamitslihii syai-un wahuwas samii’ul’aliim. Wayaa ni’mal maulaa wayaa ni’man nashiir. Birohmatika yaa arhamar raahimiin.Washallalaahu ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa’alaa aalihii washahbihii wasallam. Walhamdu lillahi rabbil ‘aalamin.


VERSI ARAB DAN PERSIA:ROSULULLAH SAW-ALI BIN ABI THALIB DAN SYAIKH ABDUL QODIR JAELANII (2)

BISMILLAHIRROHMANIRROHIMI
AQSAMTU BIKA YA ALLOHU YA ALLOHU YA ALLOHU BI HAQQIL KHUDRI WA ILYASA WA BIHAQQI KAHYAJA MAHYAJA KAHKAHYAJA HAWAJAWAJA MAROKHOWAKHO MARMAKHOWAKHO MAHMAJAWAGHO BI HAQQI AYAKHO ZAJARO ROHAYAMAWAGHO TOFA’AJA AZROL JASA WA BIHAQQI ADAMA WA NUHIN WA I’TASOMTU BIKA MINAL JINNI WAL INSI WAL AHROMANI WAS SYATINI WAL JUNUDI WAL ATBA’I WA MIN KULLI AFATIN WA ‘AHATIN WA I’TASOMTU BIKA MIN KULLI BALAIN BI HURMATI DANIYALA WA BIHAQQI AYAKHO AYAKHO WA BI HAQQI PUNUROS FUNUROS WA BIHAQQI AHYAN SYARO HIYAN ASBAUTI ALI SYADAYA WA BIHAQQI ‘ADZOMATIKA YA ALLOHU YA ALLOHU YA ALLOHU IHFADZNI MINAL BALAI WAL AFATI WAL ‘AHATI WA BIHAQQI MUSA WA ISA WA BIHURMATI DAWUUDA WA ZAKARIYYA WA BI HURMATI ISMAILA WA YAHYA WA BIHURMATI IDRISA WA SYIS WA BIHURMATI MUHAMMADIN SOLLALLOHU ALAIHI WASALLAM TAWAKKALTU ALAL HAYYIL LADZI LA BIDAYATA LAHU WA I’TASOMTU BIKA MINAL JINNI WAL INSI BI QIROATIS SAYFI WAS TAJIB DU’AII YA GIYASAL MUSTAGISINA AGISNI YA MAN LAYSA KA MISLIHI SAYUN WA HUWAS SAMI’UL BASIRU HASBIYALLOHU WA NI’MAL WAKILU NI’MAL MAULA WA NIMAN NASIRU WA SOLLALLLOHU ALA SAYYIDINA MUHAMMADIN WA ALIHI WA SOHBIHI AJMA’IINA ALLOHUMMA INNAKA QULTA WA QOULUKAL HAQQU UD ‘UUNI ASTAJIB LAKUM WA INNAKA LA TUKHLIFUL MI’ADA YA LATIFU AGISNI WA ADRIKNI BI KHOFIYYI LUTFIKAL KHOFIYYI ILAHI KAFA ILMUKA ANIL MAQOLI WA KAFA KAROMUKA ANIS SUALI ALLOHUMMA TA FADDOL ALAYYA WA AHSIN ILAYYA WA KUN LI WA LA TAKUN ALAYYA .


Syarat:
1. Bidayat (permulaan):
a. Bidayat 1:
– Mandi jamas (keramas) pada hari sebelum puasa
– Puasa Mutih/niis selama 7 – 21 – 41 –120 (Final Mukasyafah & Musahadah)
b. Bidayat 2:
– Mandi jamas (keramas) 7 guyuran 7 ember setelah salat magrib
– Dilakukan tanpa puasa selama 49 – 300 hari makan-makanan yang tidak bernyawa (Final Mukasyafah & Musahadah)
2. Wasa’ith (perantara):
– Sesudah mandi & mau puasa baca tawasul dulu untuk rosul, malaikat, sahabat, auliya, penulis kitab hikmah, ijazah, khomdam(bila tahu), orang tua, diri sendiri, muslimin & muslimat.
3. Nihayat (kesudahan) & Riyadhoh (latihan), Mujahadah (perjuangan):
a. Nihayat, Riyadhoh, Mujahadah (1):
– Shalat taubat 2 rakaat
– Shalat hajat 4 rakaat
– baca tawasul dulu untuk rosul, malaikat, sahabat, auliya, penulis kitab hikmah, ijazah, khodam(bila tahu), orang tua, diri sendiri, muslimin & muslimat.
– Rapalan dibaca setelah salat wajib minimal 21x, maghrib & Isya 41x, salat Hajat 101-170-313
b. Nihayat, Riyadhoh, Mujahadah (2):
– Shalat taubat 2 rakaat
– Shalat hajat 4 rakaat
– baca tawasul dulu untuk rosul, malaikat, sahabat, auliya, penulis kitab hikmah, ijazah, khomdam(bila tahu), orang tua, diri sendiri, muslimin & muslimat.
– Rapalan dibaca setelah salat wajib minimal 21x, maghrib & Isya 41x, salat Hajat 101-170-313
4. Takammul (mengenal), mukasyafah (pengungkapan):
Khodam:
1. Jumlah:
a. Jumlah Khodam Kepala: 20 khodam Utama
b. Jumlah Khodam Kepala Divisi dari 5 Divisi: 105 khodam
c. Jumlah Khodam dari Semua Divisi: 525 khodam
d. Jumlah Total Khodam 651
5. Mukasyafah (pengungkapan) & Musyahadah (penyaksian):
(rahasia)
@@@


ASMA KHIDIR AS.


Berdasarkan Harapan saudara sekalian maka saya coba ampilkan asma Khidir berbagai versi berdasarkan perjalan ruhani dari berbagai versi dan sesaui dengan manuscrip kuno ASMA’IAN WAR RUH, sedangkan fadilahnya sama dengan ASR…


Versi Suryani Ibroni: Ya tankafilu bihaqi khosy-yan-wadza
Versi Arabic: ya hayyu hiyna lahayya fi dayumumatu mulkihi wa biqo’ihi
Versi Mesir Kuno: TSAMIAKH, EMO’IAHA, AMIAL, MAKBAL, AMO’II, ZAZII’AN, MAI-PHIAT, ZAQROTH, TENDAK, FULAMAH


Keterangan:
Dibaca 2999x, minimal 29x, digunakan 9x, sama sesuai dengan asma ASR
komentar | | Read More...

