News Update :

Aji Jala Sutra

Penulis : Unknown on Jumat, 31 Mei 2013 | 21.00

Jumat, 31 Mei 2013

**Aji Jala Sutra ini bila di amalkan dengan baik dapat untuk
melumpuhkan kesaktian musuh. Biasanya musuh yang kena aji jala sutra
akan menjadi lemah tak berdaya, semua kesaktiannya seolah-olah penuh.
**Syarat untuk mengusainya Ajian ini ialah:
o Puasa sunnah 41 hari
o Hari ke 41nya tidak tidur semalam suntuk
o Selama puasa selesai sholat fardhu di wirid 21x, dan setelah selesai
sholat hajat khusus dibaca 75x.
o Selesai puasa setiap selesai sholat fardhu dibaca 3x
Nb:Aji Jala Sutra bisa digunakan bila dalam keadaan sangat terpaksa sekali
**Rapalan Ajian Jala Sutra
Bismillahirrohmanirrrohim
Sholallohu alaihi wassalam
Kancing kuncung pembukak Alloh
Sapa sediya ala karo aku
Diracut dening Alloh dewe
Yaa hu Alloh, ya hu Alloh, yaa hu Alloh.
komentar (2) | | Read More...

Kunci Kunci Kegaiban

Penulis : Unknown on Kamis, 30 Mei 2013 | 20.30

Kamis, 30 Mei 2013

DENGAN MEMAHAMI KUNCI-KUNCI KEGAIBAN, MANUSIA MENJADI MAHLUK YANG BISA BERKOMUNIKASI DENGAN SELURUH MAKHLUK DI ALAM, BAIK MAKHLUK NYATA MAUPUN MAKHLUK GAIB.

Manusia adalah makhluk satu-satunya yang diciptakan Allah SWT dengan dibekali oleh alat epistemologis untuk mendapatkan pengetahuan dan kebijaksanaan secara lengkap. Ia dibekali dengan panca indera, akal budi, rasa batin dan wahyu (petunjuk-Nya), sedemikian hingga manusia bisa melihat dan merasakan kehadiran yang nyata dan yang gaib. Semua yang gaib di alam semesta ini (makhluk halus, jin, malaikat) juga bisa diajak berkomunikasi dengan manusia. Bahkan manusia bisa berkomunikasi dengan Sumber dari Segala Sumber Yang Gaib yaitu Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa. Bukankah di dalam sholat kita sedang berkomunikasi dengan Allah SWT? Maka manusia adalah mahluk yang sangat luar biasa dan harusnya dengan kemampuannya ini dia mampu untuk berendah hati, mampu untuk mengendalikan dirinya, sekaligus bersyukur karena rasa syukur adalah kunci agar chanelling atau terhubung dengan semua kegaiban di alam semesta. Maka tanamkan pada diri Anda untuk selalu merasakan syukur. Rasa syukur adalah gelombang gaib yang ada di samudra energi. Apa tanggung jawab semua yang ada di alam semesta ini? Pertama, bertasbih mensucikan Asma-Nya dan yang Kedua, mensyukuri penciptaan dirinya.

Banyak dari kita yang belum mengerti keunggulan manusia ini. Dianggapnya manusia ini adalah mahluk yang hanya tahu dari apa yang dilihatnya dan apa yang dipikirkannya. Tidak banyak yang tahu, apa yang dirasakannya. RASA pun hanya direduksi dari rasa panas dingin, rasa cinta, rasa sedih, rasa takut, rasa bahagia. Jarang dari kita tahu, bagaimana mengintensifkan rasa MENYATU. Apa itu rasa menyatu? Rasa menyatu adalah rasa tidak ada lagi aku dan engkau, rasa tidak ada lagi dia dan mereka. Yang ada hanyalah ada-KU. Inilah yang harus disyukuri karena semua yang ada di alam semesta ini sejatinya adalah SATU. Satu dzat yang diciptakan oleh Tuhan dari satu sabda: KUN FAYAKUN (Jadilah!!)

Satu sabda itu akhirnya beranak pinak menjadi banyak benda, banyak hal, banyak akal, banyak warna. Ada kerikil, ada batu, ada Susilo, ada Obama, ada Susi, ada gunung, ada buku, ada kucing, ada bahasa, ada pengertian, ada konsep dan ada-ada yang lain. Namun sesungguhnya satu sabda itu mengandung satu rasa di dalam satu ruh yang sama. Tidak banyak orang yang bisa mengalami hal ini kecuali segelintir orang waskita yang telah mendapatkan percikan bunga api petunjuk-Nya.

Jadi, tidak ada yang hebat pada diri Nabi Sulaiman AS ketika dia bisa berkomunikasi dengan binatang. Tidak ada yang hebat pada diri Nabi Isa AS ketika dia menghidupkan orang mati, tidak ada yang hebat pada diri Muhammad SAW ketika dia diberi Kitab Suci Al Qur’an. Yang hebat adalah Allah SWT yang memberikan mereka kelebihan di atas manusia lain. Manusia lain yang mana? Yaitu manusia yang belum sampai “menjadi” Tuhan. Bagi manusia yang sudah menyatu dengan Tuhan, maka Tuhan akan menjadi “mata”, “telinga” “kaki” “tangan” dan “mulut”nya. Manusia yang sudah menyatu/manunggal dengan Tuhan, maka dia setara dan sederajat dengan para Nabi sepanjang masa. Para nabi adalah utusan-Nya sebagai contoh atau teladan yang kita. Namun kesucian para Nabi ini boleh diungguli oleh umat manusia siapapun juga. Tidak perduli apa profesinya, tidak perduli apa dia dilahirkan di tengah keluarga yang kaya atau miskin, berkulit putih atau gelap, bernama Suyadi atau Lao Tse, berjenis kelamin perempuan atau laki-laki. Semua orang ini berhak untuk menyalip kesucian para nabi!!!

Benar para nabi diberi kemuliaan sifat-sifat, benar para nabi dicuci hatinya. Namun tidakkah kita tahu bahwa sifat-sifat kita semua juga mulia dan hati kita juga dicuci oleh Tuhan setiap detik? Tidakkah kita sadar bahwa setiap kedipan mata kita untuk melihat sesuatu adalah petunjuk dari-Nya sehingga tidak perlu kita menunggu datangnya pencerahan apapun karena sesungguhnya pencerahan jiwa itu sudah sedemikian jelas diberikan Tuhan kepada kita. Tidakkah kita sadari bahwa setiap rasa yang muncul dan tenggelam di batin kita sesungguhnya adalah petunjuk ke arah jalan Tuhan?

Tuhan memang tidak sembarangan menunjuk manusia untuk mampu mengemban amanah-Nya. Namun jangan dilupakan bahwa setelah para nabi wafat dan tidak dilahirkan lagi, maka saat ini, kita semualah utusan-Nya. Kita semua adalah wakil-NYA. Kita semua inilah yang meneruskan  tongkat estafet  kenabian hingga akhir jaman. Tuhan tidak lagi menunjuk ke satu orang utusan karena sekarang semua orang itulah sesungguhnya utusan-Nya. Bila dulu kepemimpinan dipegang satu orang, kini kepemimpinan dipegang banyak orang.

Maka, apa yang tidak bisa dilakukan oleh manusia sekarang? Kita bisa “menjadi” Tuhan (menjadi sebagaimana yang Tuhan kehendaki), namun hati-hati, kita juga sangat gampang tergelincir “menjadi” Iblis, tergantung pada bagaimana kita mengobyektivasikan subyektivitas kita. Ingat utusan Tuhan pun juga bisa tergelincir ke dalam kesalahan dan hanya Tuhan juga yang mampu untuk membersihkan kesalahannya. Ya Tuhanku, ya Tuhanmu, ya Tuhan kita semua… kau ada demi aku dan aku ada demi kamu. Kita ada demi cinta. Hanya itu tujuan hidup sejati kita..
komentar | | Read More...

Menarik Benda Gaib Dengan Medium Segelas Air

Penulis : Unknown on Rabu, 29 Mei 2013 | 22.30

Rabu, 29 Mei 2013

Amalan ini diajarkan oleh seorang sesepuh pakar penarikan benda goib berinisial ”Den Bagus” dari Sidoarjo untuk banyak manfaat. Salah satunya adalah menarik beragam akik, keris dll dari alam goib ke alam nyata. Dengan amalan ini pula Den Bagus sudah melakukan ribuan kali penarikan benda goib dan berhasil.  Beberapa kali saya menemani Den Bagus dalam mempraktekkannya penarikan benda goib ini. Dan di suatu hari, Den Bagus melakukan penarikan benda goib di suatu sungai kecil dan hasilnya mendapatkan batu akik hampir setengah tas plastik “tas kresek” (jumlahnya barangkali ratusan) dengan sangat mudah.

Berikut mantranya:

“GOIB TANAH JOWO PAYUNGONO AKU KUDUNGONO AKU”

Den Bagus menyarankan agar mantra ini terisi energi adalah melakukan puasa Dawud (sehari puasa sehari tidak puasa) atau puasa Senin Kamis. Berapa kali kita harus puasa? Terserah kemantapan hati, katanya. Kita pasrah pada Allah SWT yang akan menentukan apakah amalan kita nanti diijabah setelah kita melaksanakan puasa berapa kali.

Jumlah bilangan wirid bebas tidak tertentu, sampai amalan benar benar bisa dipraktekkan. Pada saat melaksanakan puasa, mantra ini dibaca sekurang kurangnya 17 kali setiap usai sholat fardhu.

Untuk melakukan penarikan benda goib diperlukan energi metafisik yang besar. Maka disarankan memenuhi syarat yaitu menjauhi hal hal yang negatif seperti mabuk, ngebut, mencuri, judi, tawuran, pacaran yg berlebihan. Sebab hal-hal negatif tersebut mengurangi energi spiritual kita.

Cara mempraktekkannya: Baca mantra tersebut 3 kali dengan KEYAKINAN BAHWA MANTRA ANDA SANGAT KUAT (ini kuncinya) dan tiupkan ke segelas air putih bisa juga dalam air minum kemasan. Benda goib akan muncul di dalam gelas tersebut secara perlahan-lahan. Bila belum muncul, cari tempat gelap dan biarkan sejenak.

Silahkan dicoba.  Salam.
komentar (16) | | Read More...

Ilmu Pengasihan Dan Puter Giling

Penulis : Unknown on Selasa, 28 Mei 2013 | 16.30

Selasa, 28 Mei 2013

Oleh BAYU PAMUNGKAS
Bayu_pamungkas24@yahoo.co.id>

Ilmu ini sebetulnya dulu dirahasia dan hanya yg punya niat baja dan kuat menjalani lakunya
~puasa mutih 40 hari mulai kemis pon
~bc surat al jin min 1x hbs sholat smbil bkr hio
~dan harus ada kamar khusus jangan ada yg boleh masuk kcali anda
~mlm usahakan bc 33x dlm keadaan remang2 dngn menggunakan lilin aja
~biasanya pada mlm 21 bnyk godaan dari bangsa jin untuk menggagalkn ritual anda
~apabila berhasil dlm laku ritual anda maka anda akan didatangi khodam jin muslim yg memiki kesaktian dan mau menjadi pendamping anda
ilmu ini warisan dari seorang teman sy.
terima kasih buat ki alus dan sesepuh wassalam. @@@
ILMU PENGASIHAN

NIAT INGSUN WITING ASIH MUHAMMAD INGSUN AWAK INGSUN AKU NGLEBOKNE(….) ASIHO MARANG AKU ASIH SOKO KERSANE ALLAH
~PUASA MUTIH 3 HARI MULAI HARI SELASA
~DIBC TIAP Hbs magrib 7x jam 12 mlm 313 hbs subuh 7x
~kalau untuk orang banyak dlm kurung diisi wong sakbuana
terima kasih buat ki alus dan sesepuh . Semoga bisa bermanfaat bagi para sedulur semua. ini ilmu koleksi sendiri dan sudah di uji keampuhannya wassalam @@@

ILMU PUTER GILING

ilmu ini berasal dari seseorang yg berasal dari lumajang. Ilmu ini menggunakan doa dan mantra. Efek orang yg kena puter giling ini seperti orang linglung dan akan datang ktmpt kt.
~Carilah pakaian bekas orng yg mau didtngkn
~peralon 14inci  30 cm
~tutup rapat bgian atas dan bwh masukkan pakaian yg mau didtngkn
bc  asalmu soko kene mulih menyang kene asalmu soko kene bali menyang kene
~trs simpan pakaian td ditmpt yg gelap dan tersembunyi
~mlm hbs sholat hjt wiridkan  inna lillahi wainna ilaihi rojiun  sbnyk2x. Sebelumx krmi al fateha pd orng yg mau diputer giling. Insya Allah dlm wkt krng dr 1 minggu akan dtng pd anda. ini sangat bermanfaat apabila ada saudara kita yg pergi tanpa pamit/minggat bisa dicoba cara ini. Terima kasih buat ki alus . Wassalam
komentar (2) | | Read More...

Kitab Garing Kitab Teles

Penulis : Unknown on Senin, 27 Mei 2013 | 13.00

Senin, 27 Mei 2013

Kata “kitab garing” popular bagi mereka yang suka untuk belajar olah batin. Dalam hidup ini hendaknya kita tidak hanya belajar tentang “kitab garing” yaitu membaca dan memahami apa yang tertulis di dalam buku-buku saja. Namun hendaknya kita utamakan membaca serta menghayati apa yang ada di alam semesta dan mengenal di dalam diri manusia yang dilanjutkan dengan melaksanakan di dalam perilaku. Ini disebut “kitab teles.”

Marilah kita perdalam soal kitab ini. Di dalam ajaran agama Islam, beriman kepada kitab-kitab-Nya menduduki ranking ketiga. Ranking pertama adalah beriman kepada Allah dan ranking kedua adalah beriman kepada malaikat-Nya. Setelah itu baru beriman kepada kitab-kitabnya, dan ranking keempat adalah beriman kepada rasul-rasul-Nya, ranking kelima adalah beriman kepada Hari Akhir dan ranking terakhir keenam adalah beriman kepada takdir. Meskipun disini dikatakan ranking, namun tidak berarti ranking pertama lebih hebat dan harus didahulukan dari ranking selanjutnya. Semuanya harus diimani secara total dengan penghayatan dan perilaku yang selanjut-lanjutnya mulai ranking satu hingga terakhir karena itu sejatinya satu kesatuan.

Iman juga tidak hanya diartikan PERCAYA alias YAKIN terhadap keberadaan sesuatu. Ini tentu saja penghayatan anak kecil yang dangkal dan masih belum sempurna. Hakikat iman adalah WUJUD PENGAKUAN baik yang diucapkan maupun yang diyakini di dalam hati dan kemudian dilanjutkan dengan PERILAKU sehari-hari. Maka, iman dalam arti yang demikian adalah arti iman yang ‘HIDUP’ bukan iman yang ‘MATI’.

Keimanan yang sempurna oleh karena itu tidak hanya diucapkan di mulut saja. Kalau hanya diucapkan di mulut, para maling uang rakyat, para maling kebijakan moneter, para maling perkara pengadilan pun juga bisa melakukannya. Namun, hakikat keimanan yang sempurna pasti berbeda. IMAN SEMPURNA akan diraih ketika TELAH MENDARAH DAGING dalam PERBUATAN sehari-hari. Bisa jadi dia tidak mengucapkannya di mulut karena enggan dikatakan riya’/sombong. Namun hakikat keimanan terletak pada bagaimana kelakuan sehari-harinya. Apakah mencerminkan dengan RUKUN IMAN atau tidak. Oleh karena itu dalam kita beragama jelas membutuhkan kebijaksanaan. Kebijaksanaan akan menerangi pemahaman-pemahaman konseptual yang selama ini telah kita miliki dan kita susun sebagai pandangan hidup.