Seks Dan Mistik

Penulis : Unknown on Rabu, 28 Mei 2014 | 22.10

Rabu, 28 Mei 2014

Gudang ilmu, Seks adalah sesuatu tindakan yang magis. Sebab pada hakikatnya perilaku seks adalah mengelola energi universal, energi alam dan energi individu. Ketika kita berbicara tentang seks yang mistis, kita berbicara tentang pengetahuan menggunakan energi seksual dalam diri kita agar mampu kita menej untuk bersatu dengan Ilahi.Ada beberapa kunci dalam hal ini, dan kunci itu adalah mengakui bahwa kita adalah seks. Perasaan seksual itu bukan sesuatu yang terpisah. Seks adalah diriku dan diriku adalah seks. Marilah kita kaji hubungan intim antara seksualitas dan ekstase  mistik. Kesenangan seksual sesungguhnya selalu bersifat ruhani. Tetapi budaya kita telah menyempitkan makna seks itu ke satu tindakan reproduksi, mekanistis, kadang-kadang hanya untuk menuruti hasrat  kelamin dan sangat sedikit kasus, dengan kenikmatan yang luar organik, hingga mencapai tahap emosional, dan seterusnya.
Untuk para mistikus, seks adalah seni puisi, musik, ekstasi, pengabdian, ibadah, dan kepasrahan. Bagi kalangan mistikus, kuncinya adalah bagaimana mampu mengelola energi seksual. Dalam energi itu terletak gambaran dan citra diri ideal, pria dan wanita yang sempurna. Termasuk juga orang-orang suci.
Banyak dari kita sudah tahu jika seks sebenarnya sesuatu yang harus disinari dengan kebijaksanaan. Di dalam hubungan seks, sering terjadi pengalaman yang ajaib, mistis dan artistik. Kita bisa mulai menghargai keindahan tubuh pasangan sebagai manifestasi Kemahasempurnaan Ilahi, sebagai ungkapan dari batin yang terdalam. Perempuan kita menghadirkan Tuhan di dekat kita. Dan Tuhan akan mengekspresikan kekuatan internal bahwa manusia ada dalam jangkauan-Nya.
Kesenangan seksual pada hakikatnya adalah momen terbesar yang intensif yaitu saat ruh kita dan Ilahi menyatu dalam manifestasi fisik. Pengetahuan tentang seks yang magis ini dalam sejarah telah diajarkan secara rahasia di  kuil-kuil ibadah. Seks oleh sebab itu merupakan sebuah seni yang  menekankan pentingnya eksistensi subjek, dan yang harus ditangani secara serius agar tercapai kesempurnaan. Sangat disayangkan bila seks hanya dimaknai secara fisik biologis belaka. Bila ini terjadi, kita hanya menjadi pesenam seks. Seks sejati adalah memasukkan kepekaan batin untuk saling merangsang pintu-pintu energi supranatural.
Untuk melakukan seks yang bermutu tersebut, kita harus mengubah cara kita berpikir dan merasa.  Manusia modern, dan khususnya yang tinggal di Barat, perlu memodifikasi struktur pemikirannya dan perasaan untuk masuk ke dalam dunia batin, di mana terletak hakikat pengetahuan dan pengalaman langsung untuk bermesraan dengan Ilahi.
Pengalaman langsung tidak memerlukan evaluasi, atau argumen, tidak memihak, tetapi integrasi sistem ruhani kita. Ide yang absurd bila hubungan seksual hanya linier, di mana masing-masing pasangan mencari sesuatu yang disebut ORGASME. Tapi yang perlu diingat bahwa sesungguhnya momen kegembiraan terbesar dalam pengalaman seks adalah mencapai yang tidak terbatas, dan yang tidak bisa dimaknai oleh kata-kata. Inilah kenikmatan seksual sesungguhnya. Ecstase adalah pengalaman berkomunikasi dengan sesuatu yang mistis dalam satu waktu. Seks dan Ekstase adalah dua sisi dari hal yang sama. Energi yang diproduksi ekstasi seksual adalah sama dengan energi yang yang mengarah pada ekstase mistik.
Di atas telah disinggung bahwa energi seksual adalah gambar kesempurnaan kita, sebagai manusia yang dalam tradisi mistik Kabbalah disebut “Adam Kadmon.”  Sehingga sangat bijaksana bila kita tidak membuang percuma energi seksual, dan memaknai seks sebagai bentuk kendaraan batin menuju ke yang lebih tinggi hingga tumbuh kesadaran dari dalam tubuh bagian dalam (batin dan ruh kita).
Setelah mengetahui dan memasuki tubuh batin ini, seorang yang bermain seks akan memasuki dimensi universal kehidupan umat manusia secara keseluruhan yang sama sekali tak dikenal sebelumnya. Namun kristalisasi manusia baru ini adalah semua ciptaan, ciptaan yang menyerupai pembentukan alam semesta, karena kita adalah alam semesta.
Pengalaman seksualitas sebagai penggabungan ruh menjadi satu ruh dengan pasangan kita memungkinkan kita untuk bergabung dengan “batin” / rasa pangrasa Tuhan. Yang Maha Batin. Kita akan terbang menuju alam keabadian. Kuncinya adalah tidak hanya menyalurkan energi ke dalam, tetapi membutuhkan kondisi yang berbeda dari pikiran sehari-hari. Jadi kita bicara tentang perubahan memaknai kembali pikiran dan perasaan.
Hal ini juga mensyaratkan bahwa kita mengasihi dengan pasangan, karena seks bukan senam seksual. Dalam khasanah Yoga, hubungan seks berarti kita sedang bekerja sama dengan “ular suci dan Ibu Kundalini”, yang bersemayam di dalam tulang ekor, cakra dasar, sehingga kita merasakan panggilan dari Yang Maha Mutlak untuk manunggaling Kawulo lan Gusti.
Jadi kita perlu menekankan bahwa seks tidaklah melepas energi seksual secara gegabah. Seks bukanlah hanya memasukkan alat kelamin ke pasangan sebagaimana pandangan orang Barat yang tidak meyakini adanya ruh dan tidak yakin adanya Tuhan.  Jadi tidak salah bila disebut bahwa orang Barat sebenarnya tidak mengetahui apa hakikat orgasme. Yang mereka ketahui hanyalah perasaan menyenangkan pasca-orgasme.
Sementara bagi orang Timur seperti kita yang percaya bahwa ada sesuatu yang lebih mulia, orgasme dan pengalaman ekstasi adalah sama. Seorang pria merasa lega yang dihasilkan ketika energi yang diblokir kemudian dilepaskan. Setiap energi yang diblokir itu dilepaskan yang memproduksi kesenangan, dan oleh karena itu diterima dengan sukarela, tetapi di sini kita berusaha untuk masuk lebih dalam, untuk  itu akar persatuan dengan-Nya, di mana kita bisa berbagi  perasaan ekstasi dengan-Nya.
Maka tidak salah bila dikatakan bahwa seks tidak boleh hanya dimaknai sebagai berejakulasi, atau mempertahankan air mani, tetapi yang lebih penting adalah sikap internal (batin) yang memungkinkan kita menggabungkan dengan semua unsur di alam semesta.. Mengubah air mani menjadi energi kreatif, menghaluskan, memperkokoh tulang belakang, mengisi aura dengan percikan bunga api Ilahi untuk memulai proses penciptaan alam semesta. Pengaturan seks yang sesuai dengan ajaran agama ini membawa kita untuk mengkristalkan tubuh astral agar bercahaya.
Tubuh astral ada atas, tengah, dan bawah. Badan-badan ini sudah merupakan desain kodrat energi seksual pada diri manusia. Ketika alat kelamin terbangun maka kita telah memulai regenerasi dan pembentukan badan-badan astral ini. Dalam sebuah tindakan seksual, masing-masing mitra gaib ini menjadi magnet. Pleksus adalah beban yang kemudian akan meningkatkan pertukaran sentuhan. Penting  mencapai eksitasi agar kita mampu menghaluskan jiwa dan membuka pikiran ke kuasa ruh Ilahi sehingga Dia mulai mengisi energi batin pada masing-masing pasangan.
Pembukaan emosional  akan menempatkan hubungan seks yang menggairahkan. Ini adalah pintu gerbang  ke alam surga. Perasaan ini adalah makanan  ruhani dan kebutuhan jiwa yang akan menjadi energi terbesar menghadapi hidup di alam nyata. Seseorang harus mencapai orgasme saat melakukan hubungan seksual tak kenal lelah dengan didahului dengan rangsangan refleks belaian, penuh kasih dan lembut.
Pemeliharalah hal ini dan singkirkan pikiran seks yang seperti hewan. Pertahankan seks sebagai hal yang murni spiritualitas, seolah-olah tindakan seks itu adalah upacara keagamaan yang sejati. Di saat memasukkan penis dia harus menjaga  agar si perempuan mengalami rasa batin yang tertinggi, penuh kegembiraan hingga batin terasa kejang. Namun jangan langsung ejakulasi. Tahan dulu dengan sabar dan ikhlas.
Dengan cara ini kita semakin ingin membelai pasangan. Ini dapat diulangi sebanyak yang Anda inginkan tanpa pernah terjadi kelelahan, karena pasangan adalah kunci ajaib untuk diremajakan setiap hari, menjaga tubuh tetap sehat dan agar mampu memperpanjang hidup, karena itu adalah sumber kesehatan dengan magnetisasi konstan.
Inilah pengetahuan tentang seks yang batiniah; “Seks magis antara suami dan istri didasarkan pada unsur potensi seks. Ada hormon paten atau vitamin yang diperlukan untuk hidup, tapi benar perasaan kau dan aku, dan oleh karena itu pertukaran yang paling baik adalah adanya pertukaran rasa afektif erotis, antara pria dan wanita. Campuran cerdas kerinduan seksual dengan antusiasme ruhani, datang seolah-olah oleh sihir, kesadaran magis. Inilah jalan rahasia yang mengarah untuk pelepasan ruh.”
Memang seseorang awalnya cukup kesulitan belajar Seksual Magis seperti ini. Tidaklah mudah belajar tentang seks magis.  Maka wilayah yang paling sensitif yang berupa saraf mengalir dan beberapa pengaruh bawah sadar, dan sadar sesungguhnya tergantung pada suasana jiwa kita. Organ intim yang berupa “lilin” astral ini benar-benar bebas dari segala macam kemunafikan, kefanatikan, penolakan, dan devaluasi hidup.
Kesimpulannya: “Cinta adalah kunci yang membuka pintu surga. Minimalkan kerugian dengan menganggap seks itu hanya sekedar rekreasi (hiburan) dan prokreasi (mendapatkan keturunan). Seks sesungguhnya adalah kehangatan energi cinta ilahi yang sempurna yang mengejawantahkan diri kita menjadi manusia sejati.  Maka, Seks itu Suci. Yaitu pengelolaan sadar energi seksual untuk membuka jalur ruhani menuju ruh alam semesta dan jalur ruhani bebas hambatan menuju Ilahi”
komentar | | Read More...

Dzikir Segitiga Emas

Penulis : Unknown on Senin, 14 April 2014 | 00.30

Senin, 14 April 2014

ADIM
adim_82@plasa.com

Assalamu`alaikum Wr.Wb
Bismillah hirohmanirrohim
Alhamdulillah hirobbil alamin, segala puji bagi alloh SWT, yang telah memberikan rahmat kepada kita sekalian, sholawat serta salam kita hatur kepada Nabi Muhammad SAW. Yang saya hormati sesepuh KWA Ki wongalus, saudaraku dan sedulurku semua yang saya hormati pula. Izikan sekali lagi saya disini untuk memposting amalan Dzikir Agung Wong Tani.

Deskripsi :

I. Pendahuluan :
Dzikir ini meliputi 3 komponen permohonan
a. (sholawat, tahmid, takbir, Tahlil dll) pada doa ini kita bersifat memuji kebesaran Asma Alloh serta utusanNya,
b. (Tawasul/ pemberian hadiah/ Pemohonan batuan Doa/ mohon penyaksian) kepada para leluhur hujatul islam dari berbagai latar belakang serta para leluhur tanah jawa, tawasul ini diharapkan para auliyaillahita`ala memberi hadiah kepada sang pembaca atau mereka akan membatu kita dalam permohonan ini serta memberikan berbagai barokah yang di miliki masing2 leluhur disini terdapat lebih 50 kekasih Alloh SWT. Yang akan kita mintai perantara / barokah/bantuan dlm berbagai hal dalam doa` ini, dalam proses membaca sebagian besar wali-wali alloh akan datang berada disekitar kita untuk turut medoakan kita pada saat itu juga terutama bagi yang sudah istiqomah. Kenapa tawasulnya kok begitu banyak? Karena mereka2 adalah wali alloh yang telah banyak mengarang dan menyusun berbagai keilmuan dari berbagai sisi dan dimensi, insyaalloh tanpa kita belajar ilmunya kita akan mendapatkan secara langsung wali-wali alloh tersebut ilmu tersebut tanpa kita minta amin3x.
c. (Sholat wajib, sholat sunnah nawafil, Tobat, Lidafil bala`, Birrul walidain dll) disini sholat merupakan ujung tingkat tinggi dalam berdoa yaitu sholat di mana setelah kita memuji Alloh yang telah digariskan adalah hanya melalui sholat juga bersamaan kita minta sarana bantuan kepada leluhur Wali Alloh baik di wilayah tanah arab dan wali Nusantara RI untuk membawa doa kita pada sisi Alloh SWT. Jadi sholat merupakan ujung dari segala doa.
Dari semua itu kami menyimpulkan sebagai Dzikir Segitia Emas, karena antara sisi satu dengan yang lainnya saling menguatkan untuk membetuk segitiga trapezium menuju Alloh SWT.

II. Nama :
Asmak ini diberi nama cukup istimewa karena amalan ini adalah warisan dari beberapa guru yang kemudian saya simpulkan dan diringkas serapi-rapinya sehingga menjadi bentuk seperti ini. Termasuk didalamnya terdapat Dzikrul Ghofilin dari Mbah Khamid, Gus Miek, Mbah siddiq, serta dari kyai-kyai lain yg tidak bisa di sebut satu persatu.

III. Proses Peyusunan
Dzikir ini disusun layak lahirnya seorang bayi, perlu perawatan diuji lalu dirasakan di telaah manfaat dan faedahnya di dilihat latar belakang setiap kalimat setiap wali-wali alloh yang dikirimi fatikha serta kitab-kitab, doa dan asma-asma yang telah di karang oleh mereka sampai pada dampak langsung posisi kita di akhirat pada saat sidang ila yaumil qimayah sampai perjalanan sidratul muntaha. Karena memang begini tidak serta merta tersusun langsung jadi seperti ini dulu hanya poit A-E lalu Dzikrul Ghofilin kemudian meningkat tambah banyak dan insyaalloh mentok sampai disini tingkat paling tinggi.
Butuh 2 tahun untuk merampungkannya selesai pada tahun 2003 meskipun tidak pernah saya tulis dalam lembaran apapun. Pada tahun 2010 bulan juli ada tambahan 2 asmak pada poin M dan N yang saya ambil sesepuh di ASR mencari ridho alloh SWT. Di kampus KWAngen ini.
sebagian kecil Dzikir ini sudah saya blow up di ‘posting asmak warisan dua Guru’ beberapa bulan yang lalu.

IV. Cara membaca
Amalan ini dibaca setelah sholat maghrib sampai isya, untuk membaca Dzikir ini membutuhkan waktu 80 menit jika sudah hafal kalau dalam tahap pertama bisa sampai 2 jam + sholat sunnahnya, jelas membutuhkan waktu luang bagi sedulur yang hendak mengamalkannya, apalagi dijaman serba ruwet bin mumet benar-benar harus bisa mendisiplinkan waktu, apabila tidak ada waktu silahkan diamalkan diatas jam 9 malam. Sedulur bisa membacanya sekali saja seumur hidup atau hanya untuk mencoba silahkan, sedulur bisa membuat amalan ini sebagai koleksi lemari atau sekedar dibaca juga tidak apa-apa.

V. Tujuan
Tujuan mengamalkan Dzikir ini tidak lain hanya untuk mencari ridho alloh SWT. Sama sekali tidak ada terlintas /terbesit untuk mengharap kesaktian karena manusia sudah sakti bin mandraguna.

Selamat membaca semoga bermanfaat :