Kembali ke tema awal yaitu tentang beriman kepada kitab-kitab-Nya. Sejak taman kanak-kanak, yang kita ketahui adalah Tuhan telah menurunkan kitab-kitab-Nya pada para rasul. Pemahaman ala anak TK ini pun masih dipermiskin lagi dengan memaknai kitab-kitab-Nya sebagai barang/benda yang berbentuk buku yang diturunkan kepada para nabi yang hidup di timur tengah. Ini jelas sebuah pemiskinan makna kitab yang sesungguhnya yang tidak pantas dilakukan oleh orang-orang yang beriman dan beramal sholeh.

Iman terhadap kitab-kitab-Nya jelas sebuah keharusan. Yaitu mengimani semua jenis kitab yang ada di alam semesta yang semuanya bersumber dari Yang Maha Esa. Kalau kita memperdalam lagi.. maka apa ada tulisan yang tidak merupakan kitab-kitab yang berisi sabda-sabda Tuhan di alam semesta ini? Itu sebab dikatakan bahwa semua pergelaran alam ini disebut PAPAN TANPO TULIS/SASTRA JENDRA. Jadi kita tidak boleh hanya mengimani kertas-kertas dan mensucikan teks-teks yang dibuat di pabrik-pabrik kertas. Pemberhalaan teks yang merupakan KITAB GARING tidak boleh dilakukan oleh mereka yang mengaku orang beriman. Ini sama saja dengan kita menyembah patung, uang, jabatan, kekuasaan.

Marilah kita mengkaji apa hakikat KITAB TELES itu sesuai yang tertera di dalam Al Quran, surah al-Ankabut 49: “Sebenarnya, Alquran adalah AYAT-AYAT YANG NYATA DI DALAM DADA orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang dzalim.”

Dari ayat ini, orang yang beriman diharuskan ber-Iqra tentang KITAB DI DADA. Kitab ini bukan hanya teks yang semata-mata dihafal saja namun dipahami maknanya dan diimplementasikan dalam sikap hidup dan bertindak. Inilah yang oleh kaum kebatinan jawa disebut dengan KITAB TELES. Memang, merunut ayat di atas hakikat Al Quran hanya bisa dibaca oleh orang-orang yang diberi ilmu oleh-Nya. Diberi ilmu tidak sama dengan orang yang berilmu. Bila berilmu didapat dari proses belajar, maka diberi ilmu didapat dari proses pasrah total, sumeleh, sumarah kemudian DIA memberi kita hidayah berupa ILMU.

Memahami KITAB TELES yang berupa AYAT-AYAT YANG NYATA DI DALAM DADA, apa ini artinya? Artinya kita wajib untuk membaca pergelaran alam semesta/MAKROKOSMOS yang ada di dalam diri manusia. Manusia terdiri dari berbagai unsur penyusun yang bersifat FISIK dan METAFISIK. Yang Fisik yaitu tubuh biologis kita, dan yang Metafisik yaitu tubuh eterik, CIPTA, KARSA dan RASA. Di dalam unsur yang METAFISIK itu ada catatan amal perbuatan BAIK DAN BURUK. Cara membaca kitab di dalam dada ini tidak lain kita perlu belajar tentang olah kebatinan/olah rasa/dimensi dalam/tasawuf/inner world/praktik mistik agar tersingkap tirai yang menyelubungi ketidaktahuan kita.

Apakah mendalami olah rasa/dimensi dalam/mistik/ kebatinan ini berlebih-lebihan dan sesat, bahkan klenik? Jelas tuduhan itu salah alamat, bahkan setiap individu harus mempelajarinya. Di agama manapun, praktik olah rasa ini pasti ada. Di Islam pun ada ilmu mistiknya yang disebut ilmu tasawuf selain ilmu fiqih, ilmu kalam, ilmu mantiq, ekonomi Islam, nahwu sharaf dan lain-lain… Ilmu tasawuf akan menerangi jiwa manusia agar selalu awas( untuk selalu mendengar dan membaca ayat-ayat-NYA), eling (mengingat dan berdzikir pada-Nya) dan waspada (dalam perbuatan/tindakan).

Inti olah kebatinan tingkat lanjut adalah mengenal “MATI SAJRONING URIP dan URIP SAJRONING LAMPUS.” Ini adalah jalan MISTIK agar kita bisa merasakan kematian pada saat tubuh fisik kita masih hidup dan merasakan KEHIDUPAN pada saat tubuh kita telah mengalami KEMATIAN. Di dalam dua alam baik alam dunia maupun alam kelanggengan/alam kubur dan dua keadaan baik tubuh kita HIDUP atau tubuh kita sudah MATI, sebenarnya KESADARAN KITA TETAP HIDUP. Kesadaran yang merupakan pancaran diri sejati (dalam bahasa agama diebut RUH) ini tetap hidup kekal dan abadi. Tidak mengenal hilang dan lenyap. Maka, yang perlu dilakukan adalah bagaimana agar seseorang bisa memilih jalan kematian yang tidak sesat. Bila sesat dan tidak sempurna, maka ruh manusia akan ngelambrang ke alam gaib yang paling rendah. Memasuki alamnya setan, gendruwo, peri, wewe gombel, tuyul, buto ijo… benar-benar kasihan.

Sekarang, tinggal apakah kita beriman atau tidak terhadap kitab- kitab-Nya. Bila kita percaya, maka ada baiknya kita meneruskan laku dengan membaca KITAB TELES di dalam dada. Kita perlu membuktikan apakah diri sejati memang tidak tersentuh kematian. Sebab bila kita telusuri sejarah rukun iman sebagai berikut. Beriman kepada Allah adalah beriman kepada Dzat yang baka dan abadi, yang tidak tersentuh kematian dan tetap hidup sampai kapanpun. Dia tidak bisa ditakar dengan ukuran benda hidup atau mati, yang menciptakan tempat dan waktu.

Selanjutnya, manusia adalah wujud kehendak-Nya, wujud penjelmaan Tuhan Yang Maha Abadi. Bahkan dalam ajaran Jawa perumpamaan eksistensi Tuhan dan manusia itu seperti gula dan rasa manisnya. Lir gula lan manise ta kaki Murti smara batareng sujalma Jalma iku kabyangtane Allah kang maha agung Dira lepasira ki bayi Ya lahir ya batine Padha khaknya iku Ing jro khak jaba ya padha Dadi nora lain lahir lawan batin Iku padha kewala (Seperti gula dan rasa manisnya Hakikat Tuhan ada dalam diri manusia Manusia itu perwujudan Allah yang Maha Agung Perwujudannya lahir dan batinnya sama-sama benar batinnya benar lahirnya juga tiada perbedaan lahir dan batin itu sama)

— Kanjeng Kyai Suryajaya, Kitab Pusaka Kraton Yogyakarta, 1774.
komentar | | Read More...

Latihan Meraga Sukma

Penulis : Unknown on Minggu, 26 Mei 2013 | 21.00

Minggu, 26 Mei 2013

Meraga sukma awalnya bisa dilatih melalui mimpi yang terarah. Yaitu mimpi yang disengaja agar kita bisa bertemu dengan ruh yang merupakan diri sejati kita sendiri.

Adapun caranya sebagai berikut: sebelum tidur, niatkan diri untuk bertemu guru sejati Anda. Menata niat harus jelas sejelas-jelasnya dan bersungguh-sungguh. Untuk membantu, sebelum tidur boleh meminum teh dan relaksasi untuk menghilangkan beban-beban pikiran-pikiran yang berat. Relaksasi meraga sukma bisa dilakukan sebagai berikut: Cari tempat yang nyaman untuk berbaring dan tempat bisa diberi bau-bauan yang harum. Gelapkan ruangan segelap-gelapnya. Selanjutnya, mulailah pergi keluar dunia ini untuk memasuki dunia batin Anda yang gaib menuju satu tempat yang paling indah. Cek apakah Anda sudah memasuki surga di dalam diri, yang biasanya adalah tempat yang seperti ada pepohonan hijau, gunung, bebatuan dan danau. Ajaklah diri Anda untuk bersujud memohon pada-Nya agar nanti saat tertidur diperkenankan bertemu dengan ruh Anda sendiri. Selanjutnya, mulailah benar-benar tidur setelah membaca doa sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Tertidurlah seperti biasanya. Saat Anda sudah tertidur, maka diri biasanya segera berada dalam sebuah tempat yang kosong. (saya biasanya berada ke sebuah jalan yang berpaving). Selanjutnya, di dalam mimpi itu carilah di sana hewan. Biasanya hewan itu nantinya akan tampak, misalnya harimau putih yang terlihat samar-samar. Nah harimau itulah awal penampakan guru sejati Anda. Harimau itu nantinya akan menuntun kita berjalan ke arah tertentu dan usahakan untuk mengikuti kemana pun dia melangkah. Biasanya dia akan berjalan menuju ke habitatnya, yaitu hutan yang di sana banyak harimau juga. Harimau itu nantinya akan memberitahukan kepada Anda apa yang harus Anda lakukan untuk melihat diri Anda sendiri. Biasanya, harimau itu akan menghilang dan berganti dengan wajah penampakan diri Anda sendiri. Itulah ruh atau guru sejati Anda.
komentar | | Read More...

Pengapesan Ilmu Kebal

Penulis : Unknown on Sabtu, 25 Mei 2013 | 19.30

Sabtu, 25 Mei 2013

Oleh BAYU PAMUNGKAS
(bayu_pamungkas24@yahoo.co.id)
VERSI 1: IYYA KANA BUDU WAIYYA KANAS TATAS
VERSI 2: IYYA KANA BUDU WAIYYA KANAS TA IIN

Syarat:
-puasa 3 hari mutih
-Usai  sholat baca  313 x
-Malam baca sebanyak-banyaknya

-Untuk menggunakan baca 3x senjata yg mau kita pakai tusukkan ketanah 3x kemudian baca 3x. Ilmu ini berasal dari saudara saya yg ada di Tawang Mangu.

Versi 1 mantra masih aslinya. Versi 2 sudah mengalami perubahan kalau saya menggunakan versi 2 mengikuti jalur ayatnya yg mau ngamalkan monggo. Terimakasih buat ki alus dan sesepuh.
komentar | | Read More...

Aji Pengasihan Tepuk Bantal

Penulis : Unknown on Jumat, 24 Mei 2013 | 20.30

Jumat, 24 Mei 2013

BISMILLAH HIROHMANIRROHIM
TEPUK BANTAL PANGGIL SEMANGAT
SEMANGAT DATANG DALAM MIMPI
AKU TAK MENEPUK BANTAL
AKU MENEPUK JASAD DAN ROH(SEBUT NAMA(
SATU BADAN DUA NYAWA
SATU JASAD DUA NYAWA
RINDU KASIH DAN SAYANG KASIH
GONCANGKAN JASAD DAN ROH(SEBUT NAMA)
AKU TAK MELIPAT TANGAN
AKU MELIPAT HATI (SEBUT NAMA) TERBUKA KEPADAKU
SRI PENGASIHKU SRI DALI PUTIH
BERKAT DIIRINGI SANG SEMAR
BERKAT DOA LAILAHA ILLALLAHMUHAMMAD RASULLULLAH.

• mantra diatas merupakan jenis pengasihan dgn media bantal yang sehari-hari kita buat tidur. Caranya baca mantra sebelum tidur sata ada tanda (sebut nama) panggil nama sidia …mantra dibaca 3 kali ulangan selanjutnya tepuk bantal 7x lalu dibuat tidur
• Catatan : bila menggunakan guling tinggal mengganti kata bantal jadi guling, bila menggunakan selimut tinggal mengganti kata bantal jadi selimut
komentar (7) | | Read More...

Aji Makdum Sarpin

Penulis : Unknown on Kamis, 23 Mei 2013 | 20.30

Kamis, 23 Mei 2013

**Aji ini mempunyai kegunaan untuk bertemu dengan bayangan anda
sendiri yang siap anda suruh untuk keperluan apa saja.
**Syarat Lakunya:
o Puasa selama 7 hari dan hari terakhir tidak tidur semalam suntuk.
o Di hari terakhir puasa kalau bisa selamatan ayam kampung jago
o Selama berpuasa mantra dibaca 21x dan setelah sholat hajat dibaca
41x, setelah anda selesai menjalani puasa mantra cukup dibaca 1x
setiap hari.
o Kalau ingin menggunakan ajian ini baca 3x sambil bersemedi,insya
Alloh akan bertemu dengan kembaran anda.
**RapalanNya:
Bismillahirrohmanirrohim
Sang kun dzat sukma
Sukma diluwih kang ono jatining wawayangan
Niendang sukma diningsih kang ngideri jroning,
wawayangan ojo ngaling ngalaing aku
aku arep ketemu kadangku kang sejati kang langgeng tan owah gingsir,
siro metuo dak kongkon (sebut keperluan).
komentar | | Read More...

Mengupas Kulit Spiritual

Penulis : Unknown on Rabu, 22 Mei 2013 | 18.30

Rabu, 22 Mei 2013

PROLOG
Artikel yang ditulis yudeka ini sangat saya sukai.  Saya berniat menampilkan di blog ini karena ini adalah satu jalan di antara banyak jalan lain menuju pengalaman spiritualitas tiada berhingga…

Pertama, penanya menanyakan dua hal kepada penulis (Yudeka) yaitu:

Pertama, bagaimana pandangan terhadap Reiki Tummo, dan
Kedua, apakah dengan dibukakan (attunement) cakra mahkota kita, kita bisa lebih nyambung ke Alloh?
Dalam pembahasan pertanyaan ini, akan dicoba untuk memberikan pandangan terhadap Reiki Tummo ini hanya sebatas melihat filosopi yang mendasari praktek Reiki ini secara umum.

Nah…., dalam membahas laku spiritual ini, akan dicoba menganalogikannya dengan sebuah proses yang sangat sederhana yaitu proses mengupas kulit bawang. Analogi ini dipakai karena pada sekilas pandang, seperti melihat ada kesamaan-kesamaan tertentu dalam berbagai proses laku spiritual itu. Tak ubahnya saat kita melihat kulit bawang. Kulit bawang itu tatkala dikelupasi lapis perlapis, yang ada ya….kulit-kulit bawang juga. Karena yang akan saya bahas adalah tentang laku spiritual, maka artikel ini saya namakan ”Mengupas Kulit Bawang Spiritualitas”.

kita akan membahas lapisan kulit spiritutal itu lapis demi lapis sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman. Kalau kita coba kelupasi kulit bawang spiritual itu lapis demi lapis sampai habis, lalu yang tersisa apa….???.