VI. Dzikir Segita Emas
Bismillahirrohmanirrohim
A. Istighfar 11 x
B. Subhanalloh 33 x
C. Allohu akbar 33 x
D. Alhamdulillah 33 x
E. Lailaha illalloh 100 x
F. Baca QS (Tha`ha /20:39). 3X
“Wa`alqoitu alaika mahabbatamminni walitus na`a ala ainin”
G. Bismillahirrohmanirrohim. Wabimu`jizati Wabikaromati Wabibarokati Wabissafa`ati rosulillah Nabiyulloh Isa Khidir Sulaiman Alfatikha …3X
H. Ayat Kursi … 3X
I. Sollallohu ala Muhammad 11 X
J. Bismillahimasyaalloh 7 X
K. La haula wala quwata illabillah 1 X
L. Bismillahirrohmanirrohim 11 X
M. Inna kuwwatih nakaban nata kitaban nata 11 x
N. Inna kuwwatih nakatahta kitaban nata lailahaillalloh bi idznillah illa haula wala quwata illa billah 3 x
O. Tawasul
1. Ila hadrotin 1. Nabi mustofa muhammad sollallohu alaihi wasallam 2. Tsumma ila hadroti sayyidisy-syaikh abdul qodir zaelani 3. wasayyidisy-syaikh abi khamid muhammad al-ghozalie 4. wasayyidisy-syaikh habibi abdi alwi al-haddad rodiyallohu anhu lahumul fatikha …(50x) setiap 10 kali diulang ilahadroti …dst.
2. Doa ‘Allohumma inna nas`aluka bihaqil fatikhatil muaddlomatil wasab il matsani antaf tahalana bikulli khoir wa`an tatafadlolana alaina likulli khoir wa antu amilana mu amalaka bi ilmil khoir wa`antahfadlona fi adyanina wa anfusina wa auladina wa amwalina wa ahlina wa ahbabina wa ashabina min kulli mihnatin wafitnatin wa bu’sin wadhoirin innaka waliyu likulli khoir wamutafaddilu likulli khoir wamu`din likulli khoir birohmatika ya arhamarrohimin wasollahlu ala sayidina muhammadin waala ali wasohbihi wasallam walhamdulillah hirobbil alamin.
3. Huwallohu lailahaillalloh huwararrohmanu jalla jalalu Arrohimu jalla jalalu…( baca asmaul khusna… ila akhir setiap asma di akhiri dengan lafad “jalla jalalu) 1x
4. Robbana atina fiddunya hasanah wafil a-khiroti hasanah wakina adzabannar 10X (doa sapu jagat)
5. Alladzi lamyalid walam yulad walam yakullahu kufuwan ahad laitsa kamislihi syai`un fil ardli wala fissama`I wahuwas sami`ul alim 1 x
6. Ila hadroti jami`il ambiya`I wal mursalin wa`ulil azmi minarrusuli wajami`il malaikatil muqorrobin alaihimussolatu wassalam lahumul fatikha …1x
7. Allohumma sholli ala sayyidina jibril Wasayyidina mikail Wasayyidina isrofil, Wasayyidina ijro`il, wahamalatil arsy, wa’alal malaikatil muqorrobin wa`ala jami`il ambiya`I walmursalin solawatullohi wasalamuhu alaihim ajma`in 1x
8. Astaghfirulloh hal adhim 100x
9. Ila hadrotissyafi`ina sayyidissadati muhammadin sholallohu alaihi wasallam wa`ala alihi wasobbih, wakhususon ahlil badri minal muhajirina wal ansori rodiyallohu anhum ajma`in, wajami`i atba`ihi wasyuhada`I wajami`il ambiya`I wal mursalin wajami`il auliya`i wal ulama`I wassyuhada`I was sholihin sholawatullohi wasamuhu alaihim ajma`in walmusonnifina wamuallifina wajududina wajaddatina waaba ina waummahatina faman lahu huqukun alaina ghofarullohu lana lahumul fathika …1 x
10. Ila hadroti bachkrissyafa`ati sayyidina mahbubi muhammadin sollallohu alaihi wasallam lahumul fatikha ..1x
11. Ila hadroti nabiyina khadiri abi abbas balyan bin malkan alaihissalam lahumul fatikha ..1x
12. Ila hadroti 1. sultoni auliya`I auwali sayyidisy syababi ahli jannati sibti khoiri bariyyah, 2. abi Mummadin sayyidina khasani aliy ibni abi tholib, 3. wa`akhihis sokhibi sayyidina husain 4. wawalidaihima sayyidina ali bin abi tholib 5. wassayyidatina fatimatus zahro al-bathul rodiyallohu anhum lahumul fatikha …1x
13. Ila hadroti 1. sayyidisy-syaikh muhyiddin abi muhammad shulton al-auliya asyikh abdul qodir al-jaelani ibni abi soleh musa janka dzausat 2. wasayyidisy-syaikh abi hamid muhammad al-ghozali 3. wa akhihi shoghiri sayyidisy-syaikh achmadal ghozali 4. wasayyidisy-syaikh abi bachri as-sibli 5. wasayyidisy-syaikh qutbi ghousi habibi abdi alwi al-hadad rodiyallohu anhum lahumul fatikha ..2 x
14. Ila Hadroti 1. sayyidisy-syaikh abu yazid taufur ibni isa al-bustomy 2. wasayyidisy-syaikh muhammad hanafi 3. wasayyidisy-syaikh yusuf bin ismail an-nabhani 4. wasayyidisy-syaikh jalalidin as-suyuti 5. wasayyidisy-syaikh abi zakariya abi yahya ibni sarofi an-nawawi rodiyalluhu anhu lahumul fatikha …1 x
15. Ila Hadroti 1. sayyidisy-syaikh abdi wahab asy sya`roni 2. wasayyidisy-syaikh ali nuriddin as-sauni 3. wasayyidisy-syaikh abi abbas achmad ali bunniy 4. wasayyidisy-syaikh ibrohim adzhama 5. wasayyidisy-syaikh ibrohim ad-dasuki rodiyallohu anhum lahumul fatikha …1x
16. Ila Hadroti 1.Assyaikh abi abbas sihabiddin achmad umar al-ansori al-mursiyi 2. wasayyidisy-syaikh abi sa`id abdi karimi busyiri 3. wasayyidisy-syaikh abi hasan al-bachkri 4. wasayyidisy-syaikh abi abdillah ibni ismail al-bukhori 5. wasayyidisy-syaikh jainiddin ibni abdi aziz al-mali baril fanani 4. wasayyidisy-syaikh tajiddin ibni atoillah as-sakandari rodiyallohu anhu lahumul fathika ..1x
17. Sholawat 300 x
18. Ila hadroti a`immati arba`ati mujtahidi ashabi madzahibi arba`ah 1. wakhususon sayyidisy-syaikh Muhammad idris as-syafi`I 2. wasayyidisy-syaikh abi khofdin umar suhro wardiyi 3. wasayyidisy-syaikh abi madyana 4. wasayyidisy-syaikh ibnu maliki al-andalusia 5 wasayyidisy-syaikh. Zainiddin sulaiman az-zajuli 6. wasayyidisy-syaikh muhyiddin ibni arobi 7. wasayyidisy-syaikh imron bin Husain rodiyallohu anhu lahumul fatikha ..1x
19. Ila hadroti 1. Qutbi kabiri abdi salam al-masyisi, 2. wasayyidisy-syaikh abi al-hasani ali ibni abi abdi jabbari as-syadzili 3. wasayyidisy-syaikh abi ma`fudin al-karhiyi 4.wasayyidisy-syaikh abil hasan sarris saqoti 5. wasayyidisy-syaikh abi qosim al-imam al-zunaid al-baghdadi 5. wasayyidisy-syaikh abi abbasi achmad al-badawi 6. wasayyidisy-syaikh achmad abi husain ar-rifaiyi 7. wasayyidisy-syaikh achmad al-badawi 8. wasayyidisy-syaikh abi abdillah ibni nu`mani rodiyallohu anhu lahumul fatikha …1 x
20. Ila hadroti 1. wasayyidisy-syaikh imam al-hasan abi hasani abi said al-basyri 2. wasayyidatir robiah al-adawiyah 3. wasyyidah ubaidah binti abi kilab rodiyallohu anhu lahumul fatikha …1x
21. Ila Hadrotin 1. sayyidisy-syaikh Sulaim adz-daroein, 2. wasayyidisy-syaikh as`adinil mukhasibin, 3 wasayyidisy-syaikh abi sayyid din-dunnun al-misri, 4. wasayyidisy-syaikh Husain al-Mansyur al-hallaj, 5. wasayyidisy-syaikh Jalaluddin ar-rumi, 6. wasayyidisy-syaikh Abi khofdin umar bin farid al-sarofi al-hamwiyi al-misri rodhiyallohu`anhu lahumul fatikha …1x
22. Wakhususon sunan ampel, sunan bonang, sunan drajat, sunan giri, sunan gunungjati, , sunan kudus, sunan muria, sunan, sunan kali jogo, syeich maulana malik ibrahim alfatikha …1 x
23. Wakhususon 1. Mbah Kyai Hasyim As`ary 2. Mbah Munawwir 3. Mbah Bahkruddin, 4. Mbah Kyai Muhammad Soleh Bahruddin rohimallohu ta`ala Al-Fatikha …1x
24. Wakhususon Ila ruhi wa jasadi, 1. Mbah Kholil, 2. Mbah Khamid, 3. Mbah Abdulloh Amin, 4. Mbah Min, 5. Mbah Qusyairy Ilyas, 6. Gus Khamim Jazuli, 7. Mbah Slagah, 8. Mbah Sumberkerto, 9. Mbah Darrin, 10. Mbah Nyai Kholifatus sarifah 11. Mbah Semendi 12. Mbah Kyai Jalil Mustaqim, 13. Mbah Kyai Nawawi 14. Sayyid Arif, 15. Sayyid Abdurrohan, 16. Syeich Jumadil Kubro, 17. Syeich Yasin, 18. Mbah Syahri, 19. Mbah Mangli, 20. Mbah Kyai Badrudin, 21. Mbah Kendil Wesi 22. syeich Damanhuri Al-Fatikha …3x
25. Wakhususon Ila ruhi wa jasadi 1. mbah Madun 2. mbah ki ageng penanggungan Al-Fatikha 1x
26. Ila Ruhi…/… (sebutkan nama kakek dan nenek minimal 2 turunan) Al-Fatikha…1x
27. Ila Ruhi wa jasadi Abi wa Umi … (ibu/ bapak) Al-Fatikha…1x
28. Ila Hadiyati babir rohmatin nafsi… (sebutkan nama istri dan anak bagi yg sudah menikah) Al-Fatikha…1x
29. Wakhususon wilayah (sebut nama dusun, desa kec. Kab. Prop. Pulau, NKRI) ‘jauhkan dari segala marabaha dan musibah aman3 ila yaumil qiyamah” al-fatihka ..1x
30. Ila hadroti ahya`i wal amwati min jami`issolikhina minal auliya`irrizalil arifin wal ulama`il amilin wajai`il auliya`i’ fi jawata wa madurota wa Indonesia wabil khossin jami`i sunan-sunan walisongo ajma`ina wasairissadati shoufiyatil muhakikina ainama kanu mim masyarikil ardlo ila maghoribiha innalloha yajma`una waiyahum wayahdina bi himayatihim yamahmina bihimamatihim wayumiduna bimadadihim wayu`iduna mim barokatihim wa asrorihim wa anwarihim wa`ulumihim fiddaroein, waila hadrotin mujtabah sollallohu alaihi wasallam alama nawassalafussolihk Al-Fatikha …3x
31. Ila hadroti ihwani dzkirina bi dzikril ghofilin wadzakiroti taghommada humullohu wamaghfirotu minallohi waridwan lahumul fatikha …1 x
32. Tahlil 100 x
33. lamabuda illaloh lamaksuda illalloh lamadzluba illalloh lamaujuda illalloh maula yasolliwasallim daiman abada ala habibika khoiril kholqikul lihimin huwal habibulladi turjasofa atuhu likullihau liminal ahwalimuktahimi
34. lishohibi burdati liqodoi hajatina wahajatiku min hawaijiddunya wal akhiroh al-fatikha …1x