KULIT OLAH DIRI…
Reiki Tummo adalah sekian banyak dari istilah-istilah dan nama tentang fenomena Reiki yang berkembang di berbagai penjuru dunia. Pada daerah-daerah lain pun muncul pula nama-nama lain dengan sedikit variasi disana-sini. Varian dari India disebut dengan Yoga. Varian di Cina disebut dengan nama yang lebih beragam, misalnya Taichi, Tao, Kung Fu (dengan ditambah kemampuan bela diri). Varian di Philipina dikenal dengan nama Prana. Di Indonesia malah variannya lebih banyak lagi, misalnya Tenaga Dalam, Tenaga Sakti, Tenaga Dasar, Energi Murni. Varian Di Amerika dan Eropa dikenal dengan istilah fenomena “PSYCHIC”. Bahkan dalam praktek agama-agama dunia, fenomena ini secara sepintas terlihat hampir sama. Dalam agama Yahudi ada, dalam agama Nasrani ada, dalam agama Islam pun sepintas juga terlihat seperti ada (seperti yang dipertontonkan oleh para sufi, ustad-ustad tertentu). Note: nanti akan kita bahas bagaimana dengan Rasulullah ??…!.
Pada tatanan MANUSIA, apa-apa yang diolah dalam praktek Reiki dan praktek-praktek sejenisnya seperti yang saya sebutkan di atas, semuanya adalah NYARIS SAMA. Yang diolah adalah NAFS (DIRI) manusia. Diri manusia yang ukurannya hanya segini-gininya ini, ternyata menyimpan rahasia yang sama dahsyatnya dengan alam semesta raya ini. Pantas saja dalam agama Islam Allah memberi tahukan dalam surat Al Jaatsiyah ayat 3-4 bahwa:

Sesungguhnya pada langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk orang-orang yang beriman.

Dan pada penciptaan kamu dan pada binatang-binatang yang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini,

Ayat di atas dengan lantang menggugah manusia, terutama orang yang beriman, agar mau mengamati dan menyelidiki potensi-potensi dan system apa yang ada pada dirinya sendiri seperti juga kita dimotivasi untuk mengamati apa-apa yang ada di langit dan di bumi, serta pada binatang yang melata. Dengan pengamatan itu diharapkan umat manusia menjadi bertambah-tambah keimanannya kepada Allah.

Ya…, pada diri manusia ternyata ada sistem yang kerumitan dan potensi yang ada di dalamnya sungguh tidak kalah dengan apa yang ada pada alam semesta. Boleh dikatakan diri manusia itu adalah laksana alam semesta (makro kosmos) dalam ukuran mini (mikro kosmos).

Berbilang zaman berlalu, manusia dari berbagai bangsa dan agama sudah mencoba pencarian yang panjang tentang siapa dirinya yang sebenarnya, dan tak lupa menggali potensi-potensi apa yang bisa mucul dari dalam dirinya itu. Dalam perjalanan pengenalan diri itu, terkuaklah misteri demi misteri keajaiban tubuh kita. Fenomena Cakra, Kundalini, Energi Psikokinetik, hanyalah beberapa saja dari sekian banyak rahasia-rahasia yang telah dibukakan oleh Allah buat kita. Fenomena Cakra serta Kundalini beserta segenap turunannya adalah sebuah suasana universal yang bisa dilatih dan dipraktekkan oleh siapa saja dan agama apa saja. Dan hasilnya sangat tergantung pada seberapa keras kita berlatih dan seberapa kuat kita bisa memfokuskan arah fikiran kita kepada cakra-cakra yang diyakini oleh pemrakteknya berada pada titik-titik tubuh yang berada disepanjang tulang belakang manusia, mulai dari bawah sampai ke ujung kepala (ubun-ubun). Dalam hal ini saya tidak akan membahas dimana cakra-cakra itu berada dan bagaimana cara pengolahannya sehingga memunculkan potensi-potensi yang ”boleh jadi” melebihi apa-apa yang dimiliki oleh orang yang tidak melatihnya.

Pengolahan cakra-cakra itu sebenarnya adalah sebuah proses sederhana saja, yaitu dengan mengarahkan fikiran kita pada titik-titik tertentu yang diyakini oleh pemrakteknya sebagai simpul-simpul energi atau getaran untuk beberapa waktu lamanya. Kalau simpul-simpul itu bisa diaktifkan, maka manusia ternyata bisa mengolah dan memanfaatkan getaran yang muncul itu untuk berbagai keperluan. Penggunaan getaran ini sangatlah luas dan beragam sekali. Misalnya, mulai dari tujuan untuk pengobatan sampai dengan kemampuan untuk memunculkan kekuatan dan kemampuan yang sekilas kelihatannya seperti sesuatu yang irrasional. Sebutlah apa saja yang pernah dipublikasikan orang tentang kemampuan irrasional itu, seperti pengalaman tentang adanya tubuh astral, tubuh eterik, pengalaman keluar dari tubuh (OBE=Out of Body Experience) atau meraga sukma, atau fenomena tenaga-tenaga tak kasat mata seperti yang digunakan dalam silat, kung fu, aikido, dsb., maka semua itu hanyalah sebuah konsekwensi logis saja atas berhasilnya sang manusia meningkatkan kesadarannya dari hanya sekedar getaran (vibrasi) di tingkat ketubuhan menjadi kesadaran getaran ditingkat energi-energi yang lebih halus.

Kalau tubuh ini kita perhatikan walau dengan mengunakan kesadaran ilmu fisika biasa saja, maka dengan mudah dapat kita sadari bahwa tubuh kita ini adalah kumpulan atom-atom dari berbagai unsur yang saling terikat satu sama lainnya. Misalnya atom dari unsur oksigen, hidrogen, nitrogen, dan unsur-unsur lainnya. Interaksi dari unsur-unsur pembangun tubuh tersebut akan menimbulkan pancaran energi, baik itu berupa getaran-getaran maupun cahaya-cahaya dengan panjang gelombang dari bisa terlihat oleh mata sampai dengan yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.

Nah…, untuk mampu merasakan dan melihat fenomena-fenomena getaran dan cahaya tadi itu seseorang harus mampu meningkatkan kesadarannya dari sekedar hanya kesadaran tubuh ketingkat kesadaran getaran-getaran.

Misalnya, untuk melihat sekedar adanya lingkaran cahaya yang berpendar disekitar jari-jari kita, kita tinggal memandang jari kita dengan tidak fokus kearah jari itu. Fokuskanlah pandangan mata kita melampaui jari itu. Jangan pandang jari itu. Pandanglah ruangan yang melampaui tangan kita itu beberapa cm didepan. Tidak berapa lama kita akan melihat pendaran cahaya yang menyelimuti jari kita tersebut. Tanaman pun, kalau dilihat dengan cara yang sama seperti diatas, akan terlihat juga seperti diliputi oleh cahaya yang berpendar yang meliputi daun-daunnya. Orang lalu menyebut pendaran cahaya ini dengan nama AURA. Atau ada juga yang menamakannya dengan tubuh astral, tubuh eterik, dan sebagainya, yang tentu saja dengan karakter dan getaran yang berbeda pula.

Kemampuan memandang pendaran cahaya ini dapat dilatih dan ditingkatkan untuk dapat memandang pendaran cahaya dari tubuh manusia secara utuh. Bahkan kemampuan itu dapat pula ditingkatkan untuk mengetahui tentang berbeda-beda cahaya yang muncul untuk berbagai emosi dan rasa, yang berbeda pula, bahkan dapat pula digunakan untuk mengetahui mana-mana bagian tubuh yang sehat maupun yang sakit.

Dulu-dulu (sebelum ikut patrap), di wilayah beladiri, saya juga pernah melatih bagaimana cara untuk menggunakan kemahiran tentang getaran ini untuk mengenali benda-benda dengan mata tertutup. Dan juga getaran itu dapat pula digunakan untuk mematahkan benda keras dengan hanya menyentuh beda tersebut dengan lembut tanpa bertenaga. Benda keras itu patah hanya dengan cara ”membayangkan” kita sedang mengirimkan kepada benda itu getaran gelombang transversal dan longitudinal secara bergantian beberapa saat lamanya. Lalu gelombang itu kita bayangkan pula mampu mempengaruhi posisi atom-atom pada benda keras tersebut ke posisi yang terlemah. Lalu dengan tanpa menggunakan kekuatan yang besar seperti yang digunakan para kuli panggul barang, maka kita akan sanggup mematahkan benda itu. Jadi dalam hal ini yang digunakan adalah afirmasi (penegasan) dengan menggunakan kekuatan fikiran yang terfokus dan keyakinan yang tinggi akan keberhasilan atas apa-apa yang kita inginkan.

Kemudian di wilayah praktek sebuah tarekat (juga sebelum saya ikut patrap), saya juga pernah mengalami apa yang disebut orang dengan fenomena OBE (out of body experience) saat saya melakukan SULUK di penghujung Ramadhan tahun 2000. Ketika itu, dengan mudah rasanya saya bisa seperti pulang ke rumah, datang ke Mekkah, datang ke kuburan Nabi di Madinah, bahkan pada saat itu rasanya kening saya ke cium oleh Rasulullah. Mursyid saya ketika itu, begitu saya ceritakan tentang hal ini, beliau malah balik menciumi kening saya. Saya hanya bisa terheran-heran saja saat itu. Akan tetapi semua itu ternyata juga hanyalah sensasi-sensasi yang muncul saat kita mampu mengarahan fikiran dan keinginan kita menuju ke tempat yang kita inginkan, atau berjalan ke tempat-tempat yang ceritanya dan bayangannya pernah masuk ke dalam otak kita.

Sungguh banyak sekali fenomena yang bisa digali dan diolah tentang kemampuan yang diberikan oleh ALLAH terhadap NAFS manusia. Tidak terbatas. Karena semua datangnya adalah dari yang punya ilmu yang Maha TIDAK TERBATAS, yaitu Allah. Jadi…, alangkah angkuh dan jumawanya kita jika ada diantara kita yang sampai tidak mengakui tentang keberadaan ilmu-ilmu dan fenomena-fenomena ”aneh” di atas yang hanya setitik kecil saja dari lautan ilmu Tuhan yang tak terhingga banyaknya.

DARI KULIT KE KULIT …

Untuk reiki, tarekat, dan kemampuan-kemampuan supranatural lain, umumnya terdapat titik kesamaan yang sangat dekat dalam hal cara pengolahan dan pelatihannya. Yaitu mengolahnya dengan menggunakan fikiran dan gerakan fisik tertentu terhadap titik-titik yang berada disepanjang tulang belakang dan sekitarnya, mulai dari ujung ekor sampai ke ubun-ubun. Kosa kata dalam bahasa umumnya adalah titik-titik CAKRA (baik cakra MAYOR yang berada diwilayah tulang belakang, tembus muka dan belakang, maupun cakra MINOR yang berada disekitar wilayah tulang belakang) yang punya getaran tertentu untuk masing-masing titiknya. Pada beberapa praktek tarekat, titik-titik itu dinamakan orang dengan istilah LATHAIF, akan tetapi titik-titik yang diambil adalah yang berada diwilayah ulu hati (dada, yang diyakini banyak orang sebagai tempat beradanya HATI atau QALB), bergerak ke atas sampai ke kening, dan pada tahap akhirnya adalah seluruh tubuh itu sendiri.

Titik-titik OBJEK OLAH PIKIR ini di bersihkan, digetarkan, dan di olah dengan cara mengarahkan fikiran (berkonsentrasi) kepada titik-titik CAKRA atau LATHAIF tersebut. Proses ini biasanya distimulasi dan diperkuat dengan menambahkan simbol-simbol, bunyi-bunyian atau suara-suara tertentu dengan frekuensi yang monoton pula. Pada reiki, simbol objek fikir itu biasanya adalah dalam bentuk garis melingkar-lingkar dan warna-warni dengan pola tertentu. Setiap pola itu diyakini oleh pemrakteknya mempunyai vibrasi tertentu pula. Adapula kemudian yang ditambah dengan berbagai teknik penahanan dan pengeluaran nafas yang diatur sedemikian rupa. Ada juga yang menambahnya dengan gerakkan-gerakan tubuh, kaki, dan tangan dengan pola tertentu. Dan ada pula yang mengikut sertakan suara-suara dan irama monoton tertentu dengan durasi yang cukup lama. Pada praktek YOGA ataupun meditasi-meditasi lainnya, yang dilakukan orang juga sama saja (walau dengan kadar dan teknik yang berbeda-beda). Semua punya titik objek fikir, simbol-simbol, gerakan-gerakan, dan bentuk-bentuk posisi tubuh tertentu yang gunanya tak lain adalah sebagai ”SARANA” bagi pemrakteknya untuk mengolah arah fikirnya.

MAU DIKELUPASI APANYA LAGI …?.

Di dalam tarekat pun, objek untuk praktek mengolah arah fikir ini nyaris sama saja. Pada salah satu tarekat, misalnya, titik objek fikir itu mirip sekali, kalau tidak mau dikatakan sama, dengan titik-titik objek fikir yang dipakai dalam praktek reiki, taichi, dan yoga. Objek fikir di dalam tarekat ini disebut dengan istilah LATHAIF. Misalnya, ada lathaif Qalbi (yang terletak dekat jantung, 2 jari di bawah susu kiri, 2 jari lagi ke arah tengah dada), lathaif Roh (yang terletak 2 jari di bawah susu kanan, agak 2 jari lagi ke tengah dada), lathaif Sirri (yang terletak 2 jari di atas susu kiri, agak 2 jari lagi ke tengah dada), lathaif Khafi (yang terletak 2 jari di atas susu kanan, agak 2 jari lagi ke tengah dada), lathaif Akhfa (yang berada di tengah dada), lathaif Nafsun Natiqah (yang berada di antara 2 alis), lathaif Kullu Jasad (yang berada 2 jari di atas pusar, tembus menuju ubun-ubun, lantas meliputi seluruh tubuh). Dan secara kasat mata pun, beberapa lokasi lathaif ini sama persis dengan posisi-posisi cakra yang ada dalam reiki, yoga, dan meditasi. Dan ternyata memang masing-masing posisi lathaif atau cakra itu mempunyai sensasi sendiri-sendiri.

Kemudian dalam riyadah rutin, pemrakteknya menambahkan (dalam istilah tarekatnya MENGHUNJAMKAN atau MENUSUKKAN) simbol tunggal, yaitu TULISAN HURUF ALLAH (dalam bahasa Arab) setiap kali kita ”singgah” ke lathaif tertentu. Menusukkan simbol huruf ALLAH itu harus diulang-ulang dengan jumlah yang berbeda bagi setiap lathaif. Hunjaman kalimat Allah di lathaif-lathaif itu kemudian diafirmasi (diperkuat) lagi dengan tambahan ucapan Allah atau Laa ilaha illallaah dengan irama suara yang cepat dan monoton.

SEUNTAI BENANG MERAH…!

Berangkat dari pembahasan di atas, maka sebuah benang merah sepertinya mulai dapat kita tarik, bahwa pada dasarnya praktek reiki, taichi, yoga, meditasi, dzikir di tarekat atau rumah dzikir tertentu, latihan tenaga dalam, dan latihan-latihan kesaktian lainnya sedikit banyaknya ada kesamaannya, kalau tidak mau dikatakan serupa banget. Pada semua itu ada ”sesuatu (titik)” yang dipakai sebagai objek tempat mengarahkan fikiran, ada simbol-simbol sebagai penambah kemampuan berkonsentrasi, ada suara-suara monoton yang dipakai, dan ada pula bentuk-bentuk tubuh tertentu yang dipakai selama proses pengolahan jiwa sang pemrakteknya.

Karena yang diolah dalam reiki, taichi, yoga, meditasi, dan tarekat tertentu adalah tubuh-tubuh (NAFS) juga, maka hasilnyapun nyaris sama. Misalnya, seseorang yang telah mempraktekkannya beberapa waktu lamanya, maka hampir semua praktikannya mengalami sensasi dapat merasakan getaran-getaran tertentu. Dan ternyata getaran itu, dengan teknik pengarahan fikiran tertentu, bisa dipakai untuk berbagai hal. Seperti untuk pengobatan, untuk kesaktian, untuk melanglang buana di alam-alam penuh getaran, sensasi-sensasi, rupa-rupa dan pandangan-pandangan tidak kasat mata lainnya.

Lalu semua fenomena itu tadi, kemudian dianggap sebagai fenomena spiritual. Maka jadilah makna spiritual itu terpangkas dan mengecil. Dan pada tatanan kehidupan praktis ”spiritualis” Hindu, Budha, Islam, pemraktek yoga, reiki, meditasi, tenaga dalam (kesaktian) menjadi sulit untuk dibedakan antara satu dengan yang lainnya. (Hampir) SAMA SAJA. Ya…, KULITNYA SAMA SAJA !!!. Bedanya, paling-paling bisa dilihat dalam hal tata cara berpakaian, berbicara, praktek-praktek ibadah dan simbol-simbol yang dipakai oleh mereka masing-masing.

Ada yang menarik untuk diamati pada tatanan spiritualitas seperti ini, bahwa hampir selalu para pemrakteknya terlihat lebih lembut, lebih sabar, lebih tenang, dan lebih cool dari orang kebanyakan. Seringkali pemrakteknya berkata: ”Saya ikut praktek ini… itu…!. Dalam sebulan saja saya bisa merasakan perubahan yang besar dalam diri saya. Saya menjadi lebih tenang, lebih sabar, lebih damai, lebih sehat…, dan blaaa…, blaaaa”. Yakin benar para pemrakteknya dalam menceritakan hasil latihannya itu. Na lho kok sama hasilnya…?. Realitas macam apa ini sebenarnya….???. Kalau dilihat ciri-cirinya di atas, misalnya, pemrakteknya bisa merasa lebih tenang, damai, luas, bahagia, cool, sehat, tidak banyak merasakan permasalahan walau pun dia sedang dirundung masalah, maka realitasnya kok sama dengan suasana yang disebutkan dalam Al Qur’an yaitu suasana JIWA YANG TENANG (NAFSUL MUTHMAINNAH)….

KULIT NAFSUL MUTHMAINNAH (JIWA, DIRI YANG TENANG)…

Dalam istilah agama Islam, ada sebuah sifat jiwa (diri) yang disebut dengan JIWA YANG TENANG (Nafsul Muthmainnah). CIRI-CIRI Nafsul Muthmainnah ini hanya sederhana saja, yaitu pada Nafs ini tiada lagi rasa kekhawatiran dan tiada kesedihan padanya (la khaufun ‘alaihim wala hum yah zanun). Siapa saja dapat merasakannya. Realitas suasana diri yang bersifat universal ini kalau dibahasakan secara populer adalah, bahwa pada diri itu, otaknya tidak lagi dihantam oleh gelombang badai fikirannya, dadanya tidak lagi dihantam oleh galaunya perasaannya. Ya…, otak sang diri ini sudah tidak lagi terkotak-kotak dalam berbagai persepsi yang sangat beragam dari orang ke orang, dan dada sang diri itu juga sudah tidak bergolak lagi dengan berbagai amukan perasaan baik perasaan senang maupun perasaan susah.

Ada diantara kita yang bisa sampai pada suasana otak dan dada yang tenang ini saja sebenarnya sudah sangat bagus sekali. Karena banyak juga diantara kita yang mengaku-ngaku sudah beragama, tapi fikiran dan dada kita masih dipenuhi oleh badai fikiran dan amukan rasa sehingga kita sibuk sendiri dengan apa-apa yang kita fikirkan dan rasakan itu.

Karena suasana jiwa yang tenang itu adalah sebuah sunatullah, atau bisa juga disebut sebagai hukum positif yang diturunkan oleh Sang Pencipta kepada seluruh umat manusia, maka semua manusia juga akan bisa mendapatkannya. Ya…, SEMUA manusia, tak tergantung pada agama dan suku bangsa, akan mampu meraih suasana otak dan dada yang tenang itu. Karena manusia ini diciptakan Tuhan memang beragam, maka cara untuk mendapatkan ketenangan otak dan dada itu juga bisa bermacam-macam. Boleh dikatakan cara untuk mendapatkan jiwa yang tenang itu akan sama banyaknya dengan jumlah manusia itu sendiri. Tak terbatas.

Salah satu cara yang dianggap orang dapat menciptakan sensasi rasa tenang itu adalah dengan cara meyakini, bahkan sampai benar-benar mengalami, apa yang dinamakan oleh pemraktek reiki, taichi, yoga, dan meditasi lainnya itu dengan proses terbukanya CAKRA MAHKOTA, begitu juga CAKRA DADA. Proses terbukanya cakra-cakra utama (mayor) ini ternyata memunculkan fenomena-fenomena, dimana pemrakteknya seperti mampu merasakan dirinya lepas dari sensasi ketubuhannya dan kemudian berubah menjadi sensasi alam semesta. Terbukanya Cakra Mahkota, diyakini orang bisa menimbulkan sensasi keluasan otak yang akan membuat otak itu menjadi tenang. Seperti juga halnya sensasi keluasan dan kelapangan dada yang dipercaya orang dapat muncul dengan telah bersihnya Cakra Dada.

Pasal apakah dengan terbukanya Cakra Mahkota akan mempermudah orang untuk nyambung ke Allah, seperti pertanyaan Pak Rizki, saya tidak dapat menjawabnya. Karena tentang Allah ini setiap agama bahkan setiap orang punya persepsi sendiri-sendiri. Tentang Allah ini, setiap orang mempunyai hubungan yang sangat pribadi sekali dengan-Nya. Sangat pribadi sekali. Hal ini akan saya kupas lebih pada uraian “Kulit Sang Aku Diri”.

Akan tetapi, Cakra Mahkota yang sudah terbuka boleh jadi memang dapat mempercepat hilangnya badai fikiran di otak kita. Begitu juga dengan terbukanya Cakra Dada yang akan mengurangi amukan berbagai perasaan. Boleh jadi pula orang yang telah mendapatkan keluasan dan ketenangan fikiran dan dada itu dapat lebih mudah untuk menjadi manusia universal.

Dari sekian banyak metoda itu, lalu ada beberapa metoda yang menonjol. Ya…, wajar saja !!!. Karena di atas awan memang masih ada awan. Beberapa metoda yang menonjol itu lalu dipasarkan oleh pemrakteknya ke penjuru dunia. Dengan berbagai nama. Setiap nama itu mempunyai ciri khasnya sendiri-sendiri. Siapa tahu ada yang mau nyobain juga. Nah…, metoda-metoda yang sudah kita bahas di atas tadi adalah beberapa contoh saja diantara metoda-metoda yang ada.

Bahkan dalam agama Islam, selain praktek tarekat di atas, masih banyak metoda-metoda lainnya yang bisa dipakai. Misalnya puasa, zakat, sedekah, haji, yang tujuannya adalah untuk mengolah diri (tadzkiyatunnafs) agar bisa menjadi tenang. Shalat pun ternyata tujuannya adalah untuk membawa peshalat kepada suasana jiwa yang tenang itu, sehingga sang jiwa itu bisa tercegah dari badai fikiran dan rasa, yang dalam istilah agamanya disebut sebagai: “si peshalat bisa tercegah dari perbuatan yang keji dan mungkar”.

Jadi dalam semua praktek-praktek agama (agama apa saja) maupun praktek pengolahan dan penyucian diri yang begitu beragamnya itu, pada tatanan DIRI (NAFS) itu sendiri akan mempunyai dampak yang hampir sama. Semuanya menawarkan cara-cara untuk mencapai ketenangan diri, yang realitasnya adalah lepasnya sang diri dari jebakan badai fikiran di otaknya dan amukan perasaan di dadanya. Ya…, semua masih berada di kulit nafsul muthmainnah saja sebenarnya. Jadi barangkali wajar saja kalau ada yang orang memilih agama tertentu (bahkan sampai ada yang mau bertukar agama) atau memilih praktek pengolahan diri tertentu karena dia mampu merasakan MANFAAT dari apa-apa yang dia praktekkan dalam agama atau pengolahan dirinya itu.

Tapi kemudian muncul lagi pertanyaan. Setelah diri itu tenang, lalu diri itu mau diapain…???. Dan buat apa agama ini sebenarnya…???.

KULIT SANG AKU DIRI…!!

Pada jiwa yang tenang (universal) itu ternyata tetap saja masih “ada yang tahu”, yang sadar, bahwa diri itu sudah berada dalam wilayah ketenangan, bahwa diri itu sangat luas. Diri itu juga tahu bahwa yang melihat itu ternyata bukan mata, tetapi diri yang luas itu sendiri. Diri itu juga sadar bahwa yang mendengar itu ternyata bukan telinga, tetapi diri yang luas itu sendirilah yang mendengar. Jadi pada diri yang universal ini ada bentuk pengakuan, dimana pengakuan ini ternyata adalah rahmat yang diberikan oleh Allah buat semua manusia. Ya…, pada diri yang universal itu ada “aku”, yaitu “sang aku diri”. Dan sang aku diri inilah yang mengaku-ngaku, bahwa aku ini luas tak terbatas, aku ini damai, aku ini melihat, aku ini mendengar, aku ini tahu. Dan puncak dari pengakuan itu adalah: ”aku ini ada (exist) … !!!!”.

Karena merasa ada (exist), maka sang aku diri itu lalu punya keinginan…!.

Keinginan itu yang sangat dominan diantaranya adalah:

1. Sang aku diri “ingin” meninggalkan realitas ketubuhannya (MOKSA).

Pada keinginan seperti ini, sang aku diri ini merasa bahwa tubuhnya ternyata adalah unsur yang penuh dengan suasana yang tidak menyenangkan, sehingga sang aku diri ingin lepas dari tarikan sifat-sifat ketubuhannya. Lalu sang aku diri ini ingin lari dari realitas ketubuhannya menuju, misalnya, ke syurga. Karena sang aku diri ingin lari ke syurga, maka tidak jarang bayangan syurga itu seperti benar-benar datang menghampirinya. Padahal gambaran perjalanan ke syurga itu hanyalah sekedar memori-memori tentang syurga yang telah duluan bersarang di otak sang aku diri itu. Karena gambaran dan realitas tentang syurga itu hanya Allah dan Rasulnya sajalah yang tahu.

Begitu juga saat sang aku diri “ingin” bertemu dengan para malaikat, para nabi-nabi, dan orang-orang shaleh lainnya, maka semua wujud yang ingin ditemuinya itu akan datang silih berganti menjambanginya. Dan anehnya kualitas pertemuan itu kadangkala lebih hebat dan lebih spektakuler dibandingkan dengan cerita-cerita yang pernah ada.

Tak jarang dari pertemuan-pertemuan imajiner itu sang aku diri merasa bahwa dirinya diangkat oleh malaikat menjadi Nabi baru, menjadi utusan Tuhan yang suci di zamannya. Menjadi orang-orang yang terpilih. Dan kesemuanya itu seperti benar-benar terjadi, REAL, NYATA. Dan untuk lebih meyakinkan lagi, maka anehnya sang aku diri itu seperti mempunyai berbagai kelebihan yang mencengangkan pula.

Lalu sang aku diri itu menjadi sibuk dengan berbagai pandangan-pandangan, kalimat-kalimat, huruf-huruf, suara-suara, dan pertemuan-pertemuan dengan apa yang diinginkan oleh sang aku diri itu tadi. Pertemuan yang seperti apapun dengan siapa pun dan sesulit apapun seperti bisa terjadi dengan mudahnya. Lalu jadilah sang aku diri itu menjadi sangat sibuk….!!!.

2. Sang aku diri “ingin” bertemu dengan Tuhannya…!

Pada tingkat yang lebih rumit, sang aku diri itu ada pula yang “INGIN” bertemu dengan Tuhannya. Lalu sang aku diri itu berusaha pula melakukan perjalanan MI’RAJ (MOKSA) seperti yang disebutkan dalam uraian di atas. Akan tetapi ternyata realitas Tuhan tidak akan pernah bisa diketahui dengan kualitas MI’RAJ seperti itu. Kemana pun sang aku diri itu menghadap, yang ditemukannya tetap saja suasana luas tak terhingga dan tidak ada apa-apanya. KOSONG. Lalu sang aku diri itu merasa bahwa hanya dirinyalah yang ada. Hanya aku yang ada….!!!, dan aku diri itu lalu “merasa” menjadi Aku Yang Hakiki (Allah).

Dengan suasana seperti ini, maka kemudian muncullah pemahaman yang mengarah pada konsep dua menjadi satu. Adakalanya, sang aku diri merasa BERSATU dengan Sang Aku Hakiki (Allah). Adakalanya juga sang aku diri itu merasa bahwa Tuhan beremanasi, menjelma kedalam dirinya. Ya…, “sang aku diri” lalu merasa menjadi “Aku”…!!!, dan mulai ia mengaku : “Aku adalah Dia, Dia adalah Aku; Aku adalah kebenaran…, Ana Allah…, Maha Suci Aku…, dan berbagai pengakuan lainnya”.

Dan pengakuan pada wilayah kulit sang aku diri ini, apalagi bagi yang sampai masuk ke dalam suasana penuh keinginan seperti diatas, ternyata sangatlah menyiksa. Pengakuan di wilayah ini malah bisa melahirkan keangkuhan baru bagi kita, sebuah keangkuhan spiritual.

KEANGKUHAN SPIRITUAL … !!

Pada tatanan spiritual, tidak jarang muncul keangkuhan bagi pemrakteknya yang biasa disebut orang sebagai kaum spiritualis. Dalam agama Islam, keangkuhan spiritual ini diwakili, misalnya, oleh kelompok-kelompok yang berbau tasawuf atau kesufian terhadap kelompok lainnya yang dikelompokkan orang sebagai kelompok syariat (non spiritualis). Kaum spiritualis umumnya sangat meremehkan kaum syariat yang mereka anggap sebagai kumpulan orang-orang yang tingkat pemahaman agamanya hanya terbatas pada penerapan hukum-hukum formal saja. Sehingga adakalanya sang spiritualis itu sangat meremehkan sekali syariat agama yang ada. Syariat dianggap mereka hanya untuk orang-orang yang belum mencapai tingkatan pendakian spiritual.

Bahkan sang spiritualis dengan mudahnya melanggar syariat itu sendiri seperti, dia mabuk-mabukan, suka perempuan lain yang bukan istrinya, dan sebagainya. Karena sang spiritualis sudah merasa bahwa sang aku dirinya adalah kebenaran itu sendiri. Apapun yang dia lakukan, maka dia menganggap bahwa hakekatnya semua itu adalah kebenaran. Dalam istilah umumnya suasana spiritualis seperti ini dinamakan orang dengan wilayah sufi yang sedang HELAF.

Pada taraf tertentu pun, terutama bagi spiritualis yang sudah bisa menjalankan kesadarannya atau fikirannya “menembus alam-alam imajinasi”, tidak jarang pula mereka malah melecehkan syariat itu sendiri. Misalnya mereka tidak lagi melakukan shalat. Karena dengan teknik perjalanan rohaninya, sang spiritualis merasa bahwa dirinya telah shalat di Mekkah, padahal saat itu dia masih berada di daerahnya sendiri. Dan biasanya sang spiritualis itu sebaliknya malah bisa dzikir (wirid) dalam waktu yang sangat lama.