P. Sholat at-taubah 2 rokaat
Niat : usolli sunnatan littaubati rokataini ada`an lillahita`ala (Surat sesuai yang sedulur sukai)
Pada rokaat kedua sujud terakhir setelah membaca doa subhanarobbiyal a`la dst.baca do`a :
“ ya Alloh terimalah tobat saya ampunilah segala dosa saya perkataan saya dan tingkah laku saya. segala tinglaku saya jadikanlah amal ibadah untukMu)
Q. Sholat Litsubutil Iman 2 rokaat
Niat : usolli sunnatan Litsubutil Iman rokataini lillahita`ala (Surat sesuai yang sedulur sukai)
Pada rokaat kedua sujud terakhir setelah membaca doa subhanarobbiyal a`la dst.baca do`a :
“ Ya Alloh tambahkan nikmat islamku nikmat imanku dan nikmat ihksanku, mudahkan segala urusanku, bahagiakanlah diriku ila yaumil qiyamah)
R. Sholat Birrul Walidain 2 rokaat
Niat : usolli sunnatan Birrul Walidain rokataini lillahita`ala (Surat sesuai yang sedulur sukai)
Pada rokaat kedua sujud terakhir setelah membaca doa subhanarobbiyal a`la dst.baca do`a :
“Ya Alloh ampunilah dosa Ibu Bapak saya terimalah tobatnya, segala tingkah lakunya jadikan amal ibadah, jauhkan dari segala macam musihbah, segala macam mara bahaya, jin setan, tambahkan nikmat islam ikhsan, iman mudahkan segala urusannya
S. Sholat Lidaf`il Bala` 2 rokaat
Niat : usolli sunnatan Lidaf`il Bala`rokataini lillahita`ala (Surat sesuai yang sedulur sukai)
Pada rokaat kedua sujud terakhir setelah membaca doa subhanarobbiyal a`la dst.baca do`a :
“Ya Allah saya beserta keluarga sahabat sanak famili dimanapun berada serta desa, kecamatn, kab. Prop. NKRI (sebutkan nama wilayah masing2) Jauhkan dari segala macam bentuk musibah didarat maupun di laut selamatkanlah alamnya selamatkanlah rakyatnya

T. Sholat Isya Untuk dzikir setelah sholat isya baca point A- H
U. Doa : “Ya Alloh kulo anak putu kulo tiang sepah kale kulo guru-guru kulo sedoyo dulur-dulur kulo sedoyo bolo tonggo luko sedoyo sak anak putune tobate panjenengan terami dosa-dosane panjenegan sepuro sedoyo tingkah polahe panjengan dadosaken amal ibadah sedoyo amal ibadahe panjengan terami gusti .. tambahaken nikmat islame nikmat imane nikmat ihsane ila yaumil qiyamah gampilaken dalane drajat gampilanken dalane pangkat gampilaken dalane ilmu gampilaken dalane rizki rizki jembar barokah masalah ruweto yonopo panjenengan udaraken masalah jeruwo yonopo dadosaken cetek masalah angelo yonopo dadosaken gampil masalah buteko yonopo dadosaken bening la haula wala quwata illabillahhil aliyil adhim.” ( bagi sedulur yang berdoa ini hendak menggunakan bahasa adat masing2 )
V. Sholat Tasbih
W. Sholat Hajat/ Tahajut
X. Sujud Syukur

Keterangan :
1. Ba`da sholat magrib dibaca dan dilaksanakan Point A – S
2. Untuk ba`da sholat subuh baca point A – O
3. Sholat ba`diyah dan Qobliyah di ikutkan juga sholat point J dan M ( Taubat & Lidaf`il bala`)
4. Dzikir setiap sholat Fardhu Dhuhur, Asyar Isya baca Point A – N
5. Untuk shoaltul lail/ sholat malam ditambah poin V – X
6. Sebainya setiap sholat fardhu pad rokaat pertama setelah membaca alfatikha baca surat At-taubah ayat
29,”laqod jaa akum rosulum min anfusikum ..ila akhir …
7. Sholat hajat (poin W) lebih diperbanyak rokaatnya setiap 2 salam akan lebih menambah mantaaap tak terasa hingga berjam-jam jik sudah khusu`nuwun.
sekian

Demikian Amalan ini saya sampaikan dan mungkin ini adalah amalan terakhir yang saya posting ke Kampus KWA, dan apabila ada kata2 yang kurang berkenan dihati sedulur semua saya mohon maaf… dan mohon dibenarkan apabila ada kesalahan dalam penulisan dan tata bahasa pada Dzikir ini. Sekali lagi mohon maaf saya wong tani sekali extion lagi garap sawah… maklum wong ndeso HP saja dipinjami pecah lagi casingnya sukur2 yang punya gak minta balik…untung kakak saya punya warnet jadi bisa ketemu sama wong alus sekali lagi saya tidak bisa apa-apa nulispun sangat jadul tanpa sopan santun norak amat narsis bin edan .. rumahpun ngampung ke orang tua telingaku dungu sekali kalau orang bicara satu meter kalo gak keras gak dengar sudah kurang apa bodoh saya …Duh gusti …kulo mboten nyuwun nopo-nopo gusti… namung ridho panjenengan gusti ingkang kulo suwun …sekali lagi saya mohon maaf sebesar-besarnya.
Wassalamu`alaikum Wr.Wb.
komentar | | Read More...

Hakekat Ikhlas

Penulis : Unknown on Jumat, 11 April 2014 | 22.08

Jumat, 11 April 2014

Salah satu tabir yang menutupi hati kita untuk mampu merasakan getaran cahaya Petunjuk Tuhan adalah ketidakikhlasan. Sebaliknya, bila kita mampu untuk ikhlas berarti terbukalah salah satu hijab dan kemudian insyaallah kita mampu untuk merasakan getaran petunjuk cahaya Keikhlasan-Nya juga. Keuntungan ikhlas yang lain sebagai hadiah dari-Nya jelas banyak. Salah satunya adalah mampu meraba iradat-Nya.

Kisahnya sederhana. Hari Senin kemarin, tanpa diduga sebelumnya tiba-tiba mendadak kami diperintahkan untuk ke Bandung, Jawa Barat untuk sebuah tugas. Sebenarnya kami mampu untuk menolak tugas tersebut karena sifatnya bukan wajib melainkan pilihan. Entah karena apa, kami pun berniat belajar ikhlas saja ditugaskan tanpa embel-embel apapun. Ikhlas ya ikhlas, nggak punya harapan apa-apa.

Menurut penilaian para teman, kami tergolong wong manutan yang tidak punya keberanian untuk menolak permintaan orang lain. Padahal bila menuruti permintaan tugas pergi ke Bandung tersebut, pasti akan kelelahan apalagi tanpa imbalan. Padahal, di hati ini berkata: apa salahnya untuk melaksanakan sesuatu yang bisa menjadi ganjal agar orang lain tidak kecapekan? Biarlah kami saja yang bermandikan keringat daripada orang lain.

Ingat prinsip Rabiah Adawiyah, sufi agung perempuan yang tersirat dalam doanya: “Ya Allah, jadikan tubuhku besar hingga memenuhi neraka agar para saudaraku sesama manusia tidak ada yang masuk neraka”. Ini adalah makna keikhlasan untuk berkorban agar sesamanya tidak celaka. Biarlah diri menjadi bemper agar orang lain selamat…. Apakah pikiran kami seperti Rabiah? Nggak tahu, semoga saja begitu. Hehehe…

Dalam manajemen modern, pikiran seperti ini pasti dianggap tidak efisien dan efektif. Apalagi dilihat dari sisi ekonomis: ini pikirannya wong mlarat dan bila dipertahankan mungkin sampai kapanpun tidak bisa kaya karena tidak menguntungkan. Mungkin saja..

Singkatnya, kami pun akhirnya tetap memutuskan berangkat dan tiba di terminal Bungurasih pukul 4 sore. Sebelumnya, kami disarankan untuk naik bis “Pahala Kencana” karena konon lebih cepat, lebih nyaman dan lebih “selamat.” Meskipun tiketnya lebih mahal dibanding yang lain.

Di depan petugas penjualan tiket, sayang kursi bis sudah penuh penumpang dan hanya menyisakan satu kursi cadangan di pinggir sopir. Oleh petugas penjualan tiket, kami disarankan untuk menunggu bis “Pahala Kencana” yang lain.

Belum sempat memutuskan apapun, dari tempat kami berdiri tampak bis “Bandung Express” yang masih kosong melompong menunggu penumpang. Bis ini konon tidak begitu disuka karena berkelas rakyat bawah sehingga pasti terasa kurang nyaman bagi mereka yang alergi dengan hal-hal yang berbau rakyat.

Ide pun muncul untuk naik bis berwarna putih tersebut. Kami membeli tiket dan masuk ke kendaraan itu. Itung-itung belajar ikhlas untuk naik bis yang kurang bagus. Meskipun resikonya jelas; kurang nyaman, kurang bersih, dan kurang-kurang yang lain…

Hebatnya, bis ini murah meriah harga tiketnya dibanding bis elite satunya tadi. Jumlah penumpang “Bandung Express” saat itu hanya ada delapan. Kursi lain kosong melompong. Dengan delapan penumpang wong cilik tersebut, bis berangkat meninggalkan Surabaya. Sementara bis “Pahala Kencana” sudah terlebih dulu berangkat dengan jeda waktu sekitar satu jam dibanding bis butut yang akhirnya kami tumpangi.