Atau bisa juga sang spiritualis tetap menjalankan shalatnya, akan tetapi adakalanya dia dalam shalatnya itu mengalami apa yang disebutnya sebagai fana, dimana di tengah-tengah shalatnya sang spiritualis mengalami suasana perjalanan (moksa) menemui Tuhan. Sang spiritualis itu terjatuh ketika shalatnya dan keadaannya berada dalam suasana seperti pingsan. Keadaan seperti ini yang diyakini oleh pemrakteknya sebagai fana, dapat berlangsung lama. Dan begitu kesadarannya kembali, maka dianggap selesai pulalah shalatnya. Dan pemrakteknya meyakini bahwa inilah tingkatan shalat yang paling tinggi. Dulu, sewaktu menjalani suluk di sebuah tarekat, saya pernah sebentar terjebak dalam suasana seperti ini. Akan tetapi setelah dikelupasi kulitnya seperti ini, ternyata istilah MI’RAJ dalam pengertian seperti ini sama persis dengan MOKSA dalam istilah agama lain.

Tidak jarang pula ada spiritualis yang hanya asyik masyuk dengan Tuhannya. Sehingga setiap saat sang spiritualis dibuat sibuk dengan keasyik-masyukkannya dengan Tuhan itu. Dan biasanya sang aku diri yang seperti ini bawaannya malas-malasan, tidak mau bekerja, inginnya menyepi terus ke tempat-tempat sunyi. Sehingga fungsi kekhalifahannya sudah nyaris hilang sama sekali. Dia menjadi sibuk dengan dirinya sendiri.

MENGAMBIL PELAJARAN…!!

Pada lapisan kulit sang aku diri ini, semua agama dan praktek-praktek riyadah (olah jiwa) boleh jadi masih berada dalam wilayah yang sama, yaitu wilayah sang aku diri. Dapatlah dikatakan bahwa kulit terakhir yang tersisa dari usaha mengupas kulit bawang spiritual ini adalah sang aku diri.

Sekarang pertanyaannya adalah:
“Sudahkah spiritual itu berakhir hanya sampai dikulit terakhir ini…??”.
“Apakah spiritual itu berhenti dipengakuan sang aku diri (nafs)… ini ??”.

MELEPAS KULIT TERAKHIR, KETIADAAN, FANA…

Berada dalam jerat pengakuan sang aku diri ini, tanpa disadari, sangatlah menyibukkan dan bahkan sangat menyiksa, bagi orang yang tinggal di wilayah ini. Padahal kalau orang sudah berada dalam kesadaran sang aku diri ini, dimana orang tersebut tidak lagi terpengaruh dengan berbagai ragam dan perbedaan pemikiran, termasuk perbedaan pemahaman keagamaan, maka sebenarnya tinggal SELANGKAH saja lagi tugas sang aku diri itu. Yaitu PENGEMBALIAN keakuan sang aku diri itu kepada Sang Aku Yang Sebenarnya, yaitu Aku Allah. Ya…, sang aku diri tinggal tidak mengaku saja. Runtuhnya pengakuan sang aku diri inilah yang disebut sebagai FANA yang hakiki. Artinya…, dengan kerendahan hati:
Sang aku diri tidak lagi mengaku luas. Kembalikan luas itu pada Tuhan, karena hanya Tuhanlah Yang Maha Luas. Biarlah Yang Maha Luas itu sendiri yang mengaku Luas.
Sang aku diri tidak lagi mengaku melihat. Kembalikan melihat itu kepada Tuhan, karena hanya Tuhanlah Yang Maha Melihat. Biarlah Sang Maha melihat itu mengaku bahwa Dialah yang mengalirkan rasa melihat kepada sang diri (nafs).
Sang aku diri tidak mengaku mendengar. Kembalikan mendengar itu kepada Tuhan, karena hanya Tuhanlah Yang Maha Mendengar. Biarlah Sang Maha Mendengar itu mengaku bahwa Dialah yang mengalirkan rasa mendengar kepada sang diri (nafs).
Sang aku diri tidak mengaku tahu. Kembalikan tahu itu kepada Tuhan, karena hanya Tuhanlah Yang Maha Tahu. Biarlah Sang Maha Tahu itu mengaku bahwa Dialah yang mengalirkan rasa tahu melihat kepada sang diri (nafs).

Proses sang aku diri untuk tidak mengaku-ngaku inilah sebenarnya makna lain dari “laa ilaaha illallah”.

Tiada yang luas kecuali Dia Yang Luas.
Tiada yang melihat kecuali Dia Yang Melihat.
Tiada yang mendengar kecuali Dia Yang Mendengar.
Tiada yang tahu kecuali Dia Yang Tahu.
Tiada apa-apa yang ada kecuali Dia Itu Yang Ada.

Posisi TIDAK MENGAKU seperti ini persis sama dengan posisi tumbuh-tumbuhan, posisi gunung-gunung, posisi matahari dan bintang-bintang, posisi langit dan bumi, posisi alam semesta, posisi malaikat. Semuanya tunduk dan patuh kepada Kehendak Tuhan. Semua bersikap sebagai hamba yang selalu RELA, RIDHA menerima kehendak dan kemauan dari Tuhan, dan Tuhan pun rela dan ridha berhendak dan berkemauan kepada sang Hamba itu…

“… Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha terhadap-Nya. Itulah keberuntungan yang paling besar”. (Al Maidah 119, dan dibeberapa ayat lainnya).

Suasana wilayah SALING RIDHA antara Hamba dengan Tuhannya inilah yang bisa disebut sebagai wilayah FANA yang hakiki…!!. Dan FANA seperti ini ternyata ADA SUASANANYA, ADA REALITASNYA. Jadi bukan hanya sebatas kata-kata, kalimat-kalimat dan definisi-definisi dari otak kita.

Disamping itu, proses pengembalian keakuan sang aku diri ini haruslah dilakukan dengan tanpa daya dan tanpa usaha kita sendiri…, karena tiada daya dan upaya, kecuali hanya daya dan upaya dari Tuhan. Pengembalian yang hakiki itu hanya dan hanya bisa kalau kita DITUNTUN oleh Allah sendiri. Karena yang tahu tentang Allah, hanya Allah itu sendiri. Makanya kita selalu berdo’a dalam shalat kita: “Ya Allah…, tuntun saya…”. Dan yang paling penting untuk kita luruskan dalam kita berdo’a ketika minta dituntun oleh Allah adalah: kita jangan sekali-kali mengarahkan do’a itu kepada benda-benda, bentuk-bentuk, bayangan-bayangan, dan persepsi-persepsi apapun.

Kalau pengembalian itu masih dengan daya dan usaha dari sang aku diri, maka namanya sang aku diri itu masih ada, masih eksis. Dan sang aku diri itu akan tersiksa sekali, tatkala do’a kita tidak bersambut, yaaa…, seperti kita-kita sekarang ini. Sehingga apa saja bisa berubah menjadi siksa. Beda pendapat jadi siksa. Beda agama jadi siksa. Beda suku jadi siksa.

Begitu juga kalau pengembalian keakuan sang aku diri itu diarahkan kepada benda-benda atau alam-alam, artinya kita mengarah kepada yang BUKAN pencipta alam semesta sendiri, maka kita akan dibuat sibuk oleh Allah dengan segala sesuatu yang bersifat kealaman itu.

Sebaliknya saat mana sang aku diri itu “bersedia” dibimbing oleh Allah untuk tidak mengaku, dan posisi tidak mengaku itu berhasil dia raih, artinya sang aku diri sudah tiada, FANA, maka yang ada tinggal hanya Yang Ada, Yang WUJUD, yaitu Aku Yang Hakiki (Allah). Aku yang bening dan merdeka, artinya Aku yang berkehendak dengan sendirinya. Pada posisi seperti ini, sang aku diri benar-benar hanyalah menjadi seorang HAMBA yang bersedia:
Otaknya “dipakai” oleh Allah untuk berkreasi dan menciptakan peradaban bagi umat manusia…,
Dadanya “dipakai” oleh Allah untuk mengalirkan kehendak dan kemauan-Nya,
Kelaminnya “dipakai” oleh Allah untuk proses pembiakan umat manusia.

Dan…., lalu kita hanya tinggal menjadi SAKSI SAJA atas perbuatan Allah, atas kehendak Allah, atas kreasi Allah, atas grand design Allah dalam meramaikan dan menata alam ciptaan-Nya ini. Sungguh tidaklah sia-sia semua ini berada di dalam genggaman Allah. Semua diatur-Nya, semua di tata-Nya, semua diurus-Nya tanpa henti. Walau kita tidak mau mengakui peran-Nya sekali pun, Dia tidak peduli. Dia akan Maha Sibuk dengan segala ciptaan-Nya, karena memang segala ciptaan-Nya itu hanya bergantung kepada-Nya …

Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan (Ar Rahman 29).

Dan Rasulullah Muhammad SAW, dengan kualitas diri Beliau seperti ini, dimana “sang aku” Beliau, sudah lenyap, Rasulullah ternyata menghadap kepada Allah dengan tidak membawa apa-apa. Tidak membawa ilmu, tidak membawa amal, tidak membawa ibadah, tidak membawa tahu, tidak membawa melihat, tidak membawa mendengar. Beliau semata-mata hanya sebagai HAMBA yang mau menjadi ALAT ALLAH untuk menjadi RAHMAT bagi alam semesta, rahmat bagi segenap umat manusia. Dan peletakan dasar-dasar bagi fungsi rahmatan lil a’lamin itu itu berhasil Beliau bangun.

Hanya sayang…, bahwa generasi-generasi penerus Beliau ternyata banyak yang tidak amanah…!. Sehingga akibatnya sekarang Islam itu seperti dilecehkan oleh dunia. Kasihan Rasulullah….!!!.

Lalu apakah kita juga mau ikut-ikutan menjadi generasi yang tidak amanah itu…?, Lalu apakah kita juga mau mewariskan ketidakamanahan itu berestafet kepada anak cucu kita…???. Padahal banyak sudah pelajaran yang muncul dihadapan kita atas tidak amanahnya kita dan generasi-generasi terdahulu itu. Begitu nyata akibat buruknya…!!. Lalu kenapa akibat buruk itu tidak kita jadikan sebagai bahan pelajaran buat kita untuk merubahnya kembali menjadi baik…??. Betapa sombongnya kita ini dengan tidak mau menjadi penyambung tangan Rasulullah, penyambung lidah Rasullah.

ADA YANG TIDAK KULIT BAWANG…, ADA …!!!

Setelah kulit terakhir sang aku diri ini dikelupasi, sehingga sang aku diri itu sudah kehilangan keakuannya, TIADA, FANA, maka yang tinggal hanya ADA…!, yang tidak sama dengan kulit bawang. Tidak ada kata seperti lagi pada ADA itu…!. ADA itu TIDAK seperti kulit bawang. Yang lain…, ya… TIADA. Sedangkan ADA itu TIDAK seperti apa-apa… !!. Tapi ADA…!!!!. ADA…!!!.

Maka akupun berseru kepada Sang ADA itu:
Subhanaka….!!!. Subhanaka…!!!, Subhanaka…!!.
Maha Suci Engkau…!!!. Maha Suci Engkau…!!!. Maha Suci Engkau…!!!.

Dan Sang Ada itu pun menjawab panggilanku:
Subhanii….!!!. Subhanii…!!!, Subhanii…!!.
Maha Suci Aku …!!!. Maha Suci Aku…!!!. Maha Suci Aku…!!!.

Dan akupun menegaskan lagi:
Laa ilaaha illaa anta..!!!, Laa ilaaha illaa anta…!!!. Laa ilaaha illaa anta…!!!.
Tiada Tuhan selain Engkau…, Tiada Tuhan selain Engkau…, Tiada Tuhan selain Engkau…,

Dan Sang Ada itu pun menjawab dengan ketegasan yang amat sangat:
Laa ilaaha illa Ana … !!, Laa ilaaha illa Ana … !!, Laa ilaaha illa Ana … !!
Tiada Tuhan selain Aku…!!!, Tiada Tuhan selain Aku…!!!, Tiada Tuhan Selain Aku…!!!

Lalu aku berlari merunduk-runduk dan mencoba melihat Wajah-Nya:
Laa ilaaha illa Huu … !!, Laa ilaaha illa Huu … !!, Laa ilaaha illa Huu … !!
Tiada Tuhan selain Dia …!!!, Tiada Tuhan selain Dia …!!!, Tiada Tuhan selain Dia …!!!,

Dan Sang Ada itu pun bernyata dihadapanku:
Ana Allah…!!, Ana Allah …!!, Ana Allah …!!,
Aku Tuhan…!!, Aku Allah…!!!. Aku Allah…!!!

Dan akupun menyambutnya dengan kegembiraan:
Huu …!!, Huu …!!, Huu …!!,
Dia…!!, Dia…!!!, Dia…!!!.

Dan Tuhan-ku lalu menyambutku dengan mesra:
Innani Ana…!!, Ana…!!, Ana…!!, Ana…!!,
Ini Aku….!!, Aku….!!, Aku….!!, Aku…………….

Lalu akupun tenggelam dalam pandang memandang dengan Tuhanku …!!!!.
- – - – - – - – !!!, – - – - – - – - – !!!, – - – - – - – - – !!!,
Diam……., Hening…………………………………………….
…………………………………………………………………………
………………………………………………………………….……..

SANG PENANAM BAWANG…

Lalu Tuhanku pun menyusupkan pencerahan-Nya kedalam dadaku:

Sebelum ada apa-apa….,
Yang ada adalah Wajah Tunggal Yang Meliputi,
Waktu itu masih alam AHADIAT, tidak ada rupa tidak ada warna.
Kemudian alam WAHDAT, semua tumbuh dari Yang Tunggal.
Kemudian Allah punya sir (kemauan):

Aku ini perbendarahaan tersembunyi,
kemudian Aku ingin dikenal,
Kemudian Aku menciptakan makhluk-Ku,
Dengan Allah-lah mereka mengenal Aku. (hadits qudsi)

Dari sebuah keheningan dan kesenyapan abadi, Aku lalu “mengalirkan” segala kehendak-Ku untuk merenda alam semesta, untuk merangkai kehidupan, untuk menganyam kebudayaan umat manusia. Kemudian Aku bersabda: Kun… Jadilah…!!!, Kun fayakun… maka jadilah…!!!.

Kehendak-Ku itu lalu Aku alirkan kedalam “rumah tempat-Ku berkehendak”, yaitu dada hamba-hamba-Ku, sehingga seakan-akan hamba-Ku itulah yang punya kehendak untuk membangun peradabannya sendiri; sehingga seakan-akan hamba-hamba-Ku itu punya kehendak untuk berkembang biak demi melanjutkan keturunannya. Padahal sebenarnya dari Aku lah semua kehendak dan keinginan itu.

Lalu Ku alirkan kedalam “rumah tempat-Ku mencipta”, yaitu otak hamba-Ku segenap sarana, fasilitas, dan kemampuan untuk mewujudkan kehendak-Ku dalam membangun peradabannya itu. Aku aliri otak hamba-hamba-Ku dengan rencana-rencana, dengan rancangan-rancangan, dengan perhitungan-perhitungan; sehingga seakan-akan hamba-hamba-Ku itu bisa merencana, bisa merancang, bisa mencipta dengan sendirinya; sehingga hamba-hamba-Ku itu seperti bisa membangun, bisa merombak, bisa menanam peradabannya sendiri; sehingga hamba-hamba-Ku itu seperti serba bisa ini dan itu…, serba ramai….!!!. Padahal sebenarnya Aku lah yang membangun semua itu, karena memang Aku adalah Sang Grand Designer kesemuanya itu.

Lalu Ku alirkan juga kedalam “rumah tempat-Ku mengembang biakan manusia”, yaitu kelamin hamba-hamba-Ku, segenap sarana, fasilitas, dan kemampuan untuk mewujudkan kehendak-Ku dalam menjaga keturunan umat manusia. Di rumah pembiakan-Ku itu telah Aku siapkan rasa enak, Aku siapkan libido, Aku siapkan daya, Aku siapkan juga Rahim. Aku telah siapkan semua, sehingga seakan-akan manusia itu seperti bisa berbiak dengan sendirinya. Padahal Aku lah Sang Pembiak itu yang sebenarnya.

Tapi ingatlah wahai hamba-hamba-Ku, Aku ini sangatlah pencemburu. Jadi janganlah kalian wahai hamba-hamba-Ku sibuk dengan kulit-kulit bawang itu. Karena kalau kau sibuk dengan kulit-kulit bawang itu, maka kau akan menjadi hamba dari kulit bawang itu, kau akan dibuat sibuk oleh kulit-kulit bawang itu sehingga kau menjadi lupa kepada-Ku.

Maka…, agar kalian wahai hamba-hamba-Ku tidak sibuk dengan kulit bawang itu, Ku-buatkan rasa perih dimatamu setiap kali kalian mengupasnya, sehingga kalian tidak sanggup lagi memandangnya berlama-lama. Lalu Ku-buatkan pula rasa enak saat kalian memakannya, sehingga kalian ingin buru-buru menggorengnya, dan kemudian menikmatinya. Ya… kalian hanya tinggal menikmati saja RASA kulit bawang itu…!!!.

Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang akan kamu dustakan wahai hamba-hamba-Ku …?.
Maka dengan pengajaran seperti apa lagi kalian bisa mengerti wahai hamba-Ku…??.

Jadi lihatlah…, Aku lah Sang Penanam bawang itu, dan Aku pulalah yang menjadikan bawang itu mempunyai kulit berlapis-lapis. Semua itu Ku ciptakan untuk kalian, agar kalian wahai hamba-hamba-Ku bisa memetik pelajaran dari setiap kulit bawang yang ku buat itu, sehingga kau bisa menyadari keberadaan-Ku. Adalah dari Ku kesemuanya itu. Aku lah sumber dari segala sesuatunya. Aku lah sumber keberadaan. Karena Aku lah Sang ADA…..!!. Aku lah Allah…..!!!.

Innanii Ana Allah, Laa ilaaha illaa Ana, Fa’budni, wa aqiimishshalata lidzikri, Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku (Thahaa 14).

Maka akupun “datang” merunduk-runduk kepada-Nya, akupun bersimpuh dihadapan-Nya, akupun sujud dan menyembah kepada-Nya, dan akupun memuja kepada-Nya:

Subhanallah
Alhamdulillah,
Laa ilaha illallah,
Allahu Akbar,
Laa haulaa wala quwaata illa billahil ‘aliyyil ‘adhiem,
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa’ala ali Muhammad…

SANG SPIRITUALIS SEJATI…

Akhirnya sampailah kita pada bagian akhir dari pembahasan tentang perjalanan mengupas kulit bawang spiritual ini. Di penghujung kupasan ini, secara jelas dapat dilihat bahwa sang spiritualis sejati itu ternyata hanyalah manusia-manusia yang berkualitas sebagai HAMBA dihadapan TUHAN. Tidak lebih. Lalu sang hamba itu dengan sadar, rela dan ridha membiarkan otaknya, dadanya, dan kelaminnya dipakai oleh Tuhan untuk mewujudkan kehendak-Nya yang suci dalam membangun peradaban manusia itu sendiri dari zaman ke zaman. Sang Hamba itu tidak membiarkan sedikit pun dorongan-dorongan dari dirinya sendiri (hawa un nafs) untuk mengotori kesucian dan kemurnian kehendak Tuhan yang dialirkan kepadanya.

Jadi…, dari sang spiritualis sejati inilah diharapkan lahir ilmu pengetahuan seperti fisika, kimia, biologi, matematika, ekonomi, perdagangan, industri, kesehatan, hukum, seni, budaya, dan sebagainya. Dan kesemuanya itu dibingkai dengan kesadaran berketuhanan.

Sang spiritualis sejati itu ternyata adalah seorang insinyur, seorang dokter, seorang ekonom, seorang ilmuwan, seorang pedagang, seorang seniman, seorang polisi, seorang hakim, seorang presiden, seorang petani, dan setiap orang yang telah mampu membingkai hari-harinya dengan kesadaran kepada Tuhan (dzikrullah).

Ringkasnya adalah, bahwa spiritualis sejati itu adalah seorang hamba Tuhan yang bekerja dan dia sekaligus juga bersedia menjadi alat Tuhan untuk mampu mempekerjakan hamba-hamba Tuhan lainnya. Spiritualis sejati itu adalah seorang hamba Tuhan yang mampu mengkreasi rizki dan sekaligus dia juga bersedia menjadi alat Tuhan untuk mengalirkan rizki kepada hamba-hamba Tuhan lainnya. Dan…, segala macam aktivitasnya itu TIDAK sedikit pun membuat sang spiritualis sejati itu lalai dari mengingat dan menyadari GERAK TUHAN yang mengalir kepadanya. Seorang berkarakter ULUL ALBAB saja sebenarnya. Seperti omongan Tuhan berikut ini:

“Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang”. (An Nuur 37)

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi ULUL ALBAB (orang-orang yang berakal), (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. (Ali Imran 190-191),

Karena, kalau peradaban ini dibangun oleh manusia yang BUKAN berkarakter ULUL ALBAB, maka itu ternyata sangatlah BERBAHAYA sekali …!!!.

SEKEDAR NASEHAT PENDEK…

Alangkah besar siksa Allah jika “TEMPAT SUCI (RUMAH-NYA)” dimana Allah mengalirkan kehendak-Nya untuk berkreasi, menciptakan, dan mengembangbiakkan manusia berikut peradaban yang akan mengiringi manusia itu dari zaman kezaman kita kotori dengan berbagai tindakan yang negatif (fujur) akibat dari dorongan diri (HAWA UN NAFS). Oleh karena itu:
Tatkala sang aku diri mengotori kelaminnya dengan kehendak percabulan yang datang dari dorongan keinginan sang diri itu sendiri (hawa un nafs), maka berbagai perbuatan cabul pun akan dialirkan-Nya sambung menyambung kepada diri itu, tak terkendalikan. Dan hal itu pasti akan membawa rasa tersiksa bagi sang diri itu sendiri.

Tatkala sang aku diri mengotori dadanya dengan kehendak dan keinginan yang diharamkam (misalnya dengan memasukkan makanan dan minuman yang haram), maka apa saja juga bisa menimbulkan keinginan marah, benci, iri, dengki, dan perilaku-perilaku negatif (fujur) lainnya. Dan semua kefujuran ini juga ternyata adalah siksa demi siksa yang sangat pedih bagi sang diri itu sendiri.

Dan tatkala sang aku diri mengotori otaknya dengan fikiran-fikiran negatif dan kotor, maka apa saja bisa diciptakan oleh sang diri itu untuk merusak peradaban. Dan semua kerusakan peradaban itu juga ternyata adalah siksa yang memiriskan hati bagi sang diri itu sendiri.

Memang, semua pengotoran rumah Allah itu buahnya semata-mata adalah SIKSA….!!!. SIKSA Yang Pedih.

Lalu kenapa kita tidak mau menghormati rumah suci (bait Allah) tempat Allah berkehendak, berkreasi, mencipta, membiakkan diri manusia, dan berikut menganyam peradaban manusia?. Sedangkan malaikat sendiri sampai-sampai tersungkur sujud menghormatinya..?

Duh… Gusti…, betapa sombongnya kami ini …,
Ya Allah…, betapa tidak amanahnya kami…,
Ampuni kami semua Ya Allah…,
Tuntun kami semua ya Allah…,
Rahmati kami semua ya Allah…,

Demikian…, wallahua’lam…
komentar | | Read More...

Kolocokro Versi Islami

Penulis : Unknown on Selasa, 21 Mei 2013 | 21.30

Selasa, 21 Mei 2013

Purbo leksono Jati
purboleksonojati@yahoo.co.id

Nuwun sewu ki wong alus derek ngebaki tempate blog amargi katah ingkang nyuwu di medalaken kolo cokro versi Islam.ginane sami nyingkirake jin,santet,yeluh,tenung,setan untuk netralkan tempat yg angkar mengembalikan santet dll. Saya ijazahkan kepada sedulur-sedulur pecinta blog kwa seluruh dunia khususnya seluruh alam.dengan iklas dan sempurna.
Caranya puasa 3 hari biasa sholat hajat habis sholat tawasul hadiah fatikah
Kepada kanjeng nabi Muhamad,kanjeng nabi khidir As,kanjeng Nabi sulaiman As,malaikat mokhorobin,kanjeng syeh abdul kodir jaelani,kanjeng sunan kalijogo,abi wa umi ,sedulur papatkalimo pancer, bambang ,man ijazati
KOLO COKRO CARA ISLAM
kaf ha ya ain shod
shod kaf ha ya ain
ain shod kaf ha ya
ya ain shod kaf ha
ha ya ain shod kaf
diwirid 100 x

DOA BENTENG DIRI DARI MUSIBAH
Purbo leksono Jati
purboleksonojati@yahoo.co.id
Doa ini untuk membentengi diri kita dari segala musibah silahkan sedulur2 kwa untuk mengamalkan.sy tulis latin sj sy tdk bisa basa arab nanti malah salah di protes hehee aku kan orang jawa.
YA ALLAH AKU BERLINDUNG DENGAN ENGKAU DARI SIFAT MALAS DAN UMUR KELIWAT TUA, DARI SEGALA DOSA-DOSA DAN HUTANG-HUTANG YANG MENUMPUK,DARI BAHAYA FITNAH KUBUR DAN ASAB KUBUR,DARI BAHAYA FITNAH NERAKA DAN ASAB NERAKA DAN DARI BAHAYA FITNAH ALMASIH DATJJAL, YA ALLAH BERSIHKAN DIRIKU DARI KESALAHAN-KESALAHAN DENGAN AIR SALJU DAN AIR MAWAR,DAN BERSIHKAN DIRIKU SEPERTI BERSIHNYA KAIN PUTIH DARI DAKI,JAUHKANLAH AKU DARI KEMUNAFIKAN,IRI DENGKI,SOMBONG,TAKABUR,PERSELINGKUHAN, DAN ILMU YANG TIDAK MANFAAT SEPERTI JAUHNYA ANTARA TIMUR DAN BARAT, AMIN AMIN AMIN YAROBBAL ALAMIN.
komentar | | Read More...

Ilmu Melipat Bumi

Ilmu Melipat Bumi yang bisa anda miliki melalui syare’at seperti
dibawah ini :
1. Biasakan setelah sholad fardhu anda membaca do’a Ad-Dahruusyiyah
sebanyak 13 kali.
2. Kemudian kalau mau menuju tempat yang jauh maka bacalah do’a yang
lebih sering disebut ilmu melipat bumi ini ditempat yang sepi sambil
memejamkan mata anda.
3. Kalau do’a atau ilmu anda terkabul maka perjalanan anda yang
biasanya di tempuh memakan waktu lama kini dalam sesaat anda sudah
sampai di tempat yang anda tuju.

Do’a atau Mantra ilmu Melipat Bumi yang harus anda amalkan adalah
sebagai berikut :
“Bismillaahi syarohiyan dahmuusyan’aalii muta’aalii fii ‘uluwwihii
aina ajnaadul qawiyatu ainasy syamhaamiryatu aina karduunin wadardamin
aina ishabuun aina shaahibu jabalid dukhaani ainarrakibu ‘alal fiilil
muta’ammimi bitstsa’baani
ajiibuu bihaqqil asmaail ‘ibrooniyyati wabarha muusyaa wasyaimuutsaa
ajiibuu tho-i’iin”.

Demikianlah mantra atau do’a Ilmu Melipat Bumi yang berguna untuk
mempercepat perjalanan dan agar selamat sampai tujuan. Selain itu agar
anda tidak merasakan capek dalam perjalanan anda, anda bisa
menggunakan cara dibawah inbi yang juga merupakan bagian dari ilmu
melipat bumi.
Caranya adalah sebagai berikut :
1. Tulislah ayat atau do’a dibawah ini dengan menggunakan huruf arab
diatas piring dan gosoklah dengan jari tangan anda.
2. Setelah larut dengan air, minumlah air tersebut dan jangan lupa
sebelum anda minum air itu bacalah do’a ini sekali dalam hati.
3. Dengan Syare’at ini insya Allah anda tidak akan mengalami kecapekan
dalam perjalanan anda

Do’a atau amalan yang harus ditulis dalam piring itu adalah :
“Wabaarik lanallaahumma fii jam’i kasbinaa wahulla ‘uquudal usri
yayuuhin armakhat”.

Karena dalam laku syare’atnya tidak menggunakan puasa ataupun lelaku
lainnya tentu membutuhkan keyakinan dari dalam diri anda sendiri. Dan
suatu ilmu atau amalan yang bagaimanapun akan berguna atau bermanfaat
apabila kita amalkan dengan penuh kesungguhan serta keyakinan yang
maksimal. Tentu semua itu semata-mata atas ijin Tuhan yang maha
pengasih.. Kita sebagai manusia memang diwajibkan untuk berusaha namun
keberhasilannya mutlak ditangan Tuhan.
komentar | | Read More...

Pagar Gaib Media Garam

Penulis : Unknown on Senin, 20 Mei 2013 | 14.00

Senin, 20 Mei 2013

Untuk perlindungan rumah atau pagar gaib, anda bisa menggunakan
media garam. Simak caranya berikut ini :
1. Bacalah doa ini 17x :
A’uudzu billaahis samii’il ‘aliim minasyaitonirrojiim. Huwallaahul
ladzii laa ilaaha illaa huwa ‘aalimul ghoibi was-syahaadati huwar
rohmaanur rohiim. Huwallohul ladzii laa ilaaha illaa huwal maalikul
qudduudud salaamul mu’minul muhaiminul ‘aziizul jabbaarul mutakabbir.
Subhaanallohu ‘ammaa yusrikuun. Huwallahul kholiqul baariul mushawwiru
lahul asmaa’ul husnaa, yusabbihu maa fis samaawaati wal ardi wa huwal
‘aziizul hakiim.
2. Kemudian bacakan ayat Kursi 17x pada garam kemudian
percikkan/taburkan di sekeliling rumah dan kalau perlu di seluruh
bagian rumah. Jangan lupa banyak beramal terhadap fakir miskin-yatim
piatu dan bersikap baik kepada sesama manusia.
* Amalan diatas bisa dijadikan wirid harian menjelang subuh dan
menjelang petang dengan dibaca 17x.
komentar (7) | | Read More...