Singkatnya, sore berganti pagi. Bis memasuki kawasan Sumedang…. Eh, di pinggir jalan kami lihat bis “Pahala Kencana” berhenti. Kelihatan kru bis sedang memperbaiki mesin dan para penumpangnya ada yang keluar bis duduk di pinggir jalan, ada pula yang masih berada di dalam bis menunggu. Ya, bis elite itu rusak. Sementara bis butut yang kami naiki malah mulus meluncur Surabaya-Bandung dengan selamat dan tidak kurang apapun. Lebih cepat lagi hehe…Alhamdulillah.

Perjalanan bis menuju Bandung adalah analogi yang baik bagaimana sesungguhnya menuju tujuan hidup. Marilah kita renungkan, kira-kira apa sih tingkat puncak kenikmatan dari hidup? Pelan menjalani proses di dalam hidup seperti bis “Bandung Express” meskipun onderdil dan bentuk bis (Ibadah dan niat compang camping) tapi tetap berada di jalan yang benar atau pengin cepat-cepat sampai tujuan hidup namun akhirnya malah macet karena sopirnya ulan-ugalan bahkan fatal tidak sampai tujuan seperti bis “Pahala Kencana” tadi?

Begitu pula dengan ibadah. Mana yang kita pilih… jumlah atau frekuensi ibadah yang banyak namun malah justeru yang timbul kebosanan dan bahkan akhirnya pengingkaran dari tujuan ibadah, ataukah sedikit pelan namun ikhlas dan sesuai dengan tujuan ibadah yaitu bentuk simbolik pengabdian tulus dan total pada-Nya?

Benarlah Rabiah Adawiyah. Katanya; dia beribadah bukan berharap surga dan bukan pula takut neraka. Ya, kita beribadah bukan mengharapkan itu. Bahkan jika surga dan neraka tak pernah ada, pasti kita tetap sujud pada-Nya.

Satu hal yang bisa digarisbawahi, bahwa dalam melakoni garis, tata cara dan jalan kehendak Tuhan (agama/kepercayaan/yang lain) terletak pada tujuan murni yang hendak dicapai. Dalam setiap tindak tanduk keseharian kita, semua berjalan dalam rangka pengabdian ibadah. Dan semuanya diikat kembali dengan tali keikhlasan.

Perintah tentang ibadah dalam kitab suci jelas terangkai dengan kata ikhlas. Dan sebagai motivasi, beribadah perlu dilanjutkan dengan berinovasi dalam amal. Beribadah seolah melihat Gusti Allah, sekiranya pun kita masih belum mampu merasakan bahwa Dia melihat kita, boleh juga memantapkan keyakinan bahwa Dia akan melihat apa yang kita kerjakan.

Di sinilah peran ikhlas tersebut. Ikhlas bukan pasrah negatif, tapi ikhlas adalah tujuan tanpa batas kemakhlukan yang sarat kebendaan. Sebab objek yang dituju adalah Sang Maha Ikhlas. Ia yang transenden tak dapat terlihat tapi bisa dirasakan, berarti setiap langkah usaha yang dibuat, harus terus akan berjalan dengan dalih keberadaan-Nya. Selama masih ada kesempatan hidup, maka inovasi harus ada. Biarlah semua hanya Gusti Allah yang menilai usaha kita.

Berbuatlah tanpa embel-embel dibelakang. Tujuannya, bukan untuk dipuji, jadi kaya, terhormat, dapat kekuasaan, jabatan atau lainnya. Arahkan selalu tujuan hanya kepada Gusti Sang Maha Tunggal. Kita pasti tidak akan mengeluh, bosan, jenuh dan sebagainya. Justru, jika tujuan itu berhasil keridhaan-Nya sudah dijamin.

Mungkin ini hakikat ikhlas. Bukan ikhlas yang ateis. Bukan pula ikhlas yang absurd.
komentar | | Read More...

Ruh Pendamping

Penulis : Unknown on Minggu, 23 Maret 2014 | 21.00

Minggu, 23 Maret 2014

+ Ibumu meninggal ya?
-Ya. Sudah dua bulan lalu ibu saya meninggal. Kamu kok tahu?

+Apakah ibumu orangnya kecil pendek, suka mengenakan jarik dan masih sehat meski usianya 89 tahun?
-Kamu kok bisa tahu siapa yang memberitahumu? Kau kan nggak pernah ke desaku bertemu ibuku?

+ …….(diam sedang melihat ruh seorang perempuan tua di samping tersebut)
-ya saya anak tertua dan paling dekat dengan ibu saya
+Berarti yang memberi tahu saya tadi adalah ibumu yang sekarang jadi ruh pendampingmu.

-Oh, gitu ya? Saya masih mencintai ibu
+Itulah yang membuat ibumu juga betah untuk mendampingimu

-Setiap ibadah, saya usahakan selalu berdoa agar ibu dan bapak almarhum mendapatkan perlindugan Tuhan.
+Itulah keharusan agar kamu juga selalu diberi petuah dan didoakan olehnya.

-Matur nuwun
Bagi sebagian kalangan yang mendalami kebatinan, kemampuan untuk melihat ruh sudah bukan hal yang aneh. Termasuk juga kemampuan untuk bersahabat akrab dan saling membantu. Pada diri manusia yang paling inti, ada ruh. Dialah diri sejati yang menjadi guru sejati dari akal dan tubuh fisik kita. Kalau kita biasa mengatakan “dengarkan hati nuranimu” itu artinya dengarkanlah suara ruh(ani) mu.
Hakikat keberadaan ruh sebenarnya juga bisa dinalar dengan ilmu pengetahuan. Sejak lama, para ilmuwan mengamati bahwa obyek-obyek makro di angkasa atau disebut bintang adalah satu pusat dengan sekumpulan planet. Planet itu juga dikelilingi lagi satelit-satelit. Sebagaimana sistem tata surya, matahari dikelilingi 9 planet. Begitu pula dengan obyek-obyek ukuran mikro seperti atom. Di satu butir atom, terdapat pula nukleus yang dikelilingi oleh eketron-elektron yang bergerak.
Sudah lama diketahui pula oleh kalangan ahli kebatinan Barat dan Timur termasuk para Yogi, bahwa ruh manusia adalah ruh utama yang dikelilingi oleh ruh-ruh lain yang disebut dengan ruh pendamping (di jawa konsep ruh pendamping itu disebut: sedulur papat, sementara di Arab merujuk pada malaikat.atau mungkin disebut dengan jin pendamping?). Jadi setiap sistem ruh pada satu diri manusia terdiri dari lima ruh.
Dari lima ruh itu, setidaknya ada empat kemungkinan kombinasi yang terjadi. Pertama, ruh utama adalah pria dan keempat ruh pendamping adalah pria. Kedua, ruh utama adalah wanita dan keempat ruh pendamping adalah wanita.Ketiga, ruh utama adalah pria dan ruh pendampingnya adalah 2 pria 2 wanita. Keempat, ruh utama adalah wanita dan ruh pendampingnya adalah 1 wanita dan 3 pria.
Terdapat kemungkinan adanya lebih dari satu atau kurang dari 4 ruh pendamping. Para ruh pendamping ini bisa saja berganti. Misalnya seseorang mungkin tadinya mempunyai ruh pendamping pria tetapi setelah beberapa lama, ruh pendamping pria ini pergi dan digantikan oleh seorang ruh wanita. Perubahan seperti ini akan mengakibatkan perubahan emosi, mental dan kondisi spiritual ruh utama yang bersangkutan.
Ahli-ahli kebatinan percaya bahwa baik ruh utama maupun ruh pendamping memiliki kehidupan yang otonom/mandiri/independen. Ruh sama seperti matahari dan bulan keduanya terpisah secara otonom dalam garis edar hidupnya masing-masing. Perbedaan antara ruh utama dan ruh pendamping adalah bahwa tingkat kemampuannya. Ruh utama akan mempengaruhi ruh-ruh pendampingnya, sedangkan tingkat kemampuan ruh pendamping hanya akan mempengaruhi diri mereka sendiri dan sangat sedikit untuk mampu mempengaruhi ruh utama.
Secara umum ruh pendamping adalah ruh yang mempunyai hubungan pribadi yang sangat erat dengan  ruh utama. Bila bukan anggota keluarganya, juga para leluhurnya, atau bahkan  teman-teman dekatnya. Ruh-ruh pendamping adalah ruh-ruh yang mengawasi ruh utama. Para ahli kebatinan yang melakukan penyelidikan mengenai karakter dan nasib seseorang berdasarkan pengamatan mereka tentang ruh-ruh pendmping orang yang bersangkutan. Semakin tinggi kemampuan ruh pendamping, semakin tinggi pula kemampuan ruh utama. Semakin rendah dan lemah kemampuan ruh pendamping maka semakin lemah pula kemampuan ruh utama untuk mencapai hidup yang lurus dan sukses.
Bila dikatakan bahwa ruh utama sebagai nukleus dari atom dan ruh pendamping sebagai elektron-elektron, maka perubahan jumlah elektron kan mengubah secara dramatis sifat atom itu sendiri. Hukum kegaiban sesungguhnya sama dengan prinsip fisika yaitu bergerak menuruti aturan yang sah dan berlaku sebagai derivat dari hukum Tuhan.
Banyak orang yang tidak menyadari adanya ruh pendamping mereka. Bahkan yangtragis, banyak pula yang menolak keberadaan ruh-ruh pendamping mereka sendiri. Mereka hanya memahami manusia hanyalah materi fisiknya  dan tidak percaya adanya ruh. Padahal di dalam agama apapun, pasti ada konsep tentang ruh ini. Kalau kita mempelajari secara metafisis, berbagai tradisi yang sudah dijalani oleh para nenek moyang dulu sebenarnya sangat memperhatikan keberadaan ruh pendamping ini. Berbagai tradisi slametan, misalnya, selain berdimensi sosial (horizontal) namun juga untuk menghormati dan rasa berterima kasih kepada para ruh pendamping yang demikian setia untuk menemani kita selama hidup.
Namun bila saran ruh pendamping (para leluhur kita dulu) ini diabaikan bahkan cenderung ditolak dan bahkan kepercayaan adanya mereka dituduh sebagai bid’ah/takhayul maka mereka akan pergi dan diganti dengan ruh-ruh pendamping yang lebih kasar bahkan bisa jadi ruh pendamping yang jahat. Nah, sekarang mana yang kita pilih? Berteman dengan ruh pedamping kita dengan cara menghormati dan menyayangi mereka atau sebaliknya, memusuhi dan mengusir mereka dari hidup kita? Semua berpulang pada keyakinan masing-masing.
komentar | | Read More...