Teknik Berkomunikasi Dengan Jin

Penulis : Unknown on Minggu, 19 Mei 2013 | 21.00

Minggu, 19 Mei 2013

Segala sesuatu adalah ciptaan Tuhan. Mereka bisa berkomunikasi satu sama lain secara intuitif. Maka, manusia bisa mengajak berkomunikasi dengan apapun juga termasuk makhluk gaib karena mereka sesungguhnya makhluk yang hidup seperti kita.

Agar kita dengan intuisi kita dapat berbicara satu sama lain, maka dibutuhkan pengetahuan khusus. Yaitu sejenis keahlian untuk menangkap hakikat obyek-obyek di luar diri manusia. Salah satu obyek itu adalah JIN.

Keahlian itu adalah keahlian untuk olah batin kita untuk melakukan tiga reduksi. Reduksi itu diperlukan sebagai tahap penyingkiran semua tabir/hal yang mengganggu pandangan kita sehingga nantinya kita bisa menangkap secara jelas penampakan obyek kita yaitu jin.

Reduksi pertama: menyingkirkan segala sesuatu yang subyektif. Singkirkan dulu keakuan kita. Keakuan adalah salah satu pintu penutup kita melihat kegaiban. Sikap kita harus obyektif, terbuka untuk gejala-gejala yang akan diajak bicara.

Reduksi kedua: menyingkirkan seluruh pengetahuan tentang obyek yang diselidiki yang diperoleh dari sumber yang lain, semua teori dan hipotesis yang sudah ada. Untuk sementara, setelah kita mampu melakukan penyingkiran keakuan/ego maka semua teori tentang jin harus ditinggalkan. Tahap Anda harus “tidak tahu apa-apa tentang jin” ini.

Reduksi ketiga: menyingkirkan seluruh tradisi pengetahuan termasuk pengetahuan dan praktik mistik dan mengalaminya dengan totalitas penghayatan. Segala sesuatu yang sudah dikatakan tentang jin harus untuk sementara dilupakan. Kita memasuki kondisi nol. Yaitu kondisi ketika kita tidak berpikir apa-apa tentang jin, dan tidak memiliki pengetahuan apa-apa namun mengalami dengan seluruh totalitas pengalaman “ku terhadap ada mu (jin)”

Kalau reduksi-reduksi ini berhasil, gejala penampakan jin akan terlihat dengan sendirinya. Metode sederhana ini saya rasakan terbukti sangat efektif untuk berkomunikasi dengan jin. Terserah Anda mau dengan cara/ritual/metode atau mantra/doa apapun juga, monggo saja. Intinya bahwa semua metode, matra dan doa-doa itu hanyalah sebagai sarana untuk memantapkan tahap reduksi pertama, kedua dan ketiga.

Yang saya paparkan ini hanya dasar tangga menuju komunikasi dengan jin. Makhluk Tuhan ini juga seperti kita, sehingga kita jadikan dia teman belajar untuk berbagi kebijaksanaan.

Yang perlu diperhatikan berhubungan agar ketauhidan atau keimanan kepada Allah SWT terjaga, maka dilarang keras untuk saling mengeksploitasi. Semua harus berlandaskan etika untuk saling menghormati dan menghargai satu sama lain.  Selamat mencoba dan Terima kasih.
komentar (12) | | Read More...

Mengasah Ilmu Yang Kita Miliki

Illa hadroti hadiyil mustofa Muhammad saw alfatiha…
Tsuma ila ruuhi nabi khidir AS alfatiha….
Tsuma ila ruuhi syech abdul kodir jaelani al fatiha..
Tsuma ila abaina wa ummahatina wa’ajwazina,wajudina,wajjaddatina,wa ustadzina,wa mu’aimina,walijami’il muslimina wal muslimat,wal ahyaa iminhum wal amwat alfatiha…
Yaa qowiyyu yaa matiin 13x
Ba’san wa ashadu tangkilaa 13x
Tawakkalu yaa haddamu hadihil asmaa’i 13x
Yaa khobir 15x
komentar (3) | | Read More...

Pukulan Pemingsan

Penulis : Unknown on Sabtu, 18 Mei 2013 | 21.00

Sabtu, 18 Mei 2013

Fungsi : Musuh langsung jatuh pingsan. tidak sadarkan diri
Caranya :
• Bacalah 1 kali mantra ini dan tiupkan pada tangan kanan :
“Bismillaahirrohhmanirrahim allahu Akbar, Nur arah Nur wantah rubuh lumpuh keuban palune Gusti Allah. Ojo pisan-pisan tangi yen durung tak gugah nganggo tanganku kiwo. Laailahaillallaah Muhammadarrasulullah “
• Lalu pukulkan. Jika pingsan. sadarkan ia dengan memukulkan tangan kiri anda.
komentar | | Read More...

Aji Pangedepan

**Kegunaan ajian ini bisa untuk pengasihan,untuk menaklukan hati lawan
agar tunduk dengan kemauan kita persis seperti ilmu hipnotis.
**Tata Lakunya:
o Puasa 2 hari (puasa seperti bulan ramadhan)
o Ketika berpuasa mantra dibaca 21x sehabis sholat fardhu dan 121x
setelah sholat hajat. Setelah selesai menjalani puasa mantra dibaca
3x.
**RapalanNya:
Bismillahirrohmanirrohim
Allohumma magunung geni pangedekku gelap sewu suaraku
Rep sirep singo ndeleng maring aku.
komentar (1) | | Read More...

Aji Rajah Kalacakra

Penulis : Unknown on Jumat, 17 Mei 2013 | 22.30

Jumat, 17 Mei 2013

**Ilmu rajah kala cakra adalah ilmu untuk membunuh lawan yang sakti
atau bangsa halus seperti jin,genderuwo,dan sebagainya, bahkan kalau
ilmu ini di amalkan bisa untuk menolak bala/pangruwatn,karena bisa
membuang sengkolo semua makhluk halus takut melihat orang yang membaca
mantra ini, karena kalau di terawang dengan ilmu kasyaf kegoiban akan
tampak seperti roda api di tubuh si pengamalNya. Ilmu rajah kala cakra
sangat ampuh untuk membunuh orang yang sakti, jin sakti,dll.

**Syarat Lakunya:
o Puasa 3 hari dan hari terakhir pati geni 1 hari 1 malam artinya
tidak tidur, tidak makan maupun minum.
o Selama puasa mantra dibaca 27x sehabis sholat fardhu dan 313x
setelah sholat hajat.
o Setelah menjalani puasa mantra cukup dibaca 3x setiap hari.
o Kalau ingin menggunakan cukup baca mantra 1x dan niatkan dalam hati
apa yang dikehendaki.
**RapalanNya:
Ya maroja jaromaya
Ya marani niramaya
Ya silapa palasiya
Ya midosa sadomiya
Ya dayuda dayudaya
Ya sikaya kayasiya
Ya simaha mahasiya
Ya midara daramiya
Nb:Selama berpuasa harus sabar dan suka menolong sesama.
komentar (3) | | Read More...

Pengasihan Pandangan Sakti

Artikel kiriman Ki Wijanarko
Ilmu pelet yang satu ini tergolong istimewa karena untuk menaklukkan hati seorang cukup dengan memandang tengkuk sasaran.

Amalannya sebagai berikut:
1. Puasa 3 hari 3 malam dimulai hari Selasa kliwon. Selama puasa dilarang makan makanan yang berasal dari beras/nasi. Yang dimakan hanya sayur dan buah-buahan.
2. Saat berpuasa setiap jam 12 malam lakukan sholat hajat baca; Surat Al Fatihah 10 x, Al-Insyirah 10 x, Al Ashri 10 x.
3. Pada malam Rabu selesai sholat hajat baca Al Fatihah 20 x, Al Insyirah 20 x, Al Ashri 20 x.
4. Pada malam Kamis baca Al Fatihah 30 x, Al Insyirah 30 x, Al Ashri 30 x.
5. Pada malam Jumat lakukan sholat hajat kemudian sediakan lilin dan nyalakan lalu pandangi lilin tersebut dengan nafas perlahan dan teratur kemudian baca Al Fatihah 10 x, Al Insyirah 10 x, Al Ashri 10 x. Apabila lilin tersebut padam itu berarti pandangan mata telah memiliki daya, namun jika tidak padam berarti amalan harus diulang dari pertama lagi. 3. Jika sudah berhasil maka jika kita ingin menggunakannya cukup memandang tengkuk sasaran sambil baca Al Fatihah 3 x, Al Insyirah 3 x, Al Ashri 3 x.
komentar | | Read More...

Makrifat Dasar Ibadah

Penulis : Unknown on Kamis, 16 Mei 2013 | 09.30

Kamis, 16 Mei 2013

Sebelum menjalankan ibadah, kita harus tahu dulu kepada siapa kita beribadah. Mengenal Siapa Tuhan oleh karena itu menjadi landasan ibadah.

Dalam kitab suci dikatakan, AWALUDDIN MAKRIFATULLAH (AWAL MULA AGAMA ADALAH MENGENAL ALLAH). Apabila seseorang itu tidak mengenal ALLAH, segala amal perbuatannya tidak akan sampai kepada ALLAH. Sedangkan, segala perintah agama yang dikerjakan baik yang berbentuk fardhu maupun sunat, dan segala perintah larang yang kita jauhi, baik yang berbentuk haram maupun makruh, hendak kita tujukan kepada ALLAH.

Kalau kita tidak MENGENAL ALLAH SWT, maka segala PERBUATAN itu tidak akan sampai kepada-Nya. Ini berarti, sia-sialah segala amalan yang kita perbuat.

Bila seseorang itu sudah MENGENAL ALLAH, barulah semua aktivitas atau perbuatannya akan sampai kepada ALLAH.

Apabila dia berpuasa, puasanya sampai kepada ALLAH. Apabila dia sholat, sholatnya sampai kepada ALLAH. Apabila dia berzakat, zakatnya sampai kepada ALLAH. Apabila dia menunaikan haji, hajinya sampai kepada ALLAH SWT. Apabila dia berjuang, bersedekah dan berkorban, serta segala amal bakti seseorang itu akan sampai kepada ALLAH SWT.

Kerana itulah, MAKRIFATULLAH (MENGENAL ALLAH) ini amat penting. Jika tidak mengenal-NYA, kita bimbang dan ragu apakah segala amal ibadah kita akan sampai kepada-Nya, sehingga menjadi sia-sia belaka.

Boleh jadi kita akan tertipu dengan angan-angan dan harapan yang kosong belaka. Kita mengira amalan yang kita perbuat sudah kita persembahkan kepada ALLAH, padahal itu adalah jebakan nafsu dan keinginan kita sendiri.

Ini karena kita tidak mengenal ALLAH, sehingga kita tidak mampu membedakan ilah (tuhan) yang kita ikuti, apakah itu ALLAH, atau nafsu yang menipu daya. Sebab itulah mengenal ALLAH itu hukumnya FARDHU ‘AIN bagi tiap-tiap mukmin.

MENGENAL ALLAH DAPAT KITA LAKUKAN DENGAN CARA MEMAHAMI SIFAT-SIFAT-NYA. KITA TIDAK DAPAT MENGENAL ALLAH MELALUI ZAT-NYA, KARENA MEMBAYANGKAN ZAT ALLAH ITU ADALAH SUATU PERKARA YANG SUDAH DI LUAR BATAS KESANGGUPAN AKAL KITA SEBAGAI MAKHLUK ALLAH.

Kita dapat mengenal ALLAH melalui sifat-sifat-Nya dengan penghayatan dalam perilaku yang disertai dengan kesadaran dari akal budi yang tercerahkan dengan ilmu dalam berbagai tingkatan sesuai dengan kemampuan manusia!

Untuk memahami sifat-sifat ALLAH itu, kita memerlukan DALIL AQLI DAN DALIL NAQLI. Dalil aqli adalah dalil yang bersumber dari akal (aqli dalam bahasa Arab = akal). Dalil naqli adalah dalil yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Melalui dalil aqli dan dalil naqli ini kita dapat mengenal ALLAH. Dua hal itu menjadi jembatan untuk mengetahui sifat-sifat ALLAH.

SIFAT-SIFAT ALLAH

Sifat-sifat Wajib
Sifat kesempurnaan yang pasti dimiliki oleh ALLAH SWT, jumlahnya 20.

Sifat-sifat Mustahil
Sifat yang mustahil dimiliki ALLAH SWT, jumlahnya juga 20.

Sifat Jaiz / Mubah
Sifat yang bebas bagi ALLAH, jumlahnya hanya satu, yaitu ALLAH SWT BERKEHENDAK SESUATU ATAU TIDAK BERKEHENDAK.

TIGA CIRI ORANG YANG TELAH MAKRIFAT

Dzun Nun Al-Misri, berkata :
“Orang yang makrifat kepada Allah SWT adalah orang yang memenuhi janjinya, hatinya cerdas dan amalnya bersih.”

Orang yang makrifat kepada Allah SWT dengan demikian adalah :

1 Orang yang memenuhi janjinya kepada Allah swt. dengan berada DI GARIS ORBIT KETENTUAN YANG TELAH DIGARISKAN-NYA: Mengerjakan semua perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

2 Hatinya bersih dan ikhlas bisa menerima APAPUN KEJADIAN YANG MENIMPANYA.

3 Amalnya perbuatannya DILANDASI KEBENARAN dan semakin bagus dari hari ke hari.
komentar | | Read More...

Makrifat Sunan Kali Jogo

Penulis : Unknown on Rabu, 15 Mei 2013 | 20.30

Rabu, 15 Mei 2013

Jeng Sunan Kalijaga ngling
Amdehar ing pangawikan
Den waspada ing mangkene
Sampun nganggo kumalamat
Den awas ing pangeran
Kadya paran awasipun
Pangeran pan ora rupa

Nora arah nora warni
Tan ana ing wujudira
Tanpa mangsa tanpa enggon
Sajatine nora nana
Lamun ora anaa
Dadi jagadipun suwung
Nora nana wujudira


(Sunan Kalijaga berkata, memaparkan pengetahuannya.
Hendaknya waspada pada yang berikut ini.
Janganlah ragu-ragu. Lihatlah Tuhan secara jelas.
Tapi, bagaimana melihat-Nya.
Karena Tuhan itu tidak memiliki rupa.

Tuhan tidak berarah dan tidak berwarna.
Tidak ada wujud-Nya. Tidak terikat oleh waktu dan tempat.
Sebenarnya Ada-Nya itu tiada.
Seandainya Dia tidak ada,
maka alam raya ini kosong dan tidak ada wujudnya.)

–Serat Siti Jenar, Tan Khoen Swie Kediri 1922

Pendakian spiritual itu mulai dari mana? Mulai dari syariat dulu, kemudian menuju tarikat, hakikat dan akhirnya sampai pada makrifat? Atau Makrifat (mengenal Tuhan) dulu, kemudian penghayatan hakikat, kemudian menjalankan tarikat dan melaksanakan syariat? Menurut saya, pendakian spiritual bisa dari mana-mana. Kita tidak perlu kebingungan terhadap mana yang harus terlebih dulu kita jalani. Semuanya boleh sebagai titik pijak untuk memulai perjalanan.
Ada banyak teman yang memulai perjalanan spiritual dengan “tidak percaya” terhadap adanya Tuhan. Lalu belajar tentang ilmu ketuhanan, dan setelah kedewasaan intelektualnya mengalami kemapanan dan kemudian dia yakin adanya Tuhan dan kemudian menjalankan syariat. Yang demikian ini hebat.