Hakekat Mimpi

Penulis : Unknown on Sabtu, 22 Maret 2014 | 22.30

Sabtu, 22 Maret 2014

Salah satu cara kita mengakses kekuatan adikodrati yang maha gaib adalah dengan cara bermimpi. Mimpi juga berarti kendaraan kita menuju relung-reling kegaiban terdalam kenyataan.

 Pada artikel terdahulu berjudul YANG PERLU DIPERHATIKAN SAAT MERAGA SUKMA, telah kami paparkan bahwa salah satu cara memulai raga sukma adalah melalui mimpi saat tubuh kita tertidur. Kenapa melalui mimpi? Sebab mimpi adalah rasionalisasi pengalaman astral atau pengembaraan pikiran seseorang keluar dari tubuh fisiknya dan tidak ada pemeriksaan ulang terhadap proses mental dari kesadaran fisik. Melalui mimpi akan terasa bagaimana jiwa adalah PENGEMUDI sementara tubuh fisik kita adalah KENDARAANNYA.

 Jadi sebenarnya, manusia itu mengalami RAGA SUKMA saat fisiknya tertidur. Jadi 90 persen manusia melakukan raga sukma saat tertidur. Sayangnya, dalam raga sukma mimpi kebanyakan orang tidak terkontrol oleh kesadaran ruh sehingga perjalanannya cenderung kesana kemari sehingga tidak mampu dimaknai secara benar. Semakin dewasa usia kronologis seseorang, semakin tua usia mental seseorang idealnya dia semakin mampu untuk mengendalikan mimpinya dan mimpi tidak lagi berkeliaran ke sana kemari tanpa kontrol kesadaran yang lebih tinggi dari kesadaran fisik.

 Sat kita tertidur, fisik kita istirahat total. Kesadaran fisik kita juga berada di titik nol. Kita tidak lagi memikirkan apa-apa. Walaupun penelitian psikologi membuktikan bahwa saat tidur, sebenarnya masih ada aktivitas otak namun ini adalah aktivitas otak yang tidak disadari. Jadi di dalam tidur, tetap ada beberapa jam atau menit dimana kesadaran fisik sama sekali berhenti total dan gelombang otak berada di TAHAP DELTA.

 Manusia sudah diberi Tuhan Yang Maha Kuasa sarana lengkap untuk menjadi bijaksana dan matang secara spiritual. Syaratnya dia harus mampu MEMBACA DIRINYA SENDIRI, MEMBACA CARA KERJA OTAKNYA, MEMBACA DAN MEMPELAJARI BAGAIMANA TUBUH FISIK DAN
KESADARANNYA BEKERJA. Sehingga tidak ada alasan bagi satu manusiapun di dunia ini untuk tidak tahu apa hakikat hidupnya termasuk bagaimana mematangkan spiritualnya. Berhubungan dengan kematangan secara spiritual ini, Tuhan juga membuka JALUR PETUNJUK LANGSUNG AGAR BISA DIAKSES OLEH MANUSIA BIASA.

 Jalur petunjuk-petunjuk Tuhan itu ibarat peta perjalanan hidup manusia. Dan dimana kita bisa menemukan petunjuk Tuhan di dalam hidup sehari-hari? Jawabnya melalui MIMPI. Mimpi adalah sarana kita untuk berhubungan dengan HIGHER CONSCOUSNESS, kesadaran yang lebih tinggi yaitu KESADARAN JIWA SEBAGAI PERINTAH DARI KESADARAN RUH. Saat kita tertidur, kesadaran jiwa tidak ikut tidur. Kesadaran jiwa sebagai manifestasi dari ruh kita ini terjaga dan terbangun. Ruh kita berkelana meninggalkan fisik kita sesuai dengan keinginannya. Kebanyakan orang tidak mengetahui kemana ruh kita saat tertidur karena TIDAK DIKETAHUINYA JALUR KOMUNIKASI ANTARA OTAK KITA DENGAN RUH.

 Mimpi sebagai jalur komunikasi antara kesadaran fisik dengan kesadaran yang lebih tinggi haruslah DISADARI agar tidak percuma dan sia-sia belaka. Sebagian dari mimpi-mimpi yang kita alami selama tidur adalah PESAN-PESAN DARI KESADARAN YANG LEBIH TINGGI untuk ditujukan kepada kesadaran fisik (otak). Sehingga sangat masuk akal bila para leluhur kita dulu membuat tafsir mimpi yang beraneka rupa. Mungkin bagi kebanyakan orang yang hidup di jaman modern ini menganggap tafsir mimpi itu sebagai klenik dan gugon tuhon yang tidak punya dasar rasional. Namun, kita tegaskan diforum ini bahwa MIMPI MEMILIKI ALASAN RASIONAL YANG BISA DIPERTANGGUNG JAWABKAN SECARA EPISTELOMOGIS. Mimpi ibarat kode-kode morse yang perlu ditafsirkan dengan ilmu morse. Bukan dengan ilmu psikologi, ilmu biologi, apalagi ilmu kedokteran.

 Pada kesempatan kali ini, kita akan membuat hubungan langsung dengan sumber-sumber dari mimpi kita yang benar-benar membuat pesan pesan dari kesadaran lebih tinggi itu. Saat KESADARAN FISIK yang memuat EGO atau KEAKUAN kita ini istirahat selama tidur, saat itulah KESADARAN JIWA akan bangun karena diperintahkan oleh KESADARAN RUH. Salah satu teknik untuk menyadari pesan-pesan itu adalah dengan cara MENCATAT SETIAP MIMPI KITA SELESAI BANGUN TIDUR SEDETAIL MUNGKIN. Mereka yang gigih untuk mengingat bahkan mencatat apa yang terjadi dengan mimpinya akan mulai merasakan berbagai pengalaman aneh karena sebagian kesadaran yang lebih tinggi.

 Mereka yang gigih mencatat mimpi akan mendapatkan fakta sebagai berikut: Merasakan Anda terbang melayang di tanah, hutan atau di tempat lain. Anda bisa menyadari tidur Anda. Ini berarti tubuh fisik kitalah yang tidur, sementara ruh dan jiwa kita bangun karena itu kita sadari tidurnya tubuh kita ini. Kadang kita juga merasakan berbagai pemandangan yang belum pernah kita lihat sebelumnya, ini adalah bukti bahwa ruh kita memang sedang berkelana ke tempat-tempat yang belum pernah kita kunjungi sebelumnya.

 MEMPROGRAM MIMPI
Ini juga merupakan teknik untuk raga sukma. Sebelum tidur, heningkanlah cipta untuk sesaat (meditasi/semedi). Artinya, sementara kita usahakan untuk melemahkan kesadaran fisik agar kesadaran jiwa terbangun. Kemudian sampaikan niat dalam hati dengan kata kata bebas, misalnya: “TUBUHKU TIDURLAH KAMU DENGAN SADAR AKU KELUAR DARI TUBUH” dan bila perlu ulangi beberapa kali. Selanjutnya tidurlah dengan serileks dan sesantai mungkin. Jangan berpikir lagi agar diri kita tidak didominasi oleh EGO. Jangan berharap berhasil satu dua kali latihan karena mengharapkan HASIL secara cepat adalah memberi kesempatan EGO untuk menjajah jiwa kita. Awalnya, kita akan merasakan getaran halus energi tubuh dan tubuh fisik akan menjadi berat. Jangan takut karena ketakutan adalah EGO.

 Selanjutnya bila latihan rutin setiap hari, kita akan merasa tubuh seperti tenggelam, hingga akhirnya tubuh tertidur namun Anda tetap sadar. Dengan kesadaran itu pula kita bisa mengajak jiwa pergi mengembara kemanapun yang kita niatkan (RAGA SUKMA). Awalnya, jangan jauh-jauh dulu. Bertahap sesuai dengan kemampuan hingga Anda bisa terbang kemana-mana. Bila sudah mahir, tidurlah dan lakukan RAGA SUKMA menuju teman atau sahabat yang lama tidak Anda jumpai. Jumpai dia dan lihat seluruh benda yang Anda lihat, selanjutnya telepon teman lama tersebut dan periksa detail yang Anda lihat dalam raga sukma.

 KESIMPULAN
Pembaca yang budiman, secara tidak disadari kita ini sedang belajar olah kebatinan dan olah rasa tingkat tinggi. Untung saja, kita secara bertahap telah mengenal tahap-tahap perjalanan spiritualitas yang tersebar di berbagai artikel. Sehingga sedikit banyak kita sudah mengenal berbagai bentuk perjalanan spiritual. Ya, belajar tidak bisa langsung jadi cerdas. Semuanya perlu bertahap. Begitu pula untuk mencapai kesadaran jiwa dan kesadaran ruh. Belajar tentang kesadaran jiwa dalam konteks olah rasa, kita diharapkan untuk MENGHAYATI HAL-HAL BARU YANG BISA JADI BERBANDING TERBALIK AKAL KITA, juga berbeda bila kita belajar ilmu apapun yang telah kita kenal sebelumnya. Bila ilmu-ilmu lain menggunakan kesadaran fisik (otak), belajar kesadaran jiwa membutuhkan rasa dan batin kita. Batin adanya diluar kendali otak. Otak hanya bisa menganalisa fakta-fakta obyektif, batin menganalisa fakta-fakta subyektif yang obyeknya adalah kita sebagai subyek.



Agar aman, kita tidak akan menempuh perjalanan kesadaran jiwa melalui teknik perewangan alias teknik kesurupan. Kita tidak juga menggunakan teknik trance (ekstase) penghilangan kesadaran fisik secara paksa dan memasukkan kesadaran lain. Perlu diketahui, banyak guru spiritual mengajarkan teknik-teknik semacam ini padahal ini berarti PAKSAAN dan yang terjadi adalah HEGEMONI jiwa kita. Mereka tidak memiliki KONTROL atas kesadaran jiwanya. Ini tentu saja merupakan PEMBODOHAN. Setelah sadar, mereka akan menjadi sebagaimana manusia biasa lagi. Mereka tidak mencapai PERLUASAN KESADARAN SETIAP SAAT SEHINGGA MENGANTARKAN KITA MENJADI DIRI YANG SADAR JATI DIRI. Maka hati-hati memilih teknik dan metode yang pas untuk belajar olah rasa.



Teknik terbaik untuk belajar olah rasa adalah TANPA REKAYASA YANG MENGGUNAKAN UNSUR-UNSUR KEKUATAN LAIN DARI LUAR. Jadi kita gunakan saja teknik normal dan alamiah yaitu usaha dan pengalaman sehari-hari sepanjang hidup kita.
Marilah kita mulai pelajaran selanjutnya:
1. KONTROL EMOSI: tadi sudah dijelaskan bahwa kesadaran jiwa tarafnya di atas kesadaran fisik. Namun kesadaran jiwa ini adalah kesadaran perantara antara kesadaran fisik dengan kesadaran ruh. Kesadaran fisik tarafnya masih jauh dari kesadaran ruh. Kesadaran jiwa ini ada di antara dua kesadaran itu sehingga masih ada EMOSI, dan belum MURNI menyuarakan kesadaran RUH.
2. PERLU BERSYUKUR: Ruh berada di jalur metafisik, yang mengatasi ruang dan waktu. Kesadaran ruh kita tidak terbatasi oleh dimana dan kapan kita berada sekarang. Dengan menguasai tingkat kesadaran, kita bisa bergerak secepat kilat kemana pun yang kita sukai. Sepertinya kita tidak terlalu merasakan perpindahan kesadaran, namun ketika Anda melihat ada orang yang perlu ditolong maka kesadaran ruh anda langsung memerintahkan kesadaran jiwa untuk berempati segera. Anda harus menolongnya. Dan seketika Anda menolong, maka itu berarti Anda tergerak untuk menuruti GURU SEJATI Anda. Saat Anda mendengar bunyi lonceng atau bedug, Anda langsung ingat Tuhan dan segera tergerak melaksanakan ibadah. Menjalankan Ibadah, diharapkan tidak menuruti kesadaran fisik (otak) karena Anda tidak akan khusyuk. Untuk khusyuk, masukilah kesadaran jiwa dan resapilah keagungan Tuhan melalui kesadaran ruh Anda. Saat Anda rileks, maka tutup kesadaran fisik Anda dan masuki kesadaran jiwa. Saat kita mengemudi kendaraan, jangan gunakan kesadaran jiwa nanti mobil Anda menabrak kendaraan lain. Kemampuan ini OTOMATIS kita gunakan tanpa belajar lagi. Namun sebenarnya kemampuan ini juga kita peroleh dengan BELAJAR SEDIKIT DEMI SEDIKIT MULAI ANAK-ANAK HINGGA DEWASA. Ini adalah bukti bahwa manusia adalah makhluk pembelajar yang sangat istimewa sehingga untuk menajamkan kesadaran jiwa, sangat penting untuk mensyukuri segala pemberian Tuhan kepada kita. Tanpa rasa syukur, jiwa kita akan gersang dan ruh kita akan tersingkir di ujung kemanusiaan kita yang semakin hancur.
3. MENJADI MANUSIA BARU: menjadi manusia baru artinya mengalami perpindahan kesadaran dan keluasan jiwa secara alamiah. Kita menjadi manusia baru yang siap untuk raga sukma, jiwa kita mampu berkelana kemanapun yang kita sukai. Sungguh membahagiakan melihat dunia dengan “:JIWA” tidak dengan mata biasa. Bila mata biasa melihat uang sepuluh ribu terasa tidak berharga, namun melihat uang sepuluh ribu dengan JIWA, kita akan mendapati nilai lebih karena betapa berharganya jumlah uang sebanyak itu untuk memberikan kepada orang miskin yang lapar. Kesadaran jiwa adalah jiwa yang sadar bahwa dia sesungguhnya adalah WAKIL DARI KESADARAN ILAHI.
4. Cara menggapai kesadaran jiwa adalah dengan SANTAI DAN TERSENYUM PENUH SYUKUR. Saat kita cemberut, maka kesadaran fisik (otak) segera mendominasi dan menguasai atau menjajah diri kita. Santai adalah jalan menikmati suara jiwa. Saat Anda berpikir keras yang biasa muncul adalah kesadaran fisik: keakuan atau EGO. Cukup dengan santai dan meniatkan di dalam hati kita akan mampu mengakses kesadaran jiwa dan Anda dengan mudah mengetahui apa yang dirasakan dan dipikirkan orang lain. CUKUP DENGAN SANTAI RILEKS DAN SYUKUR, KITA MAMPU MERASAKAN BAGAIMANA DEKATNYA KITA DENGAN TUHAN YANG MAHA KUASA DAN MAMPU PULA BERKOMUNIKASI DENGAN SEMUA MAKHLUK GAIB CIPTAAN-NYA.
5. HIDUP BIJAKSANA. Kesadaran jwa adalah jembatan ruh menyuarakan dirinya. Ruh kita ini sangat bersih dan suci sebagai pengendara sejati tubuh kita, kesadaran fisik (otak) kita. Ruh kita berkata melalui kesadaran jiwa bahwa ini baik ini buruk, ini benar ini salah. Kesadaran fisik yang bertugas mempertanyakan kenapa baik dan kenapa buruk. Tugasnya menganalisa menyerahkan berkas analisanya kepada keputusan ruh karena di sinilah KEBIJAKSANAAN. Jangan putuskan dengan otak saja karena ini berarti kita tidak menghargai kepemimpinan ruh atas diri manusia.
komentar | | Read More...
SEO Stats powered by MyPagerank.Net Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free Trust Rank for ajianmu.blogspot.com - 0.00
 
Design Template by Poetra Ponorogo | Support by creating website | Powered by Blogger