Ada yang memulai dengan menjalankan syariat agama. Sebab dari kecil dia berada di dalam lingkungan yang taat beragama. Oleh orang tuanya, dia dididik untuk menjalankan syariat agama secara leterluks. Kemudian seiring perjalanan usianya, dia mulai mencari tahu dengan banyak belajar tentang agama, yang telah dijalaninya selama ini. Himngga kemudian pengetahuan dan perenungannya sampai pada hakikat. Kemudian dia menjalani laku suluk/tasawuf dan akhirnya mendapatkan pencerahan Makrifat. Yang demikian ini luar biasa.

Ada pula yang tidak mulai apa-apa. Ya tidak menjalankan syariat agama, ya tidak berusaha mencari tahu tentang Tuhan. Dia skeptis dan agnostik terhadap berbagai wacara agama serta kerokhanian. Dia seakan puas dengan apa yang ada pada dirinya. Otaknya tidak digunakan untuk berpikir tentang Tuhan. Namun, di tengah hidupnya dia dipaksa untuk menerima banyak hal yang tidak mauk akal hingga suatu ketika kesadarannya mengalami “BYAR”. Tiba-tiba dia sadar apa yang telah dijalaninya selama ini. Dia pun menemukan Tuhan di dalam hidupnya. Sukur alhamdulillah.

Suatu saat dalam hidupnya, Tuhan pasti akan datang membawa cahaya-Nya yang suci. Dia akan menerangi diri pribadi kita sehingga yang sebelumnya hanya mampu melihat fakta-fakta dengan inderanya, maka setelah pencerahan Tuhan itu datang maka dia mampu untuk melihat hubungan antar fakta dan akhirnya menemukan kesimpulan bahwa hanya ada satu Tuhan yang wajib disembah oleh manusia.

Tuhan itu bukan benda-benda. Tuhan ya Tuhan. Adanya berbeda dengan apa yang pernah diketahui oleh manusia. Yang pernah diketahui oleh manusia berasal dari pengalaman inderanya. Nah, wujud Tuhan ini tidak ada di dalam gudang memori manusia. Sehingga mengatakan Tuhan seperti A, B, C pasti jelas bukan Tuhan. Tuhan sebagaimana yang dibayangkan oleh manusia, tentu berbeda dengan Tuhan sebagaimana wujud-Nya yang asli. Anggapan tentang Tuhan beda dengan Tuhan yang sebenarnya. Sama seperti anggapan saya tentang mobil Mercy, tidak sama dengan mobil Mercy yang sebenarnya. Sebab saya buta tentang mobil, apalagi tidak pernah memiliki mercy sebelumnya sehingga penggambaran saya tentang Mercy berbeda dengan Mercy yang sebenarnya.

Dikatakan oleh Sunan Kalijaga, sebenarnya wujud Tuhan sangat jelas… sangat sangat jelas! Nah, kejelasan ini pasti tidak dimaknai sebagaimana kejelasan benda-benda. Benda bisa dilihat oleh indera. Namun wujud Tuhan? Disinilah kita akan semakin beranjak arif bahwa Tuhan yang tidak bisa digambarkan oleh kata-kata manusia itu harusnya tidak dilihat dengan indera. Namun oleh “sesuatu” yang adanya jauh berada di dalam diri manusia. Yaitu batin yang intuitif yang disebut dengan guru sejati. Guru sejatilah yang mampu mengantarkan kita untuk melihat dengan jelas diri pribadi. (sukma sejati) Diri sejati adalah tempat bersemayam Tuhan dalam diri manusia. Di situlah Tuhan duduk di atas arasy.

Sukma sejati atau Diri Sejati berasal dari Cahaya Yang Terpuji yaitu dari NUR MUHAMMAD. Nur Muhammad hanya ada SATU. Dan NUR MUHAMMAD inlah yang selalu mendapatkan PANCARAN ILAHI. Semua yang ada ini pada mulanya satu, termasuk manusia. Asal cahaya itu satu. Pancarannya ke segenap arah inilah yang menyebabkan terjadinya “aku” yang jumlahnya banyak. Meski sekarang kita melihat YANG BANYAK namun itu semua adalah perwujudan dari satu CAHAYA.

Melatih kepekaan batin yang intuitif oleh karenanya sangat penting. Berbagai macam cara dilakukan oleh peradaban manusia untuk menemukan Tuhan di dalam diri manusia. Misalnya dengan berkhalwat, atau mengadakan perjalanan spiritual ke tempat-tempat yang sepi untuk kemudian berdzikir hingga dia merasakan kefanaan.

Dalam kesendiriannya, sang pejalan spiritual akan menemui banyak ilusi/bayangan yang mempesona batin. Namun dia tidak boleh menggap bayangan itulah kenyataan Tuhan. Perjalanan diteruskan hingga pendakian memasuki godaan besar. Dia ditawari berbagai macam kemuliaan dunia. Egonya yang masih melekat pada harta, benda, tahta dan wanita ditantang agar dituruti namun dengan imbalan dia harus menghentikan perjalanannya. Ini tahap berbahaya menuju final.

Bila perjalanan diteruskan lagi, dia akan sampai pada kesendirian dan kesenyapan, Tiba-tiba semua yang nggandoli egonya terlepas begitu saja. Dia tidak butuh apa-apa lagi. Di tahap ini, semua pendamping perjalanan yang selama ini menemaninya satu persatu otomatis terlepas. Pengiring batin terlepas, Malaikat lepas karena tidak sanggup menemani lagi, semua saudara gaib melepaskan dirinya. Ya, dia polos seorang diri menuju Tuhan. Dia kini sudah dituntun oleh Tuhan sendiri untuk melihat Sang Penuntun, yaitu AKU. Ya, manusia sudah bisa melihat AKU SEJATI-NYA tanpa was-was tanpa samar-samar lagi. AKU SEJATI itu begitu terang benderang.

Inilah saat mind/pikiran/budi/rasa sudah tidak lagi digunakan. Atau disebut dengan NO MIND. Dia sampai tahap SUWUNG atau FANA. Kata tidak lagi mampu untuk membahasakan apa fana itu. Sebab kata sangatlah terbatas untuk menggambarkan sesuatu. Apalagi ini menunjuk pada kata yang bukan kata benda, bukan kata sifat, bukan kata keterangan, bukan kata kerja, bukan apa-apa…. ya paling gampang kita sebut saja SUWUNG alias MBUH ORA WERUH. Sebab kita tidak membutuhkan berbagai alat indera dan batin lagi. Kita hanya pasrah, sumeleh, sumarah saja pada Iradat GUSTI.
komentar | | Read More...

Mandi Tirta Jati

AJI S MANUNGSO (BANYULUMUT)
denjati@yahoo.co.id

Assalamu alaikum. Kepada ki wong alus, sesepuh kampus wongalus dan Seluruh pembaca yang saya hormati.Untuk pertama kalinya ijinkan saya berbagi sedikit pengetahuan ilmu, yg saya sendiri msh miskin ilmu yaitu MANDI TIRTA JATI, konon ilmu mandi tirta jati ini diciptakan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga, inilah asma mandi tirta jati.

“BISMILLAH…. NIAT INSUN ADUS JINABAT ADUS BANYU KODRATULLOH, NGADUSI SEDULUR PAPAT KALIMO BADAN KAENEM NYOWO KAPITU SUKMO SAKBADAN KALI SAMPURNO.”

Tata cara :

Tahap pertama, mandi kembang setaman dimulai dimalam kelahiran kita (weton) tepat jam 12 malam. lakukan selama 3 malam berturut turut.. diawali dg membaca asma diatas 3 x dan mandinya cukup 7 x guyuran..

Tahap kedua, selanjutnya setiap mulai mandi biasa pagi ataupun sore asma diatas dibaca 1 kali dan tidak perlu dg kembang setaman.

Kasiat : manjadikan awet muda, membersihkan hati, fikiran dan dinding2 bathin kita, sebagai daya tarik/pengasihan utk manusia & mahluk gaib, membuka dan mempertajam mata bathin, lebih mudah menyerap dlm mempelajari berbagai ilmu.

Demikian sedikit pengetahuan yg saya punya semoga bermanfaat dunia & akhirat bagi para sedulur kwa dan pembaca kwa skalian.. trima kasih pd ki alus & sgenap staf KWA yg telah memposting artikel ini. Salam hormat saya.
komentar | | Read More...

Mahabbah Syeikh Maghrobi

Penulis : Unknown on Minggu, 12 Mei 2013 | 19.00

Minggu, 12 Mei 2013

Sugik_Sawunggaling
singarajeh_madura@yahoo.com

Amalan mahabbah/pengasihan ini merupakan mahabbah tingkat tinggi, kalau di Madura di sebut dengan “Tashirul Qulub/Sihir Hati”. dan insyaalah perempuan yang dituju hanya butuh waktu 3 hari sudah tergila-gila. untuk taretan yang mau ngamalin. monggo. semoga maqbul dan mustajab!

Tawassul Fatihah
Nabi Muhammad 2X
Syeh Abdul Qodir Jailani 3X
Syeh Maghrobi 4X
Syeh Hasan Maghrobi 5X
Ilaa Ruhi Wajasadi Fulanah(Nama Binti Ibunya) 6x

Lalu Baca Surat Al-Fatihah 1X
Bismillahir Rohmanir Rohim

ALLAHUMMA JALLIB WA HABBIB WAQORRIB WA ALLIF WA ‘ATHTHIF RUUHA WAJASADA WANUURO WA QOLBA……………………..(SEBUT NAMA PEREMPUAN….FULANAH BINTI….IBUNYA)

MAWADDATAN WA MAHABBATAN SYADIIDATAN MINNII WAHASSIN LII MIN YAUMINAA HADZAA ILAA YAUMIL BA’SI (1000X)

Caranya:
Solat hajat husus 4 rokaat 2 salam jam 24.30 Wib
Di amalkan selama 3 malam dimulai malam kelahiran Perempuannya atau jika tidak tahu di mulai malam kelahiran sendiri/sang pengamal
Diusahakan menggunakan/memegang foto perempuannya saat mengamalkan.

NB: amalan ini hanya boleh diamalkan kalau mau di nikahi.kalau hanya untuk buat main main saya tidak rela dan tidak ikhlas.
komentar (1) | | Read More...

Amalan Mendapatkan Ilmu Dengan Cepat

Oleh Raden Arya Kelana (radenaryakelana@ymail.com)

Salam sejathtera untuk
semua pemburu ilmu.

Rahasia amalan untuk mendapatkan ilmu dari alam ghaib dengan cepat.

Ilaa hadrotin nabiyyil musthofa sayyidina wal maulana muhammadin saw,
al-fatihah 1x.
Ilaa hadroti sohabati kulafaur rosyidin abu bakar wa umar wa utsman wa ali, al-fatihah 1x.
Ilaa hadroti malaikat jibril as wa malik as wa isrofil as
wa izroil as, al-fatihah 1x.
Ilaa hadroti nabiyullah khidir as, al-fatihah 1x.
Ilaa hadroti syeikh abdul qodir al-jaelani ra, al-fatihah 1x.

Kemudian berdoa :

Ya Allah sang pemilik rahmat berikanlah rahmatmu kepadaku,
Ya Allah sang pemilik cahaya sempurnakanlah cahayaku,
Ya Allah sang pemilik ilmu
tambahkanlah ilmuku,
Ya Allah sang pemilik kemudahan mudahkanlah
semua urusanku,
Ya Allah sang pemilik rizki
limpah ruahkanlah rizki ku.

Sesudah itu bacalah surat al-fatihah sebanyak 121x
kemudian baca asma sunge rajeh versi apa saja sebanyak 1111x,
lakukanlah amalan ini secara rutin setiap malam
paling lama 1 minggu maka akan ada sesuatu yang datang, pasti !!!
Dan anda tidak boleh takut.

silahkan di amalkan semoga bermanfaat @@@

TAMBAHAN UNTUK SHOLAWAT SYEIKH ABDUL QODIR AL-JAELANI RA

Assalamu’alaikum wr.wb
Saya ingin mengupas sedikit tentang sholawat yaitu Mengenai SHOLAWAT SYEKH ABDUL QADIR AL JAILANI, maaf ki wongalus saya hanya memberikan sedikit keterangan saja yg aki Ijazahkan tersebut adalah sholawat SHOLAWAT DAA-IMAH BIDAWAAMIKA ciptaan syeikh abdul qodir al-jaelani dan saya akan memberikan sedikit keterangan mengenai sholawat tersebut dengan bacaan lengakapnya sebagai berikut :

SHOLAWAT DAA-IMAH BIDAWAAMIKA.
(SHOLAWAT SYEIKH ABDUL QODIR AL-JAELANI RA)

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM.
ALLAAHUMMA SHOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADINIS SAABIQI LILKHOLQI NUURUHUU WA ROHMATUN LIL AALAMIINA ZHUHUURUHUU ADADA MAN MADHOO MIN KHOLQIKA WAMAN BAQIYA WAMAN SA’IDA
MINHUM WAMAN SYAQIYA SHOLAATAN TASTAGHRIQUL ADDU WA TUHIITHU BILHADDI SHOLAATAN LAA GHOOYATA LAHAA WALAA MUNTAHAA WALANQIDHOO’A SHOLAATAN DAA IMATAN BIDAWAAMIKA
WA ALAA AALIHII WA SHOHBIHII WASALLIM TASLIIMAN KATSIIRON MITSLA DZAALIKA.

Artinya : Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW yang cahayanya bagi mahluk telah mendahului dan kemunculannya merupakan
rahmat bagi seluruh alam
semesta, sebanyak jumlah mahlukMu yang lalu maupun
yang akan datang, serta yang berbahagia maupun
yang celaka, dengan rahmat yang menghabiskan
segala hitungan dan meliputi segala batasan,
dengan rahmat yang tidak akan habis, berakhir dan selesai, serta dengan rahmat yang terus menerus dengan keabadianMu, juga kepada keluarganya. Limpahkanlah pula rahmat dan kesejahteraan seperti itu.

Pensyaroh kitab Dala-il mengatakan bahwa Sayyid
Syeikh Abdul Al-Jaelani menutup hizibnya dengan sholawat ini. Dinukil pula dari ucapan As Sakhowi bahwa sholawat ini mempunyai keistimewaan, satu sholawat ini berbanding 10.000 sholawat lainnya serta mempunyai khasiat dan manfa’at yang sangat banyak untuk 1001 hajat. Sementara Imam Muhyidin Al-Yamani yang bergelar Junayd dari negeri Yaman, mengatakan “Barangsiapa yang membaca sholawat ini 10 kali pagi dan sore, maka ia berhak mendapatkan keridhoan dari Allah Yang Maha Besar,aman dari kemurkaan-Nya, mendapatkan curahan rahmat yang melimpah, terpelihara dengan pemeliharaan Ilahi dari segala mara bahaya dan mendapatkan kemudahan dalam segala urusan”

Demikian saya jelaskan sedikit tentang shalawat tersebut mudah-mudahan sangat berguna untuk berbagai hajat dan keperluan anda.
silahkan amalkan shalawat tersebut yg saya izajahkan kepada para pembaca blog ki wongalus semoga bermanfaat dunia akherat. amin….

Wassalam

Raden Arya Kelana
komentar (4) | | Read More...
SEO Stats powered by MyPagerank.Net Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free Trust Rank for ajianmu.blogspot.com - 0.00
 
Design Template by Poetra Ponorogo | Support by creating website | Powered by Blogger